Tingkatan Kepemimpinan Delegasi Yang Perlu Diketahui

Tingkatan kepemimpinan delegasi yang perlu diketahui
Tingkatan kepemimpinan delegasi yang perlu diketahui

Alih-alih memikirkan delegasi sebagai isu kerja – apakah Anda perlu DELEGASI atau tidak – maka pertimbangkanlah bentuk delegasi dalam skala tertentu. Tingkatan kepemimpinan delegasi yang perlu diketahui ini sedikit banyak akan membantu implementasi ide program kerja Anda.  Hasilnya tentu akan lebih OPTIMAL dibandingkan Anda kerjakan sendiri.  Tentu dengan catatan semua proses delegasi berjalan BENAR dan BAIK.

Sebelumnya, Anda perlu pahami aturan 70% ketika harus mendelegasikan tugas kepada karyawan. Anda perlu juga membahas sifat KRITIS sebuah isu ketika menyangkut pendelegasian. Apakah berada di bawah garis standar atau tidak.  Jangan sampai kegiatan delegasi Anda justru GAGAL dan tidak bermanfaat.

Disini perlu adanya kerangka kerja yang membantu para pemimpin dan lini organisasinya sampai pada bingkai yang sama saat membahas isu yang didelegasikan setiap hari.  Seorang pemimpin mungkin akan mendelegasikan lebih banyak TANGGUNG JAWAB dari waktu ke waktu saat dia mulai PERCAYA dengan tingkat KOMPETENSI lini strukturnya.

Anda dapat pelajari parameter DELEGASI menjadi lima tahapan yang berbeda: Tingkat 1-5.  Sebenarnya, ada tahap keenam, yakni Level-0 dimana berarti TIDAK ADA DELEGASI. Kondisi Level-0 menegaskan sebuah bisnis dijalankan oleh “LAKUKAN APA yang SAYA KATAKAN“.  Kondisi dimana tidak ada OTORITAS atau pengambilan keputusan di luar pemimpin. Jika Anda membaca artikel ini, berarti Anda ingin melewati tahap ini.

“Lakukan Apa yang Saya Katakan, adalah DELEGASI Level-0”

#DEFINISI DELEGASI dalam KEPEMIMPINAN

Sebuah organisasi bisnis yang tumbuh berkembang, akan berisikan bermacam struktur fungsi kerja.  Jabatan terbawah hingga level manajemen tertinggi akan berbaur dan saling berkolaborasi.  Jika koordinasi dan konsolidasi berjalan SIMULTAN dan berhasil baik, maka proses kerja akan semakin cepat.

Struktur organisasi yang KOMPLEK tidak mungkin ditangani dengan cara OTORITAS.  Perlu adanya kesempatan bagi lini organisasi dibawahnya untuk mengemukakan IDE, PENDAPAT, SARAN bahkan TANGGUNGJAWAB.

DELEGASI adalah TINDAKAN memberikan sebagian TANGGUNGJAWAB dan WEWENANG kepada orang lain.  Dalam hal ini seorang pemimpin akan memberikan pada bawahannya, untuk melaksanakan kegiatan yang biasanya dikerjakan seorang pemimpin. Dan pemimpin bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukan bawahan tersebut.  Meski delegasi artinya mengambil alih kuasa, namun tanggungjawab terbesar tetap pada PEMIMPIN tersebut.

#CARA menjalankan DELEGASI

Menjalankan delegasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan karena ada RISIKO dan KETAKUTAN seorang pemimpin terhadap anak buahnya.  Unsur – unsur yang terkait dalam delegasi diantaranya :

  1. APA yang didelegasikan
  2. KOMUNIKASI TERBUKA kedua pihak
  3. ISI delegasi yang JELAS
  4. EKSPEKTASI pada orang yang diberi delegasi
  5. WEWENANG yang diserahkan
  6. PENGAWASAN dari pemimpin
  7. PIHAK penerima delegasi

Seluruh faktor terkait delegasi ini perlu disinkronisasikan sejak awal.  Seorang pemimpin perlu menjelaskan secara RINCI mengenai delegasi tugas, wewenang, tanggungjawab dan lainnya kepada anak buah.  Kepemimpinan delegasi merupakan proses pengembangan KEPERCAYAAN dari dan kepada anak buah.

