Prinsip Struktur Organisasi Perusahaan di Masa Depan

prinsip dasar struktur organisasi perusahaan masa depan
prinsip dasar struktur organisasi perusahaan masa depan

Bentuk organisasi merupakan salah satu tantangan besar bagi seorang pemimpin.  Akankah organisasi mereka cukup ramping namun produktif, ataukah padat karya dengan banyak orang, ataukah pula organisasi tradisional dengan berbagai fungsi.  Struktur Organisasi Perusahaan mendefinisikan bagaimana kegiatan seperti Alokasi Tugas, Koordinasi dan Pengawasan diarahkan pada tujuan organisasi.  Organisasi sendiri terbagi dalam 3 bentuk struktural yakni : Functional, Divisional dan Matrix.  Sebagai seorang pemimpin organisasi bisnis, Anda dituntut mampu melihat perkembangan pasar dan penyelarasan struktur organisasi yang ada.  Serta seiring perkembangan teknologi, ekonomi dan bisnis, Anda pun akan diminta untuk mampu membangun struktur organisasi perusahaan masa depan yang lebih baik untuk tumbuh kembangnya.

1. Struktur Organisasi Fungsional

Struktur Fungsional dibentuk agar setiap bagian organisasi dikelompokkan sesuai dengan tujuannya. Dalam jenis organisasi ini, misalnya, ada departemen marketing, departemen sales dan departemen production. Struktur Organisasi Perusahaan jenis Fungsional bekerja sangat baik untuk bisnis kecil. Masing-masing departemen dapat mengandalkan bakat dan pengetahuan para pekerja dan mendukungnya sendiri. Namun, salah satu kekurangan pada Struktur Fungsional adalah koordinasi dan komunikasi antar departemen. Komunikasi dapat dibatasi oleh batasan organisasi karena memiliki berbagai departemen yang bekerja secara terpisah.

2. Struktur Organisasi Divisional

Struktur Divisi biasanya digunakan pada perusahaan besar yang beroperasi di wilayah geografis yang luas atau memiliki organisasi kecil yang terpisah dalam kelompok grup  untuk mencakup berbagai jenis produk atau area pasar. Misalnya, Perusahaan Otomotif yang dikelola divisi – ada divisi mesin kecil, divisi kompresor, divisi suku cadang dan divisi lainnya untuk setiap wilayah geografis yang menangani kebutuhan secara spesifik. Manfaat dari struktur seperti ini adalah kebutuhan dapat dipenuhi lebih cepat dan lebih spesifik; Namun, komunikasi terhambat karena karyawan di divisi yang berbeda tidak bekerja sama. Struktur divisi mahal karena ukuran dan ruang lingkupnya. Usaha kecil dapat menggunakan struktur divisi dalam skala yang lebih kecil, memiliki kantor yang berbeda di berbagai kota, misalnya, atau menugaskan tim penjualan yang berbeda untuk menangani wilayah geografis yang berbeda.

3. Struktur Organisasi Matriks

Jenis struktur organisasi utama ketiga, yang disebut Struktur Matriks, adalah campuran dari struktur Divisi dan Fungsional. Biasanya digunakan pada perusahaan multinasional besar, struktur matriks memungkinkan manfaat struktur fungsional dan divisi berada dalam satu organisasi. Dapak dari hal ini dapat menciptakan perebutan kekuasaan karena sebagian besar wilayah perusahaan akan memiliki manajemen ganda – manajer fungsional dan manajer produk atau divisi bekerja pada tingkat yang sama dan mencakup beberapa wilayah manajerial yang sama.

Organisasi harus terbangun secara Efisien, Fleksibel, Inovatif dan Peduli dalam pencapaian keunggulan kompetitif berkelanjutan.   Struktur organisasi perusahaan juga akan menjadi cerminan bagi setiap individu bagaimana mereka melihat organisasi dan lingkungannya.  Saat sekarang ini sering terjadi Organizational Lag, yang menjadi ancaman terbesar para pemimpin bisnis.  Dunia telah berubah selama 25 tahun terakhir ini dan merupakan pernyataan yang kolosal. Anda pastinya telah mengalami berbagai gangguan – internet, smartphone, tablet, aplikasi, cloud, mobil self-driving, drone, virtual reality, dan masih banyak daftar lainnya yang berlanjut.

Tidak hanya dunia yang berubah, namun tingkat perubahan itu sendiri cenderung meningkat: inovasi beralih dari konsep ke kehidupan sehari-hari dengan kecepatan yang semakin cepat. Akibatnya, orang dan masyarakat sering berjuang untuk beradaptasi, mencoba menyesuaikan struktur dan norma sosial agar sesuai dengan kemajuan teknologi, seperti media sosial, modern parenting, inbox email berlebihan, atau lanskap politik yang didukung teknologi. Pada awal tahun 1970, Alvin Toffler menggambarkan perubahan dramatis ini cukup mengganggu dan berakibat menjadi Future Shock pada orang lain sejak perubahan kecepatan dan dampaknya.

Apa yang terlewatkan dengan sangat mengejutkan, bagaimanapun juga, adalah dampak yang terkait dengan orang-orang di dalam organisasi, dan pada organisasi itu sendiri. Kecepatan dan Ketangkasan jelas merupakan faktor keberhasilan bisnis pada abad ke-21, namun sebagian besar organisasi berjuang untuk mengikuti – atau bertahan – Teknologi baru, Pergeseran Model Bisnis, dan Persaingan Global.

