Tren Dunia Kerja Profesional saat ini

Perkembangan Dunia Kerja baik seorang Pegawai Negri Sipil (PNS) maupun Profesional dari sebuah Perusahaan Bisnis selalu mengalami perubahan dan pergolakan.  Jikalau dahulu Anda mungkin sering melihat bentuk protokoler jika akan bertemu atasan baik Atasan Langsung atau Orang dengan Pangkat Lebih Tinggi.  Namun seiring berkembangnya dunia informasi dan teknologi serta makin dinamisnya pergerakan Sektor Swasta dan menurunnya Tumbuh Kembang Industri Pemerintah seperti BUMN dan Kementrian, makin maraknya Industri Kecil dan Menengah, maupun pesatnya Industri Kreatif Rumahan, pada akhirnya membuat Stigma Atasan adalah segalanya mulai bergeser.  Prestasi dalam sebuah bidang pekerjaan akan dilihat dari Performa dan Kinerja Individu serta Tim, bukan lagi Senioritas dan Pengalaman pada bidang yang sama dalam waktu yang lama.

Saat ini Tren Perkembangan Dunia Kerja Profesional mulai menunjukkan perubahan yang Signifikan dibandingkan beberapa Dasawarsa sebelumnya.  Saat ini para profesional dapat menentukan sendiri Job Description mereka sesuai dengan Competency dan Capabilitynya masing-masing.  Tidak sedikit Profesional yang di hire untuk membuat Pekerjaan dalam sebuah Unit Bisnis, bukan untuk melakukan pekerjaan sebagaimana Pekerjaan Clerical adanya.

Berikut beberapa perubahan Dunia Profesional yang disinyalir marak saat ini

  1. 1.    Loyalitas versus Pengalaman

Dahulu jika Anda bekerja selama 10 tahun dalam sebuah perusahaan dan pada tahun ke sebelas memutuskan pindah pada perusahaan lainnya, maka potensi Anda mendapatkan pekerjaan baru tersebut lebih besar dibandingkan orang lain.  Mereka menilai Anda memiliki Loyalitas dalam sebuah Organisasi dan hal ini sangat bernilai dalam Tumbuh Kembang Perusahaan.  Manajemen melihat Anda sebagai Aset yang dapat bertahan lama untuk membangun Organisasi.  Namun saat ini cukup dengan pengalaman dalam sebuah Jabatan dan Fungsi Kerja selama 3 tahun, maka Anda dapat membangun Peluang Baru dalam sebuah Organisasi Bisnis lainnya dengan Nilai Tawar yang lebih baik.  Saat ini kompetisi yang ketat dan dinamis, membuat para Manajemen Top lebih memilih Pengalaman daripada orang Loyalitas.  Walau bukan dikesampingkan, namun Prioritas pertama adalah Pengalaman dan kemudian Loyalitas pada perusahaan sebelumnya.

  1. 2.    Jam Kerja Fleksibel

Waktu kerja yang fleksible adalah acuan seseorang profesional memilih pekerjaan, seperti apakah dia harus masuk pagi pulang petang, atau adakah kebijakan yang mementingkan Prestasi dibandingkan Absensi.  Mereka lebih Kreatif dan Inovatif dalam bekerja pada saat tertentu tanpa keterikatan Waktu yang mengekang.  Saat ini banyak perusahaan yang membebaskan Jam Masuk dan Jam Pulang selama jumlah Jam Kerja sesuai aturan dan Performa tidak terganggu.  Hal ini banyak terjadi terlebih pada pekerjaan Front Line seperti Marketing, Business Development dan lainnya.

  1. 3.    Hubungan Baik dengan Atasan

Jika Anda memiliki Atasan yang menyebalkan tentu sangat tidak nyaman, dan hal ini tidak menjadi pilihan banyak profesional dalam memilih sebuah perusahaan untuk bekerja.  Hubungan Atasan dan Bawahan bukan lagi bagai Majikan dan Budak, namun sudah mengarah pada Rekanan atau Partnership.  Hubungan Atasan dan Bawahan adalah sebuah Kolaborasi dan Sinergi menjaga Produktivitas Perusahaan mencapai Target yang ditetapkan.

  1. 4.    Membantu Rekan bukan Prioritas

Persaingan dalam sebuah Departemen dan Divisi bukan hal aneh, sehingga jarang Anda memperhatikan banyak orang yang lebih memperioritaskan rekannya dalam mencapai hasil dibandingkan pekerjaan sendiri.  Saat ini dengan adanya KPI (Key Performance Indicator) maka setiap Individu memiliki Kewajiban dalam Pemenuhan Target setiap Periodenya.  Waktu mereka dalam membantu rekanan lain, terlebih jika berbeda KPI akan berkurang dan bukan prioritas utama.  Hal ini juga berlaku bagi kerja tim, diman setiap anggota tim sudah memiliki KPI sendiri-sendiri yang harus dipertanggung jawabkan pada Atasannya masing-masing.

  1. 5.    Bekerja di Luar Kantor

Bekerja dibelakang meja seperti halnya Pegawai Kelurahan atau Kantor Samsat, bukan lagi tren kerja saat ini.  Banyak perusahaan yang membebaskan Tempat Kerja para karyawannya selama Kinerja tetap terpenuhi dan tidak mencapat complain dari Pelanggan atau Customer.  Kebebasan Tempat Kerja dapat memicu Inovasi dan Kreativitas Individu dalam menyelesaikan Proyek yang ada, darimanapun dan kapanpun selama ada koneksi teknologi informasi yang handal, maka pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

Leave a Reply