#TINGKATAN DELEGASI dalam KEPEMIMPINAN

#1. Delegasi Level 1

Delegasi yang melibatkan bawahan untuk memberikan PANDANGAN AWAL mengenai sebuah isu atau keputusan. Tujuannya adalah agar karyawan mendatangi Anda dan menjelaskan apa yang mereka PELAJARI dan apa PILIHAN KEPUTUSAN yang potensial. Anda kemudian memilih dari beberapa pilihan tersebut karena Anda yang akhirnya membuat keputusan.

Tahapan ini cukup berguna membangun sinergi kepercayaan antara ATASAN dan BAWAHAN.  Disatu sisi atasan data melihat kompetensi bawahannya, dan disisi lain, bawahan melihat kepercayaan yang mulai ditumbuhkan.  KOMUNIKASI akan terbangun secara TERBUKA, dan terjadi pertukaran informasi dua arah.

#2. Delegasi Level 2

Tahapan ini adalah pengembangan delegasi level-1, dimana bawahan mulai memberikan ALTERNATIF dari TINDAKAN.  Bawahan mendapatkan kesempatan menentukan tindakan lanjutan dari masalah yang mereka hadapi.

Namun demikian masih ada proses yang berhak hanya diputuskan oleh atasan, yakni persetujuan dari tindakan atau AKSI bawahan.  Saat bawahan membawa sebuah ISU dan SOLUSInya, maka sebelum dieksekusi perlu adanya tanda-tanda SETUJU dari sang pemimpin.  Tingkat otonomi karyawan Anda sudah lebih jauh dari sebelumnya.

#3. Delegasi Level 3

Pengembangan dari kepemimpin delegasi sebelumnya, dengan TITIK BERAT pada momentum atau waktu tertentu.  Saat tim Anda sudah datang dengan masalah dan solusi, dan mereka akan tetap melanjutkan prosesnya selama tidak ada INTERUPSI ditengah perjalanan.

Diawal disebutkan bahwa delegasi berjalan sampai dengan aktivitas keputusan, kecuali ada wacana dimana pemimpin akan membatalkannya pada waktu tertentu.

Misalnya, kasus di mana seorang manajer memberitahu karyawan untuk melanjutkan rencananya kecuali jika mendengar dari atasan mereka dalam 24 jam ke depan. Jika mereka belum mendengar apapun, mereka akan dibebaskan untuk melanjutkan.  Singkatnya adalah KEPUTUSAN yang dipilih bawahan, silakan dieksekusi, kecuali ada PERINTAH dalam jangka waktu tertentu untuk DIHENTIKAN atau DIGANTIKAN.

#4. Delegasi Level 4

Tingkatan delegasi dengan membuat sebuah keputusan secara retrospektif (berlaku surut). Anda akan meminta karyawan untuk memberi tahu apa yang mereka lakukan setelah tindakan (keputusan) tersebut diambil. Ini adalah evolusi dari model persetujuan DELEGASI. Anda menginginkan tindak lanjut dari sebuah keputusan yang diambil anak buah.

#5. Delegasi Level 5

Tingkatan di mana Anda akhirnya mencapai delegasi penuh. Di sinilah kepemimpinan delegasi tidak ingin tahu APA dan MENGAPA keputusan yang dibuat, karena Anda sepenuhnya PERCAYA dengan kompetensi orang yang didelegasikan. Pada tingkat ini, Anda berkata kepada karyawan, “JAGALAH dengan cara Anda sendiri dan saya TIDAK PERLU TAHU apa yang Anda lakukan.”

Anda tampaknya benar-benar TAKUT memikirkan untuk pindah dari Level 0 sampai ke Level 5 dengan karyawan Anda. Itulah mengapa penting agar BERPIKIR bersama dari waktu ke waktu dengan tim Anda.  Anda perlu mendorong diri untuk membuat model KERANGKA KERJA seperti ini.  Kerangka kerja Delegasi level-5, dan membaginya kepada karyawan Anda.  Ini adalah cara untuk menjelaskan ARAH dan TUJUAN Anda bersama mereka dan bagaimana cara meraihnya.

Leave a Reply