Pelajari Tipe Berikut maka Anda siap menjadi Orang Sukses

Dikutip dari Forbes, ada beberapa Orang yang mempunya Potensi tidak akan pernah Sukses dalam Karir atau Hidupnya, karena beberapa Perilaku dan Sikap mereka.  Walau setiap orang ingin merasakan sukses dalam Pekerjaan atau Profesi, namun Sifat dan Perilaku Anda sangat Dominan menjadi Pengaruh Besar dalam Keberhasilan.  Beberapa Kepribadian yang menjadi penghadang jalan sukses Karir Anda adalah :

1.  Mudah Tertipu.

Pengertian Mudah Tertipu bukan berarti Anda tidak pintar dalam membaca situasi, namun lebih kepada Nilai Kepercayaan yang terlalu tinggi kepada pihak lain, perusahaan atau orang.  Ketika Anda mendapatkan sesuatu hal yang Anda sendiri yakin bahwa hal tersebut adalah sebuah kebohongan maka alangkah bijaksananya jika Anda berlaku adil pada diri sendiri, dengan tidak diam menerima atau pasif.  Jadilah Pribadi yang Asertif dengan berani berkata tidak dengan alasan yang tepat.

2.  Kolot.

Pikiran Tradisional mungkin cukup bermanfaat dalam beberapa hal, namun dengan semakin berkembangnya jaman, dengan begitu banyaknya informasi teknologi yang cepat berubah, maka pra pemikir kolot pun akan menjadi kendala bagi kemajuan.  Anda mungkin akan sering mendengar, bahwa mereka telah terbiasa melakukannya seperti ini atau seperti itu.  Tidak sulit menemukan orang-orang dengan kategori kolot ini, mereka cenderung berkumpul dengan keluhan dan ungkapan ketidakpuasan, dimana pada akhirnya akan menjadi sebuah triger negatif bagi Anda, dan sebaiknya hindari kelompok orang tersebut.

paranoid3.  Paranoid.

Hal konyol sering muncul pada saat orang merasakan ketakutan, dan tidak menutup kemungkinan Anda akan terimbas kesalahan dari sebuah perbuatan yang tidak dilakukan karena ketakutan berlebih rekan kerja.  Orang dengan perilaku seperti demikian selalu mencari jalan aman demi diri sendiri sekalipun perlu mengorbankan orang lain.

4.  Apatis.

Sikap tidak suka dengan orang lain dapat terlihat dari bahasa tubuh, ucapan atau tingkah pola lainnya.  Orang Apatis tidak mendapatkan kesenangan pada kesenangan Anda, semisal pada saat Anda mengambil cuti, mereka merasa tidak puas akan hal tersebut, sehingga akan berusaha mengganggu waktu cuti Anda dengan Telepon atau SMS nya.  Orang Apatis akan tampak sangat egois dengan diri mereka, dengan beberapa kalimat yang cenderung menyudutkan.

5.  Negative Thinking.

Disetiap Profesi akan ada orang yang selalu menjadi Pecundang dengan Pikiran Negatifnya akan Keberhasilan dan Prestasi orang lain.  Disekitar Anda pun ada Rekan yang mempunyai Perilaku dan Sikap Negatif akan keberhasilan Anda, maka segeralah berbenah dengan makin sering memberikan Kontribusi dan Performa Maksimal kepada Organisasi dan Atasan Anda, sedemikian mereka tidak akan lagi menganggap Anda sebagai Orang yang Beruntung.

6.  Gosip.

Biang Gosip sudah pasti hanya menjadi bungkus dalam sebuah pembicaraan, karena setelah itu akan lenyap ditelan waktu.  Jika Anda ingin mendapatkan Career Path yang Progressive, maka hindari Gosip dan Sumber Gosip.  Maju dengan Impian dan Harapan Anda akan Masa Depan sebagai Profesional Sejati, tanpa peduli akan hal-hal yang tidak penting, semisal Perilaku Atasan, Gaya Hidup Teman dan lainnya, yang mana secara tidak langsung tidak akan berpengaruh pada Karir Profesional Anda.  Pengembangan Karir terletak pada Diri Anda bukan pada Rekan Anda yang senang Bergosip.

7.  Selalu Berkata Maaf.

Minta maaf atas kesalahan atau kekeliruan yang Anda lakukan adalah Wajib, dan merupakan Sifat yang harus dikembangkan sebagai tabiat Positif, yakni mengakui Kesalahan dan siap Bertanggung Jawab atas Konsekuensi yang Terjadi.  Namun demikian jika Anda selalu berkata maaf dalam setiap ucapan, sekalipun Anda telah memberikan Hasil Optimal dalam sebuah Program, dengan itikad tidak Arogan dan Sombong, ucapan-ucapan tersebut hanya akan menunjukkan Anda sebagai Orang yang Kurang Percaya Diri.  Sikap Rendah Hati adalah Fundamental Sukses, namun jangan pula dibarengi dengan Perilaku Rendah Diri.  Cukup ucapkan kalimat, “Semoga Presentasi saya Bermanfaat dan Jika ada Masukan Saran, saya sangat Senang menerimanya”.  Anda tidak perlu berkata, “Maaf, jika presentasi saya kurang bagus, karena saya masih banyak belajar”.  Dua kalimat yang senada namun berbeda makna, yang satu Tetap Rendah Hati namun Percaya Diri, sedangkan yang satu terlalu Rendah Diri, walau dengan Maksud tidak Show Off.

ikhtisar.com

Leave a Reply