Tips Pemimpin Menghadapi Karyawan Perfeksionis

Tips Pemimpin Menghadapi Karyawan Perfeksionis
Tips Pemimpin Menghadapi Karyawan Perfeksionis

Memiliki karyawan perfeksionis mungkin menjadi dambaan bagi sebagian besar pemimpin. Karyawan perfeksionis tentulah akan membuat suatu kinerja lebih sempurna karena mereka akan berusaha mengerjakan suatu tugas tanpa celah sedikitpun. Anda bahkan tidak perlu melakukan perbaikan ataupun supervisi yang mendalam. Sebagaimana ulasan mengenai Menghadapi Atasan yang Perfeksionis, secara umum bagi Pemimpin dalam Menghadapi Karyawan mereka yang Perfeksionis tidak ada bedanya, hanya perlu penyesuaian sudut pandang semata.

Perlu Anda pahami bahwa tak selamanya karyawan perfeksionis akan menguntungkan dan memberi dampak positif bagi sebuah perusahaan. Mereka yang merupakan karyawan perfeksionis akan memandang sesuatu secara mendetail, sehingga sulit menerima suatu kesalahan pada pekerjaannya maupun rekannya. Lalu akhirnya orang tersebut menjadi tidak bisa menetapkan Prioritas, mengganggu Deadline kerja, dan Hubungan dengan rekan kerja pun menjadi terhambat.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh pemimpin dalam menghadapi karyawan perfeksionis ini? Bagaimana upaya untuk mempertahankan etos kerjanya yang sudah baik namun perlahan mampu menghilangkan hal-hal yang dapat mengganggu proses kinerja perusahaan? Berikut akan dijelaskan tips bagaimana pemimpin menghadapi karyawan perfeksionis:

1.  Obsesi pada Kesempurnaan

Orang yang menganggap dirinya perfeksionis akan selalu menampilkan kesan baik pada atasannya. Namun menurut Robert Steven Kaplan, seorang guru besar di Havard Business School dan Karina Dwiyani, M.Psi, pemiliki biro konsultasi psikologi dan sumber daya manusia mengatakan keperfeksionisan akan menjadi masalah apabila seseorang sudah terobsesi pada kesempurnaan dan cenderung kompulsif. Oleh karenanya diperlukan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi anak buah yang perfeksionis. 

2.  Lihat sisi Baiknya

Meskipun memiliki anak buah yang terlalu perfeksionis mungkin dapat membuat seorang pemimpin menjadi frustasi. Namun sebaiknya Anda mampu melihat sisi baik dari karyawan tersebut. Menurut Karina, keperfeksionisannya tersebut menandakan anak buah Anda mendedikasikan hati dan pikirannya untuk perusahaan. Mereka cenderung konsisten untuk menghasilkan kinerja yang terbaik karena mereka menetapkan standar kinerja yang lebih tinggi.

3.  Berikan Pekerjaan yang Sesuai

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus memutar otak untuk memberikan suatu pekerjaan yang sesuai bagi karyawan yang perfeksionis. Berikan pekerjaan yang menuntut kejelian dan ketelitian tinggi untuk menyelesaikan suatu tugas. Hindari pekerjaan yang berhubungan dengan manajerial kerja ataupun kecepatan kerja, karena bisa saja pekerjaan tersebut justru akan memperlambat kinerja kelompoknya.

4.  Tingkatkan Pengenalan terhadap Diri Sendiri

Berikan sebuah pesan moral terhadap karyawan perfeksionis ketika mereka mulai membuat masalah, seperti sikap yang mencoba menjatuhkan mental rekan kerjanya. Anda bisa menanamkan sebuah pesan untuk meyakinkan bahwa tak selamanya kesempurnaan diperlukan untuk meraih tujuan yang besar.

5.  Beri Pelatihan

Agar karir karyawan perfeksionis tidak jalan di tempat maka perlu diberikan suatu pelatihan untuk meningkatkan mutu serta kualitas kinerjanya. Karina menyarankan diperlukan role model untuk memudahkan transfer saran dan pengetahuan. Role model ini bisa dari orang yang dikagumi oleh sang perfeksionis atau bisa dari sesama orang yang dulunya perfeksionis.

6.  Berhati-hati ketika Memberikan Umpan Balik

Seorang perfeksionis tentu sulit untuk menerima kritik atau umpan balik tentang pekerjaannya. Oleh karenanya hal yang harus dilakukan yakni tanyakan pendapatnya bagaimana cara untuk meningkatkan kinerjanya di kemudian hari. Menurut Karina, hal ini akan membuat seorang perfeksionis membeberkan masalah serta hambatannya dalam mengerjakan suatu tugas.

Memiliki karyawan perfeksionis tentulah menjadi tantangan tersendiri terutama bagi seorang pemimpin. Oleh karenanya perlu dilakukan Tips khusus untuk mengendalikan sikap karyawan yang perfeksionis

Leave a Reply