Cara Efektif Wawancara Membuka Jenjang Karir

Posted on
Efektif wawancara membuka jenjang karir
Efektif wawancara membuka jenjang karir

Sudah sering Anda dengar bahwa 80% keberhasilan seseorang dalam Pekerjaan dan Karirnya ditentukan oleh PERILAKU serta KARAKTER Pribadi. Sedangkan sisa 20% lainnya merupakan sumbangsih Pengetahuan dan Ketrampilan (Skill and Knowledge).  Dan pentingnya sikap perilaku ini dimulai saat wawancara.  Cara efektif wawancara membuka jenjang karir Anda lebih luas. Semakin baik SIKAP dan PERILAKU serta KARAKTER Anda, akan semakin terbuka jalan SUKSES didunia kerja.

Dalam wawancara akan tampak semua perilaku orang.  Perilaku Manusia sangat dinamis dan bisa dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu:

  • Perilaku TAMPAK (Sadar)
  • Perilaku TERSEMBUNYI (Bawah Sadar)

Perilaku SADAR, adalah perilaku yang tampak saat terjadi PERCAKAPAN, atau Komunikasi lisan.  Perilaku ini adalah Perilaku VERBAL.

Sedangkan Perilaku BAWAH SADAR adalah sikap bahasa tubuh (komunikasi non verbal).  Dalam menempuh jenjang karir kerja yang baik, Anda akan melalui proses penerimaan mulai psikotes sampai dengan wawancara.  Dan Anda perlu tahu cara efektif wawancara membuka jenjang karir. Kutipan berikut dapat memberi GAMBARAN sebuah proses wawancara yang efektif.

## Apa sajakah Perilaku Bawah Sadar itu..?

Perilaku bawah sadar sering terjadi tak terduga, karena sudah menjadi kebiasaan.  Anda perlu sering memperhatikan ulang tingkah laku ini setiap berkomunikasi dengan orang lain.

Perilaku bawah sadar sudah terbentuk karena faktor GENETIK ataupun faktor LINGKUNGAN, sejak kecil sampai dewasanya seseorang.  Perilaku bawah sadar sulit dikendalikan, karena dapat berupa refleks yang tak terngiang dalam pikiran Anda.  Perilaku tersebut diantaranya ialah:

  • Bahasa Tubuh (Body Language)
  • Pandangan Mata
  • Ekspresi Wajah
  • Gerakan Tangan
  • Posisi Kaki
  • dan lainnya

Namun demikian perilaku Anda bisa dilatih agar sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.  Bagaimana caranya, tentu dengan sering berlatih.  Berlatih mengendalikan SIKAP saat berbicara atau berhadapan dengan lawan bicara.

## Sifat-sifat terkait PERILAKU BAWAH SADAR

Banyak cara yang dapat mengukur perilaku Anda pada saat melalui tahapan wawancara kerja.  Ketika Anda dapat mengenali hal ini, maka setidaknya ada bahan bagi Anda untuk melakukan perubahan yang tentunya melalui latihan-latihan.  Sehingga pada saat-saat genting Perilaku Bawah Sadar ini membawa keuntungan dalam membuka jenjang karir dalam pekerjaan Anda.

(1) TERBUKA dan Sungguh-sungguh

Orang akan menilai Anda sebagai orang terbuka ketika, TANGAN TERBUKA (Bebas), Duduk dengan Tubuh Cenderung CONDONG dan Mengarah ke depan, Kaki dan Tangan RILEKS tidak Menyilang.  Sikap ini harus terjadi dengan NATURAL tidak dikondisikan.  Dan untuk itu Anda perlu merasakan pentingnya kehadiran lawan bicara.  Jika Anda tidak respek dengan orang dihadapan, maka sikap Anda otomatis menjadi TERTUTUP, KAKU dan condong KEBELAKANG.

Sebagai pewawancara Anda bisa merasakan sejauh mana calon karyawan bersikap terbuka, atau sebaliknya. Jika dalam beberapa menit awal sudah tampak ANTUSIAS mereka dalam berkomunikasi, ini adalah pertanda awal.  Sebaliknya jika SEMANGAT atau HASRAT mereka tidak tampil ke permukaan, Anda bisa mengidentifikasikannya sebagai sikap sebaliknya.

(2) Sikap DEFENSIF: Meragukan Pendapat Orang Lain

Sikap ini menegaskan bahwa Anda tidak ingin berkomunikasi dengan orang.  Sikap ini bisa tampak jelas, karena respon NEGATIF yang Anda tunjukkan.  Diantaranya seperti Kaki dan Tangan Menyilang, Tubuh TEGANG atau terkesan Kaku, Tangan didepan Dada, Kontak Mata minim dan Bibir Rapat.

Kelanjutan dari sikap terbuka akan mengalirkan topik pembicaraan.  Saat Anda mewawancarai seseorang yang tidak tertarik dengan bahasan percakapan, ini menjadi pertimbangan bahwa mereka berusaha menghindar.  Jika demikian adanya, Anda tidak perlu lama menghabiskan waktu dengan mereka.

(3) EVALUATIF, Berpikir atau Mempertimbangkan perkataan lawan bicara

Kepala agak Miring, Tubuh Condong kedepan atau bahkan Menjauh, Mengusap Dagu atau Pipi, Melepas Kacamata atau menatap dari atas Kacamata hingga turun ke Hidung.  Sikap ini menjadi cerminan Anda tengah berpikir dan menganalisa konten pembicaraan.

