Tips Membentuk dan Mengembangkan Budaya Perusahaan yang Baik

Tips Membentuk Budaya Perusahaan Yang Baik
Tips Membentuk Budaya Perusahaan Yang Baik

Ikhtisar.com – Budaya perusahaan merupakan hal terpenting yang harus dimiliki setiap organisasi maupun perusahaan. Budaya perusahaan mutlak diperlukan karena merupakan faktor yang menjadi dasar keberhasilan Transformasi, Merger, Integrasi, pertumbuhan yang agresif ataupun Inisiatif Strategis lainnya. Namun pada kenyataannya membentuk sebuah budaya perusahaan seringkali tidak sejalan dengan pernyataan tersebut. Membentuk dan Membangun Budaya Perusahaan yang Baik perlu langkah-langkah yang Fundamental dan Strategis.

Lazim jika ditemukan seorang Eksekutif Senior yang mengeluh bagaimana Budaya, Perilaku, dan Pola Pikir yang salah dapat menghambat perubahan yang telah dirancang. Oleh karenanya diperlukan Budaya Perusahaan untuk mendukung organisasi agar berkinerja unggul. Berikut ini akan dijelaskan beberapa Tips agar dapat membentuk Budaya Perusahaan yang Baik:

1.  Prinsip “know your staff as well as know your customer

Perusahaan seringkali lebih ‘menspesialkan’ pelanggannya daripada karyawannya sendiri. Memang tak salah dengan pernyataan ini, karena seringkali ditemui perusahaan berani menginvestasikan biaya yang tidak sedikit untuk lebih mengenal pelanggannya daripada karyawan. Padahal perusahaan yang baik memiliki sebuah mekanisme yang rutin digunakan untuk mengetahui sentimen dan kondisi karyawannya tersebut. Perubahan budaya harus dimulai dari kecerdasan serta pemahaman seorang pemimpin dalam mengetahui dan mengenal apa yang dipimpinnya.

2.  Prinsip Keselarasan antara Budaya dan Strategi Perusahaan

Prinsip ini mutlak diperlukan untuk menyelaraskan bagaimana visi, misi, budaya perusahaan, dan perilaku yang diharapkan. Hal ini tentu bergantung pada hati karyawan yang akan melaksanakannya. Sering dijumpai pada suatu perusahaan dimana seorang pemimpin meminta karyawannya untuk mengadopsi suatu perilaku tertentu namun keterlibatan karyawan justru sangat minim dan karyawan akan cenderung untuk menghindarinya. Hal yang harus dilakukan apabila terjadi situasi semacam itu adalah pendekatan terhadap karyawan dengan mendetailkan tema-tema yang merupakan penjabaran budaya perusahaan di lingkup aktivitas pekerjaan karyawan sehari-hari.

3.  Melibatkan Karyawan untuk merancang Manifestasi Budaya Baru

Hal ini dilakukan agar karyawan mampu mengaplikasikan tema budaya perusahaan ke dalam isu-isu bisnis yang dihadapi dilapangan. Proses penemuan sendiri ini tentu akan membawa ownership yang lebih besar karena akan berdampak langsung dan dapat dirasakan oleh karyawan.

Manfaat dalam melibatkan karyawan dalam proses penemuan manifestasi ini meliputi :

  • Dapat langsung diterapkan guna mengatasi kebutuhan bisnis jangka pendek yang kritis
  • Dapat membantu adopsi praktik dan perilaku baru yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit.
  • Memperlihatkan komitmen pemimpin guna memberdayakan serta mempercayai tingkatan yang ada dibawahnya.
  • Memberi kesempatan untuk menunjukkan keahlian dan penguasaan karyawan terhadap aspek tertentu.

Manfaat tersebut secara tidak langsung membantu proses perubahan budaya perusahaan yang tidak hanya mengartikulasikan budaya namun dapat dimasukkan kedalam perilaku sehari-hari.

4.  Mekanisme Formal dan Informal secara Simultan

Mekanisme formal perlu dibangun guna memfasilitasi budaya perusahaan yang baru serta perlu dilakukan dengan cara tandem terhadap perubahan budaya tersebut. Pemimpin perlu menemukan cara yang efektif guna memanfaatkan jaringan informal kedalam keseluruhan program perubahan. Jaringan informal ini hanya diketahui oleh karyawan yang menjadikan suatu manajemen sebagai role model. Pemimpin juga dituntut untuk fleksibel dalam menggunakan kedua channel formal dan informal ini dikarenakan sifat perubahan yang dinamis dan tidak statis.

Keempat hal tersebut dapat dijadikan upaya untuk membentuk suatu Budaya Organisasi yang berdampak besar bagi suatu visi dan tujuan sebuah organisasi ataupun perusahaan.

Leave a Reply