Tahukah Anda manfaat Sumbang Saran dalam sebuah Improvement Project?

sumbang saranSumbang Saran atau lebih sering dikenal Brainstorming adalah cara yang sangat efektif untuk mengumpulkan Ide atau Pendapat dengan partisipasi dari seluruh peserta yang terlibat. Melalui cara ini, diharapkan akan diperoleh masukan sebanyak-banyaknya dan menghasilkan pemikiran atau ide yang terbaik, untuk dipilih dan ditindaklanjuti.  Proses bersumbangsaran akan memberikan hasil yang luar biasa, bila dalam pelaksanaannya menerapkan ”Pola Berpikir Kreatif”. Yaitu, Upaya untuk mencoba menghubung-hubungkan berbagai hal yang pada mulanya kelihatan tidak berkaitan dengan topik yang sedang dibahas.  Dengan demikian, diharapkan ide-ide akan mengalir dengan deras.

Contohnya : Kreativitas team pembuat iklan yang menghubungkan antara jamu “Idaman” dengan “Rapat”, sehingga membawa konotasi pada pemirsa televisi bahwa istri yang tidak minum jamu itu, akan menyebabkan suami mencari alasan terus untuk pergi dari rumah.

Dalam berbagai kegiatan pengelolaan mutu, penggunaan Sumbang Saran (Brainstorming) mendapat porsi yang besar, terutama dalam upaya untuk menelusuri penyebab suatu persoalan, sehingga dapat menggali sedalam-dalamnya untuk menemukan akar persoalan.  Meskipun demikian, banyak orang menggunakan Alat Bantu ini tanpa terlebih dulu memahami prasyarat yang harus dipenuhi, agar pola berpikir kreatif dapat diterapkan.  Karena tanpa penerapan yang benar dari Pola Berpikir Kreatif, maka Sumbang Saran atau Brainstorming tidak akan berjalan efektif.  Prasyarat mutlak yang harus dipenuhi dalam berpikir kreatif adalah : “Menyadarikemungkinan adanya Ganjalan-ganjalan mental yang dapat menghambat kreatifitas”.  Kemudian, dengan kesadaran yang penuh tentang hal tersebut, berupaya untuk : “Menghilangkan ganjalan-ganjalan itu”.

Mengenali ganjalan-ganjalan yang menghambat pola Berpikir Kreatif diantaranya:

1. Ganjalan yang ditimbulkan sendiri.  Yaitu keengganan untuk berpartisipasi dalam kelompok, entah karena kurang percaya diri, atau merasa tidak akan didengarkan, tidak peduli terhadap topik yang dibahas dan sebagainya.

2. Terpola pada suatu jawaban.  Yaitu hanya memfokuskan pikiran pada satu jawaban bagi setiap persoalan.  Misalnya : Bila seseorang mengatakan bentuk meja, maka yang ada dalam pikiran

adalah segi empat atau bulat saja, padahal bila sedikit mau Berpikir sedikit Kreatif,bisa saja bentuk meja itu tidak beraturan, segitiga dan lain-lain.

3. Terpola pada Kesesuaian.  Biasanya ini terjadi dalam kelompok yang dipimpin oleh orang yang sangat dominan, sehingga anggota kelompok enggan mengemukakan ide dan lebih suka berteriak setuju saja. Hal ini sudah pasti akan menghambat kreatifitas.

4. Tidak mau menantang kenyataan.  Ganjalan ini sangat berhubungan dengan butir 2 diatas. Karena sudah terbiasa dengan suatu situasi atau kondisi tertentu, tidak mau mencoba berpikir untuk lebih baik lagi. Misalnya : Seorang anggota kelompok mengatakan bahwa pohon dengan ballpoint pasti tidak ada hubungan, padahal kalau saja kita mau berpikir kreatif, ternyata bisa melahirkan ciptaan baru berupa ballpoint berbentuk ranting pohon.

5. Menilai terlalu cepat.  Ganjalan ini bisa muncul dari pihak lain maupun dari dalam diri sendiri.

Misalnya : Belum lagi seorang anggota kelompok menjelaskan idenya secara lengkap, sudah dibantah oleh temannya, “…Akh itu tidak mungkin !” atau “…Ih, ide kamu absurd deh…!”. Tentu saja orang yang bersangkutan akan berhenti menyumbangkan ide.

6. Takut terlihat bodoh.  Ini adalah sikap yang paling manusiawi, semua orang tidak ingin dikatakan bodoh, sehingga berhati-hati dalam mengungkapkan pendapat, tetapi bila terlalu hati-hati bisa mengakibatkan tidak berani untuk menyampaikan apapun yang ada dalam pikiran, bahkan mungkin sudah malas mencoba berkreasi.

Bila semua ganjalan tersebut, dapat dihilangkan, proses Bersumbang Saran diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal. Disamping itu, agar proses sumbang saran dapat berjalan dengan lancar dan sukses perlu mendapat perhatian hal-hal dibawah ini, yaitu :

  1. Usahakan agar setiap orang yang terlibat dalam kelompok, turut berpartisipasi aktif mengemukakan ide atau pendapat. Jangan melarang orang untuk berbicara !
  2. Semua orang harus diberi kesempatan dan waktu yang sama, untuk mengemukakan ide, agar dapat dijaring ide atau pendapat yang sebanyakbanyaknya.
  3. TIDAK diperkenankan memberikan Saran, Komentar atau Kritik terhadap Ide yang dikemukakan.
  4. Semua Pendapat atau Ide adalah penting, oleh sebab itu harus direkam (dicatat) seluruhnya.
  5. Semua orang dalam Kelompok, disamping berperan sebagai “Pencetus Ide”, juga jangan lupa untuk berperan sebagai “Pendengar yang Baik” bagi ide atau pendapat yang dikemukakan orang lain, tujuannya agar dapat memanfaatkan ide atau pendapat tersebut untuk memperoleh ide yang lebih baik.
  6. Biarkan ide-ide yang aneh atau gila sekalipun bermunculan, karena itu adalah pertanda bahwa proses berpikir kreatif sedang berkembang baik.

2 thoughts on “Tahukah Anda manfaat Sumbang Saran dalam sebuah Improvement Project?

  1. bambang.hendrawanto February 12, 2014 at 9:21 PM

    bagai mana cara /contoh membuat sumbang saran yang baik

    • admin February 23, 2014 at 6:36 AM

      Sumbang Saran adalah contoh Kegiatan Improvement yang paling sederhana. Anda sudah tahu apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki sebuah permasalahan. Membuat Sumbang Saran adalah dengan menggunakan Tool yang disebut dengan Tree Diagram. Tree Diagram berisikan jenis-jenis kegiatan yang terkait dengan Perbaikan yang akan dilakukan. Berikut sebuah contoh Perbaikan Sumbang Saran
      “Tingginya biaya listrik setiap bulan”, maka beberapa Solusi yang dapat dilakukan adalah :

      1. Proses Penggunaan Listrik yang berlebih dikurangi, mis : Komputer dimatikan saat istirahat siang atau pulang kerja, Mematikan AC saat meinggalkan ruangan, dan lainnya.
      2. Proses Sosialisasi Penghematan Listrik, mis : Briefing pagi kepada seluruh Tim Kerja, Poster atau Sticker himbauan penghematan listrik, dan lainnya.
      3. Proses Monitoring dan Kontrol, mis : Evaluasi setiap pagi kepada office boy, Laporan biaya listrik sebelum dan sesudah Program Sumbang Saran Berjalan.
      4. Proses Standarisasi penggunaan listrik di setiap ruangan.

      Semoga Membantu

      ikhtisar.com

Leave a Reply