Saat Anda melihat calon karyawan berlaku tersebut, Anda bisa menganalisa kemampuan mereka terhadap suatu topik bahasan.  Saat pertanyaan yang dilontarkan, dan tidak spontan dijawab, maka mereka sedang berpikir.  Tinggal Anda perhatikan jawaban mereka, apakah masih RELEVAN dengan pertanyaan atau jauh menyimpang.  Jika jawaban dan pertanyaan tidak ada KORELASI nya, maka jeda waktu saat berpikir, adalah saat mereka MEREKA-REKA jawaban.

(4) Curiga, Ragu, Menolak, Bohong

Ciri bahasa tubuh yang menghindari Tatapan Mata, Melirik, Menjauhkan Tubuh, Menggosok Hidung adalah cerminan sikap perilaku CURIGA atau RAGU.  Saat Anda menjawab dalam wawancara dengan keraguan, bisa jadi Anda akan menghindari tatap muka kepada pewawancara.

Saat Anda menjauh ketika diberikan pertanyaan, pertanda Anda berusaha menghindari jawaban spontan.  Anda membutuhkan waktu sejenak sebelum merekayasa jawaban.  Terkadang agar tampak sebagai orang terpelajar atau berpengalaman, calon karyawan SELALU menjawab pertanyaan.  Padahal ada beberapa hal yang mereka TIDAK TAHU.

Jika Anda menjadi calon karyawan, dan mendapatkan pertanyaan yang tidak bisa dijawab, lebih BIJAK Anda menjawab TIDAK TAHU, atau BELUM PAHAM, dan lainnya.  Sikap ini justru mencerminkan Anda sebagai orang yang JUJUR.

(5) Siaga, Siap

Saat Anda melakukan wawancara kerja, hadapilah lawan bicara Anda dengan SIKAP SIAGA.  Dengan cara cenderung duduk kedepan dan FOKUS terhadap lawan bicara.  Namun sikap ini terkadang menunjukkan sikap CEMAS atau TIDAK NYAMAN.  Anda mengkondisikan diri, seolah memiliki antusias dan semangat dalam wawancara.  Padahal sebaliknya, Anda TEGANG dan GUGUP dengan situasi kondisi tersebut.

Sikap SIAGA atau SIAP, bisa dicerminkan dengan cara lebih santai, yakni DUDUK bersandar, namun punggung tetap TEGAK.  Sikap tubuh tidak terlalu condong kedepan, pun tidak condong bersandar menjauh ke belakang.

(6) Gugup

Orang yang gugup bisa berperilaku yang tanpa sadar.  Menggigit Bibir, Berdehem, Tangan di Mulut, Jari Tangan saling Mengetuk dan Gerakan tak Terkendali lainnya.  Ini adalah contoh sikap gugup menghadapi lawan bicara.  Jikalau Anda berlaku demikian, pewawancara bisa melihat kegugupan, dan ini berpotensi memberi nilai negatif terhadap performa Anda.

Saat Anda ingin membuka jenjang karir, yang diawali dengan sesi wawancara,  maka hindari GUGUP.  Perilaku ini mungkin muncul tanpa sadar, dikarenakan Anda tidak siap dengan pertanyaan yang diajukan.  Kembali pada sikap TERBUKA diatas, jikalau ada hal yang Anda tidak ketahui, sebaiknya menjawab JUJUR.   Anda tidak perlu mengarang cerita agar selalu tampak sebagai AHLI pada bidangnya.

(7) Bosan dan Tidak Sabar

Wawancara terkadang cukup menguras energi.  Waktu menunggu yang lama bisa mempengaruhi perilaku dan sikap Anda.  Mencengkram Kepala, Kaki berayun-ayun, Berulang-ulang melihat Arloji, Melihat ke arah Pintu Keluar, dan Mempermainkan Ujung Baju, adalah contohnya.

Karir yang cemerlang diawali dengan proses wawancara yang baik.  Mulai sebelum wawancara hingga setelahnya.  Waktu yang akan Anda lewati bisa seharian penuh, dan pastinya membosankan.  Namun ini menjadi TANTANGAN, apakah Anda punya DAYA TAHAN menjalaninya.  Terkadang pewawancara tengah MENGUJI kemampuan Anda bertahan dalam sebuah situasi. Saat Anda melewati wawancara membuka jenjang karir dengan rasa BOSAN, JENUH dan TIDAK SABAR, maka proses selanjutnya akan semakin sulit.

(8) ANTUSIAS

Senyum, Tangan Terbuka, Mata Melebar (bukan melotot), Suara dan Intonasi Jelas Enak didengar adalah tanda Anda antusias.  Wawancara membuka jenjang karir dimulai dengan antusiasme Anda melakoninya.  Jika sikap Anda sudah MALAS dan LESU dalam wawancara, rasanya sulit Anda mulai bekerja.

Sikap antusias ini perlu Anda pertahankan hingga akhir sesi wawancara kerja.  Dan itu butuh KOMITMEN Anda untuk meraih posisi yang diidamkan.  Semangat ini bisa menular kepada pewawancara, sehingga mereka pun akan terpengaruh untuk bersikap yang sama.

Beberapa perilaku bawah sadar ini dapat Anda pelajari dengan latihan-latihan komunikasi verbal bersama rekanan di kantor atau teman di rumah.  Dengan latihan Anda akan mampu membentuk perilaku efektif yang mempermudah proses wawancara kerja.  Cara efektif dalam wawancara membuka jenjang karir, dimulai dengan latihan komunikasi verbal.  Saat Anda sudah mahir dengan komunikasi verbal, maka lambat laun, perilaku bawah sadar Anda akan mendukung sikap positif lainnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.