Tip Wawancara: Membuat Kesan Pertama yang Hebat

Dikatakan bahwa Bahasa Tubuh membuat dampak dan makna terbesar, diikuti dengan Nada Suara, dan akhirnya, dengan Kata-kata Sendiri. Hal ini berlaku terutama dalam Wawancara, di mana beberapa menit pertama Anda habiskan dengan calon Atasan yang bisa melihat Keberhasilan atau Kegagalan aplikasi Anda. Jika hal ini tidak berlaku, dapat dipastikan setiap pengusaha akan mempekerjakan pelamar hanya pada kekuatan dari Resume atau Hasil Tes. Wawancara Ini demikian penting untuk membuat Kesan Pertama yang Baik dan Hebat. Untuk itu maka Anda perlakukan diri Anda sebagai berikut:

Datang Tepat Waktu
Anda mungkin tinggal mengucapkan selamat tinggal pekerjaan ini jika datang terlambat untuk wawancara, Pakaian Bermandikan Keringat karena berlari-lari dan Rambut acak-acakan atau berantakan.  Cobalah Anda luangkan waktu ekstra untuk kemungkinan Ramainya Lalu Lintas, Parkir yang penuh, Cuaca Buruk dan Lift yang Lambat. Namun, toh jika Anda datang 15 sampai 20 menit lebih cepat dari jadwal, jangan pula langsung mendatangi meja penerima tamu untuk memberitahukan kehadiran-karena ini mungkin akan memberikan tekanan yang berbeda pada pewawancara. Sebaliknya, cobalah Menghela Nafas dan Menyegarkan Diri di Kamar Kecil, atau Minum Kopi di Kafetaria sebelum waktunya tiba.  Anda akan lebih santai dan dapat menikmati suasana Wawancara nanti.

Pakaian Rapi dan Tepat
Tunjukkan kepada Manajer yang akan merekrut Anda cara berpakaian yang pantas dan baik.  Setiap bagian sudah disetrika dengan licin seperti Celana, Kemeja atau Rok tampak selaras, serta Sepatu juga bersinar karena sudah di semir.  Jikalau Anda tidak yakin dengan standar Pakaian yang diminta, maka sebaiknya hubungi pihak Perusahaan yang mengundang Anda atau berlakulan secara Konservatif (Formal).

Berlaku Sederhana
Berlatih Menahan Diri adalah suatu kebajikan ketika datang ke Wawancara. Terlalu banyak hal-hal yang tidak penting (tidak peduli seberapa baik) tentu dapat mengganggu pewawancara. Anda pun akan bersikap “kikuk” dan “kaku” dalam sesi Wawancara nantinya.  Jadi perhatikan hal berikut:

• Gunakan Minimal Make-up, baik Perhiasan dan Parfum.
• Atur Gaya Rambut Anda secara Konservatif.
• Hindari Gerakan Tubuh yang Berlebihan (gerakan tangan, mengangguk, mengangkat bahu).
• Berlaku Polos dan Sederhana.

Jaga Hubungan Interpersonal dan Percaya Diri
Walaupun mungkin tampak tidak adil untuk dihakimi hanya dari pertemuan singkat (wawancara), kenyataan bahwa 80% Keputusan Mempekerjakan seseorang berdasarkan Kepribadian Kandidat, dan hanya 20% pada Keterampilan dan Ketrampilan (Skills).  Anda perlu lakukan beberapa Latihan dalam hal ini untuk menghadapi Wawancara:

Jabat Tangan dengan Sungguh. Jika tangan Anda basah, coba bersihkan dengan air hangat dan keringkan dengan baik.
Lakukan Kontak Mata. Para ahli menyarankan untuk menjaga kontak mata tidak lebih dari 10 detik untuk menghindari menatap. Hati-hati juga untuk menatap mata saja. Jangan biarkan mata Anda berkeliaran, misalnya.
Jaga Punggung Lurus ketika Berdiri atau Duduk. Bergeraklah dengan Percaya Diri. Duduk sedikit ke depan dari kursi Anda.
Bertanyalah. Jangan hanya Mengangguk dan Setuju sepanjang waktu.  Pelajari lebih dalam apa yang pewawancara katakan, atau tanyakan tentang pekerjaan dengan lebih terinci.
Dengarkan baik-baik, Tunjukan Ketertarikan dan Berbicara dengan Jelas.
Bersikap Diplomatik. Tidak ada pernyataan negatif atau komentar yang menghina tentang pekerjaan sebelumnya, kolega atau pengusaha.

Sebelum dilakukannya wawancara, perbaikilah Keterampilan Komunikasi Anda. Tata bahasa yang baik dan pidato koheren adalah wajib. Dengarkan diri Anda ketika berbicara-apakah Anda cenderung Mengoceh, Terburu-buru, atau Mengambil Jeda terlalu lama? Berbicaralah dengan anggota keluarga dan teman-teman, Bacalah dengan Lantang atau Berlatih di depan cermin untuk menjadi Komunikator yang baik.

Berpikir Positif dan Percaya pada Diri Sendiri. Jika Anda tidak berpikir Anda memiliki apa yang diperlukan untuk sukses, bagaimana Anda bisa meyakinkan calon atasan untuk mempekerjakan Anda?

Leave a Reply