Tip Sukses Interview Layaknya seorang Professional Expert, cukup Gunakan Bahasa Sederhana

Tip Sukses Interview Layaknya seorang Professional Expert
Tip Sukses Interview Layaknya seorang Professional Expert

Kesulitan banyak orang dalam mencari pekerjaan, salah satunya karena belum mampu “mengalahkan” pewawancara, saat menghadapi interview awal. Beberapa perusahaan akan membuat proses interview berjenjang, mulai dari screening awal oleh Tim Rekrutmen, interview User atau Calon Atasan, Kepala Divisi HRD hingga wawancara ke level Direksi. Nah bagaimana Anda dapat memperoleh pekerjaan idaman, jika mengawali sebuah interview saja masih sering mandek atau mental. Bagaimana sikap Anda menghadapi kondisi ini? Berikut adalah Tip Sukses menjalani Interview Layaknya seorang Professional Expert, tidak perlu “tampak” intelek, cukup dengan menggunaka frase sederhana yang mudah dimengerti.

Interview adalah kesempatan Anda untuk unjuk gigi atau jual diri. Dan sebuah interview yang memenangkan pewawancara, akan berlanjut pada interview berikutnya, hingga perwakilan perusahaan akan “yakin” bahwa Anda adalah kandidat terbaik mereka. Bagaimana Anda dapat memilih kata-kata yang simple namun efektif.

Marilah pertimbangkan beberapa tata bahasa berikut ini :

Frase yang Harus Dihindari

Cobalah untuk tidak menggunakan frasa seperti “Saya tidak berpikir saya pernah memiliki kegagalan”, atau “Saya tidak pernah melakukan kesalahan”, atau “Saya selalu memberikan 110% dalam pekerjaan”. Frase tersebut tampak menjelaskan ketidakjujuran Anda, dan pewawancara akan dengan mudah mengetahuinya. Yang diperlukan adalah meyakinkan pewawancara melihat bahwa Anda mampu menghadapi situasi menantang. Jangan pernah mengatakan bahwa Anda mampu mengatasi tantangan tersebut, karena hal ini justru akan menambah masalah dalam wawancara.

Cerita mengenai kegagalan akan lebih menarik bagi pewawancara mencari tahu potensi dan kemampuan kerja Anda. Cobalah meramu kata-kata seperti, “Di mana saya telah gagal, selalu penting bagi saya untuk belajar mengenai apa yang terjadi sehingga saya bisa membuatnya berhasil pada waktu berikutnya”, atau “Saya akan mencoba dan menempatkan praktek yang benar sehingga saya tidak membuat kesalahan”, atau “Saya berusaha tetap fokus pada pekerjaan saat ini dan mencoba agar tidak terganggu oleh hal-hal  tidak penting”.

Selalu Berbicara tentang apa yang telah Anda pelajari

Dunia berkembang dengan pesat, banyak hal-hal baru yang dikembangkan dan dibuat sepanjang waktu. Penting bagi Anda untuk berbicara tentang apa yang sudah dipelajari dan bagaimana hal ini telah membantu Anda untuk berkembang. Anda mungkin tidak melakukannya, namun dengan membaca buku, surat kabar, menonton TV akan memberikan gambaran informasi baru yang bisa digunakan kelak.

Selain itu, dengan mengikuti seminar, workshop, pelatihan dan lainnya akan menambah wawasan dan pengetahuan Anda.  Pewawancara ingin tahu dengan tidak pastinya kegiatan belajar dan pengembangan formal melalui perusahaan, apakah Anda dapat mencari informasi sendiri dan melakukan sesuatu yang berguna.

Membangun Percakapan

Wawancara yang sukses akan berujung ibarat sebuah percakapan. Anda jangan mengomel tentang peristiwa lalu atau orang-orang dimana Anda bekerja. Pewawancara tidak perlu tahu alasan Anda meninggalkan pekerjaan lama karena masalah orang-orang didalamnya. Mereka hanya ingin tahu apa yang akan Anda lakukan untuk membantu tim mencapai target. Untuk itu, dengarkan pertanyaan, dan tanggapi dengan ungkapan-ungkapan seperti “Terdengar seperti tantangan yang sangat menarik yang Anda hadapi”, atau “Saya pernah dalam situasi yang sama dan pengalaman telah membantu saya untuk bagaimana bisa berurusan dengan cara berbeda”, atau “Saya senang Anda bertanya seperti itu karena hal itu adalah sesuatu yang saya sukai”.

Jangan Menghindar dari Kelemahan Anda

Semua orang pasti punya sesuatu aktivitas yang mereka tidak handal melakukannya. Seperti misal menggunakan MS Excel, Menulis laporan atau Menyampaikan presentasi, setiap orang akan memiliki sesuatu yang tidak mampu melakukannya dengan baik.

Ketika Anda ditanya tentang hal-hal seperti ini, jangan fokus pada seberapa buruk Anda dalam melakukan tugas itu, cobalah berbicara bagaimana Anda telah menemukan cara untuk memastikan hal itu tidak menghentikan Anda dari melakukan pekerjaan yang baik. Misalnya, “Saya menggunakan MS Excel, dan tahu bahwa aku tidak selalu mendapatkan formula yang tepat. Ketika itu terjadi saya meminta bantuan dan memberikan saya kesempatan belajar lebih baik”, atau“Saya tahu bahwa presentasi membuat saya gugup, jadi ketika saya diminta untuk melakukannya, saya memastikan akan mendapatkan umpan balik dari manajer saya dan berlatih beberapa kali agar yakin tentang isi presentasi “. Anda telah membantu pewawancara melihat bahwa Anda sadar diri dan tidak takut untuk menjadi anggota yang berguna bagi tim.

Meninggalkan Kesan Positif

Pastikan Anda telah memperkenalkan diri dengan baik, dan Anda meninggalkan ruangan dengan kesan positif. Ini berarti, Jabat Tangan ketika bertemu dan berpisah. Ketika bertemu katakan sesuatu seperti “Terima kasih telah mengundang saya untuk wawancara, sepertinya menjadi sebuah kesempatan yang menarik untuk mencari tahu lebih lanjut, dan bagaimana agar saya bisa cocok dengan tim dan perusahaan Anda”, dan “Ketika saya mencari tahu informasi perusahaan, saya terkesan dengan peluang ini “.

Ketika Anda bersiap-siap untuk pergi maka katakan sesuatu seperti “Terima kasih untuk bertemu dengan saya, dan akan sangat baik bagi saya mendapatkan umpan balik dari wawancara ini. Mudah-mudahan kita akan dapat bertemu lagi segera “.

Sukses tidaknya sebuah Interview, cukup dengan menggunakan Tata Bahasa yang Sederhana dan mudah dipahami. Perkenalan singkat tidak akan memberikan gambaran besar mengenai diri Anda, maka sajikanlah diri Anda sesederhana mungkin dan mudah dimengerti pewawancara. Kesan pertama harus positif, Kesan kedua pun tetap dijaga positif sebelum Anda meninggalkan tempat dengan Kesan Terakhir yang positif.

Interview layaknya seorang expert tidak melulu menggunakan bahasa langit atau bahasa dewa, memperbanyak kosa-kata asing, melulu hanya berbicara teoritis. Justru Anda harus tampil simple dan praktis, penuh kejujuran dan faktual.

Leave a Reply