Tip Wawancara – Jadilah Pendengar yang Baik

Tip Wawancara - Jadilah Pendengar yang Baik

Tip Wawancara – Jadilah Pendengar yang Baik

Pendengar yang baik adalah pembicara yang baik, dan tidak berlaku sebaliknya.  Seketika pada saat Anda menghadapi sebuah wawancara, belajarlah menjadi seorang pendengar yang baik.  Apakah Anda baik dalam mendengarkan (baca: memperhatikan)? Inilah pertanyaan menarik karena mendengarkan atau menyimak, tidak hanya mendengar, namun sebuah keterampilan yang perlu diasah. Dan mampu mendengarkan dengan baik, berarti Anda memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan selama wawancara kerja.

Keterampilan mendengarkan (listening) yang baik, bagaimanapun, tidak terjadi begitu saja. Anda harus bekerja dan berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkannya.  Mendengarkan secara aktif mengharuskan pendengar menerima dengan baik pesan pembicara yang diucapkan dan yang tak terucapkan. Ini bisa sulit karena sangat sering, pendengar begitu sibuk berpikir tentang apa yang dikatakan pembicara agar tidak kehilangan seluruh isi pembicaraan. Jika Anda ingin menjadi komunikator yang efektif, terutama dalam wawancara kerja, Anda perlu mengembangkan keterampilan aktif Anda mendengarkan (listening).  Perlu diingat bahwa listening bukan hearing, perlu tambahan perhatian dan fokus bukan hanya mendengarkan ucapan.

Salah satu cara untuk membantu Anda menjadi pendengar yang lebih baik adalah dengan membuat catatan saat mendengarkan. Berikut beberapa alasannya.

• Ini memberikan pewawancara pesan non-verbal bahwa Anda serius dan Anda menghargai apa yang pewawancara sampaikan.  Keseriusan Anda dengan membuat catatan singkat memberikan nilai lebih terhadap pewawancara.
• Catatan membantu Anda menimbulkan pertanyaan signifikan ketika pewawancara bertanya, “Apakah Anda memiliki pertanyaan?”.
• Mereka membantu Anda dengan tindak lanjut komunikasi Anda karena merujuk pada komentar tertentu atau topik yang dibahas dalam wawancara. Semakin spesifik dan jelas tindak lanjut Anda, semakin besar akan membuat kesan yang baik pada pewawancara.

Tetapi sementara sebagian besar pewawancara akan menghormati kebutuhan Anda untuk mendapatkan informasi yang akurat, beberapa mungkin melihat catatan Anda hanya menjadi pengalih perhatian. Jadi sebelum Anda mulai mengambil catatan, selalu mintalah izin terlebih dahulu.

Petunjuk Lainnya yang membantu:

• Bersikap Bijak. Jangan membuat pertunjukan besar atau berlebihan dengan mengambil lembaran kertas dari tas Anda.
• Menjaga Kontak Mata bahkan pada saat mencatat. Terus melihat dan memperhatikan pewawancara. Jangan memberinya kesan bahwa mencatat lebih penting daripada benar-benar mendengarkan dia.
• Jika Pewawancara Terganggu, hentikan catatan Anda. Sangat baik untuk membiarkan catatan Anda terlihat langsung. Jangan mencoba menulis kalimat lengkap, tuliskan kata-kata kunci atau pertanyaan akan dilakukan.
• Setelah Wawancara, tinjau ulang coretan Anda untuk mengisi Kekurangan dan Melengkapi Pikiran Anda.

Leave a Reply