Tanda-tanda Karyawan Anda tidak Engaged

karyawan yang tidak engagedGosip, Komplain, Dusta dan banyak hal lainnya yang mengisyaratkan perilaku buruk dari Karyawan Anda yang terpisah secara personal dari tim dan organisasi mereka.  Ketidakterlibatan mereka dalam banyak pekerjaan secara emosional menjadikan perilaku-perilaku tersebut sering muncul.  Mereka yang menunjukkan ketidakpedulian dengan lingkungan kerja, rekan kerja bahkan masa depan perusahaan.  Hal ini akan berdampak buruk pada performa tim dan tumbuh kembang perusahaan dalam jangka panjang.  Berikut tanda-tanda bahwa karyawan Anda tengah menghadapi demotivasi dan terlepas dari keterlibatan aktif.

1.  Komplain.

Karyawan Anda merasa tidak pernah cukup dengan apa yang mereka perolah dan selalu komplain.  Terkadang komplain hanya masalah sepele, seperti urusan ATK, Proses dan Prosedur dan lainnya, yang mana tidak menjadi dasar sebuah keberhasilan kinerja pribadi atau tim.  Selalu merasa kurang dengan apa yang telah diperoleh dengan membandingkan terhadap orang lain.

2.  Banyak Alasan.

Menghindari tanggung jawab dan selalu menemukan alasan untuk menghindar adalah keahlian seorang karyawan Anda yang disengaged. Mereka mempunyai banyak alasan untuk menolah pekerjaan dan tanggungjawab.  Takut akan risiko, takut dampak dari penyimpangan dan lain sebagainya seolah menjadi pembenaran mereka dalam melepas sebuah kesempatan untuk memikul wewenang serta tanggungjawab.

3.  Hilang Antusias.

Ketertarikan dan antusias dalam sebuah proyek baru bagi sebagian orang adalah sebuah kesempatan untuk berprestasi, namun tidak demikian halnya dengan disengaged employee yang selalu hilang semangat dan gairah pada saat proyek baru dicanangkan.  Bayangan beban kerja yang menumpuk, tekanan dari berbagai pihak, dateline yang padat dan lain sebagainya menjadikan mereka kehilangan antusias kerja.

4.  Enggan Membantu Rekan.

Dengan tidak adanya semangat dan antusiasme kerja, maka bisa ditaksir bahwa karyawan yang disengaged akan enggan membantu rekan mereka.  Mereka berkata, “bukan pekerjaan saya”.  Mereka tidak ingin memberi lebih atau memberi diluar yang seharusnya.  Keinginan untuk membantu rekan kerja adalah hal yang tabu bagi karyawan yang lepas dari emosional kerja tim.

5.  Gosip.

Karyawan yang disengaged tentu suka berkumpul dan bergosip ria sesama mereka.  Saling membicarakan hal-hal negatif adalah antusiasme mereka sehari-hari.  Anda perlu paham bahwa gosip hanya akan menghancurkan moral dan mental tim, membentuk kelompok atau geng di dalam perusahaan.  Kelompok ini akan merusak keutuhan tim dan tujuan organisasi Anda.

6.  Bohong (Dusta).

Berhati-hatilah dengan anggota tim Anda yang sering berbohong, terutama dalam urusan pekerjaan atau anggota tim lain yang terlibat.  Hal ini akan merusak keutuhan tim dan kekompakan bersama.  Pisahkan mereka dengan perilaku demikian, sehingga Anda berhasil menyelamatkan banyak hal daripada sekedar satu orang karyawan.

7.  Sok Tahu.

Merasa senior, merasa paling pintar dan merasa paling tahu segalanya bisa jadi ciri-ciri karyawan Anda yang sudah disengaged dengan organisasi.  Pekerja buruk bertindak seolah mereka tahu segalanya dan menganggap orang lain tidak lebih baik dari mereka.

8.  Bekerja Sendiri.

Kerjasama atau kolaborasi adalah ciri kerja tim yang produktif, dan sebaliknya jika anggota tim Anda hanya mau bekerja sendiri, maka pertanda bahwa Anda memiliki karyawan yang lepas dari organisasi.  Karyawan dengan sikap demikian justru dapat menjadi pemicu perpecahan tim dan menjadi hambatan bagi kemajuan perusahaan.  Setiap sukses memerlukan kerjasama dari masing-masing anggota tim, tidak peduli posisi yang ditempati apakah seorang direktur atau hanya seorang entry data, semua membutuhkan satu dan lainnya.

9.  Tanpa Inisiatif.

Inisiatif adalah tanda seorang karyawan produktif dan peduli dengan masa depan mereka sendiri.  Sedangkan karyawan yang hanya bisa menunggu untuk diperintah adalah ciri karyawan entry level atau karyawan yang sudah tidak menginginkan pekerjaannya saat ini.  Karyawan dengan tingkat inisiatif rendah atau tidak ada inisiatif, perlu dibina terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan mereka keluar dari organisasi Anda.

10.  Kurang Tanggung Jawab.

Kurangnya semangat kerja berakibat sering mundurnya dateline kerja yang ditentukan.  Hal ini cukup fatal jika terkait dengan rekanan perusahaan yang berdampak pada brand image perusahaan.  Karyawan Anda yang sering terlambat datang kerja, atau ingkar dengan janji mereka merupakan ciri dari karyawan yang sudah lepas dari organisasi.

11.  Tidak mau Bertanya.

Karyawan yang lepas dari keterikatan kerja akan jarang atau bahkan tidak mau bertanya mengenai pekerjaan atau proyek yang tengah dijalankan.  Tidak mau tahu akan urusan kerja dengan tidak mau belajar adalah ciri-ciri demotivasi yang mengakibatkan mereka terlepas dari ikatan emosional kerja tim.

12.  Tidak mau Berkembang.

Mereka tidak mau menempatkan dirinya untuk belajar hal baru dan berkembang, secara kompetensi.  Mereka tidak ingin ikut tumbuh dan berkembang dengan perkembangan perusahaan.  Karyawan seperti ini justru akan membuat langkah strategis Anda berjalan lambat atau bahkan terjadi stagnansi.

13.  Bingung.

Karyawan Produktif tahu apa yang harus dikerjakan dan selalu fokus pada target yang ditetapkan.  Sedangkan karyawan yang disengaged (terlepas)  mudah berpaling pada pekerjaan lainnya sementara pekerjaan sebelumnya belum selesai.  Kebingungan atau Bimbang dalam menentukan prioritas kerja adalah salah satu perilaku disengaged yang harus diwaspadai.

Leave a Reply