Tanda-tanda Anda harus berbenah diri dalam karir

tanda karyawan tidak sukaSebagai seorang manajer mungkin Anda akan membawahi beberapa supervisor, dan sebagai seorang supervisor mungkin Anda akan membawahi beberapa staff.  Demikian seterusnya, dalam sebuah struktur organisasi, akan ada hirarki jabatan.  Secara umum jabatan dalam sebuah organisasi adalah Top Management –> Middle Management –> Low Level Management.  Top Management akan diisi para Direksi dan General Manager, kemudian disusul dibawah mereka adalah para Manager dan Supervisor, sebelum diikuti para officer atau staff operasional.

Mengacu pada piramida organisasi tersebut, maka jika Anda berada di level menengah, Anda akan banyak berurusan dengan para staff lapangan atau staff back office.  Dan jika ada hal-hal berikut yang terjadi, Anda perlu waspada dan segera berbenah diri agar karir masa depan Anda tetap on the track.  Anda dapat memperhatikan secara dekat, sejauh mana hubungan kerja dengan anggota tim, apakah Anda cukup populer dimata mereka dan menjadi atasan yang layak diikuti ataukah sebaliknya.  Berikut ulasan penting bagi Anda untuk mempertahankan jalur karir profesional tetap sesuai harapan.

1.  Tingginya Turnover dalam Tim Anda

Perputaran karyawan, keluar atau masuk, adalah sesuatu yang wajar terjadi.  Karyawan Anda dibajak oleh kompetitor dengan tawaran yang jauh lebih menarik tentu menjadi salah satu alasan wajar terjadinya turnover.  Namun demikian jika ada beberapa karyawan yang keluar dari tim Anda bukan karena alasan yang jelas dan logis, maka layak kiranya Anda bertanya-tanya.  Apakah hal ini terjadi karena sikap dan posisi Anda yang membuat mereka tidak nyaman.  Terlebih ketika karyawan mundur hanya beberapa saat setelah Anda merekrut mereka.  Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah apakah kesalahan Anda sebagai pimpinan?.

2.  Anda mendengar Komplain dari karyawan

Komplain dalam sebuah pekerjaan adalah hal yang wajar pula, sebagaimana sifat manusia yang labil dan emosional.  Namun ketika Anda sering mendengar komplain dari karyawan, maka segera sikapi dengan bijaksana, apakah masalah profesional yang menjadikan mereka komplain atau justru urusan personal.  Penting kiranya Anda tahu mengenai kondisi mental dari tim kerja, terlebih jika terjadinya setelah Anda memimpin sebuah meeting atau proyek baru.  Anda perlu sebuah ide yang menarik demi meningkatkan moral tim.

3.  Karyawan akan menghindari bertemu Anda

Menjadi seorang pemimpin dalam tim terkadang merupakan sebuah dilema, ketika Anda berbuat terlalu baik disangka lemah tidak berpendirian, dan sebaliknya ketika Anda tegas disangka tidak demokratis.  Menjadi pemimpin tim adalah pembelajaran sebagai fasilitator atau mediator dalam pencapaian tujuan organisasi.  Meski kebijakan Anda akan banyak mendapat pro dan kontra, namun selama karyawan masih mau bertegur sapa dan saling terbuka dalam komunikasi, Anda tidak perlu khawatir dengan posisi Anda.  Dan perlu segera menjadi pertimbangan ketika mereka satu dan lainnya akan berusaha menghindari tatap muka langsung dengan Anda.  Pertanda ini menegaskan bahwa kehadiran Anda sangat tidak nyaman bagi mereka, dan inilah saatnya Anda berbenah demi kelangsungan karir masa depan.

4.  Anda tidak peduli dengan perasaan karyawan

Kelangsungan sebuah organisasi terjadi karena orang-orang didalamnya merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam bekerja.  Dalam artian bukan berarti santai dan bebas, namun mendapatkan wewenang dan tanggung jawab dalam menentukan cara mencapai hasil kerja yang maksimal.  Ketika Anda selalu memaksakan cara-cara kerja Anda pada karyawan, dan tidak peduli dengan masukan serta perasaan mereka sebagai pribadi yang menghadapi langsung pekerjaan, maka lambat laun, mereka akan antipati dengan pribadi Anda, bukan dengan posisi dan jabatan Anda.  Apresiasi adalah cara untuk meningkatkan moral kerja tim, meski tingkat rutinitas sangat tinggi dan dinamis.  Manfaatkan waktu evaluasi dan review pekerjaan kepada masing-masing individu dalam tim Anda, untuk menggali lebih jauh mengenai moral dan mental kerja mereka.

5.  Anda terlalu berlebihan dalam bekerja

Kerja keras adalah rumus dasar yang tidak akan tergantikan untuk mencapai tujuan.  Tanpa kerja keras jangan berharap mukjizat akan turun dari langit.  Meski demikian sebagai seorang pemimpin organisasi, bukan berarti Anda akan selalu dan melulu menunjukkan kerja keras tanpa batas.  Sisi kemanusiaan akan mengatakan bahwa Anda adalah sosok yang sangat kaku dan tidak luwes dalam mengelola orang-orang.  Kerja keras tidak berarti Anda tidak memiliki waktu membina hubungan sosial dan personal, terlebih dengan anak buah dan karyawan.  Kedekatan secara emosional tetap perlu dibina meski tidak menjadi sebuah hubungan khusus yang teralau pribadi.

Leave a Reply