Wirausaha Nasionalis Samsung dengan Berbisnis untuk Melayani Negara

Lee Byung Chull, wirausaha nasionalis samsungLee Byung Chull lahir tahun 1910, dan dikirimkan oleh ayahnya untuk bersekolah ke Universitas Waseda Jepang.  Namun tidak selesai karena sang ayah meninggal dunia dan memutuskan kembali ke Korea untuk menjalankan usaha gilingan beras warisan keluarga.  Berdasarkan pengalaman gagal dalam usaha penggilingan beras, Lee menarik kesimpulan bahwa

  • Usaha akan mampu bersaing jika didasarkan pada pengambilan keputusan logis.
  • Pemangkasan Biaya operasional yang tidak perlu.
  • Menghasilkan produk yang berkualitas baik dengan harga kompetitif terjangkau.

Pada usia 28 tahun Lee mencoba usaha lain yakni distribusi barang menggunakan angkutan truk dengan nama Samsung Trading Co.  dan seiring pertumbuhan perusahaan, terlihat adanya kesempatan untuk perusahaan tumbuh dan berkembang dengan memproduksi makanan dan minuman.  Pada masa dimana terjadi pendudukan Jepang, usaha Lee sangat berguna mengantarkan barang-barang ke seluruh Korea.  Dan tahun 1950 ketika terjadi Perang Korea, Lee memindahkan pusat usahanya ke kota Pusan dimana lokasi tentara Amerika berada.  Dan berkat keuntungan inilah Lee mengembangkan bisnisnya dengan menambah jajaran produksi yakni Gula, Pakaian, Mobil dan Asuransi.

Tahun 1961 Lee mengungsi ke Jepang seiring terjadinya peralihan kekuasaan di Korea.  Dan ketika dituduh sebagai salah satu pengusaha korup, Lee yang sebelumnya dekat dengan penguasa lama, bertekat melakukan negosiasi kepada Jendral Park yang berkuasa saat itu.  Dengan keberhasilannya mempertahankan posisi, Lee melepas bisnis perbankan dan mengikuti kebijakan ekonomi baru pemerintahan Park.  Sejak saat itulah Samsung dibesarkan seiring tujuan ekonomi nasional, dan tahun tahun 1969 Samsung Electronics berdiri.

Tahun 1973 Samsung mengumumkan tiga prinsip dasar bisnis mereka yakni

  1. Terlibat dalam bisnis untuk melayani negara, untuk mewujudkan bangsa sejahtera yang kuat melalui kegiatan bisnis.
  2. Mengutamakan pekerja dan bakat, sehingga mendoro Lee mencari dan mewawancara sendiri calon karyawan barunya.
  3. Menjunjung tinggi logika dan realitas, karena Lee yakin bahwa inilah yang akan melepaskan perusahaan dari pengaruh tradisi dan pihak luar seperti ikatan kekeluargaan dan politik.

wirausaha nasionalis samsungLee mengkombinasikan gaya bisnis Amerika yang mengandalkan kekuatan dan gaya bisnis Jepang yang fokus pada prinsip kerja dan etika.

Lee Byung Chull meninggal tahun 1987, dan menyimpulkan bahwa karirnya selama lima puluh tahun adalah untuk memperbaiki produktivitas, melatih orang-orang dan menempatkan mereka pada posisi yang tepat demi memaksimalkan bakat yang ada, sehingga tidak merasa bekerja secara mekanis.  Saat ini Samsung terbagi dalam empat grup besar sejak kepergian Lee, yakni Samsung Group, Shinsegae Group, CJ Group and Hansol Group.  Sejak 1990 Samsung berkembang pesat khususnya dalam teknologi ELektronik, Telepon Seluler dan Semikonduktor.  Samsung Electronics sudah menjelma sebagai perusahaan elektronik terbesar dunia, bersaing dengan Apple, Sony dan lainnya.  Pendapatan Samsung mencapai 17% dari GDP Korea Selatan pada tahun 2013.

Leave a Reply