Teknik Manajemen Waktu dalam Bekerja di Jakarta

teknik manajemen waktu dalam bekerja di jakarta

teknik manajemen waktu dalam bekerja di jakarta

Sangat tidak mungkin “mengatur” waktu, karena waktu hanya ada 24 jam sehari, 60 menit sejam dan 60 detik semenit.  Anda tidak dapat mempercepat atau memperlambatnya.  Itulah mengapa Anda memerlukan Teknik Manajemen Waktu dalam Bekerja di Jakarta.  Dalam aktivitas sehari-hari Anda tentunya mempunyai target penyelesaian task list, dan diperlukan pengelolaan kerja yang baik.  Pengelolaan kerja akan sangat terkait dengan kemampuan Anda mengelola waktu, sehingga masing-masing task list akan selesai sesuai tenggat waktunya.  Teknik Manajemen Waktu selalu berbicara mengenai kemampuan dan ketrampilan Anda mengatur diri sendiri.  Dikutip dari about.com inilah Teknik Manajemen Waktu efektif bagi Anda yang Bekerja di Jakarta.

1.  Buat Tujuan Prioritas

Dalam bekerja jika Anda tidak mempunyai tujuan (goals) yang jelas, maka Anda akan mengerjakan apapun yang tampak didepan dan dihadapan.  Dengan cara seperti itu, Anda akan terganggu oleh banyak hal sehingga tidak fokus pada pekerjaan pokok.  Buatlah prioritas dalam pekerjaan Anda, secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan.  Berikanlah rangking pada masing-masing tujuan (goals) Anda, berupa kategori sesuai tingkat Kepentingan dan Kegentingan, yakni Tinggi, Sedang, Rendah.  Dengan mengacu pada kategori Penting dan Genting Anda akan mudah memetakan pekerjaan setiap hari.  Terlebih situasi dan kondisi pekerjaan di Jakarta yang sangat padat, tanpa tujuan yang JELAS, Anda akan banyak membuang waktu dalam bekerja.

2.  Ikuti aturan 80/20

Aturan 80/20 sudah umum dikenal, atau istilah lainnya adalah Hukum Pareto.  20% dari kegiatan Anda akan berpengaruh terhadap 80% performa kerja secara keseluruhan.  Hukum Pareto  ini menegaskan bahwa Anda harus memprioritaskan waktu untuk tujuan utama kerja, bukan tujuan lainnya.  Apakah Anda sudah melakukan manajemen waktu yang baik dengan fokus pada 20% aktivitas yang berdampak pada 80% hasil?

3.  Belajar berkata “tidak”

Mungkin Anda sungkan menolak permintaan atasan atau bahkan rekan kerja.  Anda takut disebut sebagai orang yang tidak suka membantu atau bawahan yang suka berdalih jika diberi tugas pekerjaan.  Mulailah Anda menghilangkan perasaan tersebut, karena jika hanya karena rasa sungkan, Anda akan terbebani dengan banyak hal yang sifatnya “receh” dan “rigit”, sehingga akan terjadi banyak hal yang tidak terselesaikan.

4.  Hindari Penundaan

Penundaan bagaimanapun dapat berdampak negatif, dan jika seluruh task list harus diselesaikan, maka Anda akan terjebak dalam kondisi tergesa-gesa atau “rusuh”.  Dampak mengerjakan sesuatu yang terburu-buru tentunya akan berpotensi menghasilkan banyak kesalahan atau penyimpangan, dengan kata lain, tugas yang dikerjakan dengan terburu-buru akan berkualitas buruk.  Menghindari penundaan dapat dilakukan dengan Mencoret Tasklist yang tidak perlu, Mendelegasikan Tugas, Melakukan Sekarang, dan jika memang tidak selesai dan bukan prioritas maka Tundalah Esok.

5.  Dahulukan yang Dampaknya Besar

Dalam bukunya “Eat That Frog! 21 Great Ways to Stop Procrastinating”, Brian Tracy menjelaskan bahwa jika Anda diminta memakan Katak Hidup setiap pagi, maka sepanjang hari Anda akan merasa puas sebab telah melewati hal terburuk sebelumnya.  Pengertian Katak disini adalah Hal Terbesar, Hal Terpenting, Hal Terberat, atau Hal yang paling mungkin Anda akan tunda melakukannya. Jika Anda berhasil melakukan pada satu hal yang sangat ingin Anda tunda, maka hal-hal selanjutnya akan menjadi ringan dikerjakan.

6.  Eliminasi Waktu terbuang

Berapa lama waktu efektif Anda bekerja dalam sehari.  Tentunya ada waktu yang dipergunakan untuk kegiatan non produktif, seperti facebook, twitter, path, instagram atau lainnya.  Kecanggihan elektronik saat ini sudah banyak mengambil waktu penting Anda, dan jika berlarut-larut, sudah pasti task list Anda tidak akan selesai sesuai dateline.  Eliminasi kegiatan non produktif ini saat jam kerja, karena mereka hanya menjadi distraction bagi produktivitas Anda.

7.  Jadilah Terorganisir

Buatlah lingkungan kerja Anda seperti meja, kursi, laptop, kertas kerja, berkas dokumen dan lainnya terjaga rapi dan apik.  Hal-hal yang tertata akan memudahkan Anda melakukan kontrol terhadap pekerjaan.  File-file komputer dirapikan dalam susunan yang memudahkan Anda bekerja.  Dapat dibuat per tahun, atau dibuat berdasarkan KPI kerja.  Dengan menjadi terorganisir Anda pasti akan lebih produktif dan lebih efektif terhadap manajemen waktu.

8.  Jaga Kesehatan Anda

Kota Jakarta penuh dengan situasi dan kondisi yang tidak terduga, seperti macet, banjir cileuncang, pengaspalan jalan, pembuatan settle bis, dan lainnya.  Hal ini berpengaruh pada performa fisik Anda dalam perjalanan berangkat atau pulang kerja, sehingga menghindari tingkat stress yang selalu tinggi, Anda perlu meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga.  Olah raga ringan seperti jalan pagi, jogging, atau sekedar senam peregangan otot dan sendi, cukup untuk membuat kesehatan Anda terjaga.  Kesehatan Anda tentunya lebih mahal dibandingkan bensin, solar atau tiket tol yang Anda keluarkan setiap hari.

Teknik Manajemen Waktu dalam Bekerja di Jakarta sangat berhubungan dengan ketrampilan Anda mengelola diri sendiri.  Tidak hanya mengelola fisik jasmani, namun juga mental psikologis, sedemikian Anda akan mudah pula mengelola waktu kerja setiap hari.  Yang terpenting diingat adalah, Waktu adalah Terbatas, tidak dapat dipercepat dan tidak dapat pula diperlambat.

Leave a Reply