Tentu, inisiatif “Transformasi” organisasi semuanya menjadi kegusaran hari ini. Tapi lebih seringnya adalah banyak diantara pelaku bisnis yang fokus mengatur ulang kursi-kursin organisasi dibandingkan benar-benar mengubah Model Organisasi. Bahkan ketika Gerakan Strategis yang ada sudah cukup jelas bagi orang-orang, membuat setiap orang selaras dan bergerak maju serempak dalam lanskap yang bergeser (shifting) tetap merupakan tugas yang signifikan.

Sebagai hasil dari semua ini, salah satu ancaman terbesar bagi kesuksesan bisnis di masa depan adalah sesuatu yang disebut Ketertinggalan Organisasi – Ketidakmampuan untuk beradaptasi  dalam langkah utama, dengan lingkungan Eksternal yang berkembang dengan cepat untuk tetap kompetitif. Ini pada dasarnya adalah konsep Future Shock yang diperluas ke dalam organisasi. Dan ketika organisasi bergerak terlalu lambat, mereka menjadi rentan terhadap gangguan – anggap saja Kodak, Blockbuster, Blackberry dan lainnya.

Berbagai penyebab dan gejala Lag Organisasi sangatlah menyakitkan dan semakin hari semakin memburuk, diantaranya :

  • Rata-rata pekerja menerima 122 email yang berlimpah setiap hari
  • Manajer menghabiskan lebih dari dua hari penuh dalam meeting setiap minggu
  • 80% pemimpin Struggle untuk eksekusi proyek yang membutuhkan keselarasan lintas fungsi
  • 95% karyawan tidak mengerti Strategi Bisnis Perusahaan mereka
  • 70% dari semua upaya Perubahan Organisasi (Organizational Change) mengalami gagal

Model organisasi tradisional, terutama yang berbasis pada struktur manajemen yang kaku dan hierarki yang ada batasan informasi dan komunikasi, hanya akan memperburuk masalah ini.  Sudah jelas bahwa keseluruhan konsep “organisasi” sudah cukup matang untuk ditemukan (reinvention) kembali. Perubahan mendasar dalam Bagaimana orang Berkomunikasi, Berkoordinasi, dan Berkolaborasi diperlukan untuk menghindari ketertinggalan organisasi dan terus berinovasi pada Produk (Product), Layanan (Service), Proses (Process), Pengalaman Pelanggan (Customer Experience), Business Model, dan Organisasi itu sendiri.

Terlepas dari jenis industri, perusahaan yang Merangkul dan Mendesain ulang organisasi mereka pada sekitar enam prinsip berikut akan meningkatkan kemampuan mereka untuk menentukan masa depan dengan baik sebelum diganggu perubahan:

  • Collaboration Frameworks (Kerjasama Pola Kerja)

Kemampuan untuk tim, kelompok kerja, departemen, unit bisnis, dan seluruh organisasi untuk membentuk dan membentuk kembali (Re-Form) jaringan semua pemain Internal dan Eksternal yang tepat untuk menggapai Tujuan, Proses, dan Ukuran (Metrik) tidak peduli berskala kecil atau besar.

  • Modular Best Practices (Modul Juknis Terbaik)

Mengembangbiakkan dengan baik Alat Bantu Kerja, template, dan Proses yang dapat diakses dan dikonfigurasi dengan cepat untuk memulai proyek atau inisiatif apa pun.  Karyawan saat ini butuh modulasi kerja yang Easy to Eat, tanpa harus menguras otak mereka berpikir bagaimana cara mengerjakannya.

  • Filtered Visibility (Pandangan yang Disaring)

Transparansi Proses Bisnis, Satuan (Metrik), dan Status Bisnis yang relevan dan Alur Kerja. Semuanya  harus saling bergantung, dengan cara memunculkan apa yang penting pada saat yang tepat.

  • Always-on Insight (Wawasan Aktif)

Data Kualitatif dan Kuantitatif, Analisis, dan Kecerdasan untuk mendukung pembuatan keputusan dan penyelarasan yang cepat di sekitar “sumber tunggal”.  Tidak ada namanya Kebenaran Absolut, dan inilah mengapa pemimpin bisnis perlu melihat setiap situasi dan kondisi dari berbagai sudat pandang.

  • Push-Pull Communication (Komunikasi Dua Arah)

Keseimbangan Komunikasi didorong keluar melalui alat tradisional seperti e-Mail dan Informasi lainnya. Informasi ini secara alami dimasukkan ke dalam pekerjaan sehari-hari.  Dan tidak terasa butuh usaha ekstra untuk mengakses dan meresponnya.  Komunikasi dan Informasi perlu dibentuk selaras dan seimbang.

  • Anytime External Guidance (Petunjuk Eksternal)

Akses kepada Pengetahuan dan Panduan ahli global yang paling relevan untuk meningkatkan efektivitas Strategi, Proses, atau Tugas tertentu.  Organisasi perlu memfasilitasi petunjuk dari external yang memiliki pandangan jauh lebih lebar dan dalam bagi perkembangan organisasi.

Meskipun prinsip ini adalah tipikal ideal, para pemimpin bisnis, penyedia teknologi, dan peneliti dapat mengeksplorasi solusi lain.  Solusi diseputaran faktor kesuksesan diatas demi masa depan.  Seperti Einstein katakan, “tidak ada masalah yang bisa diatasi dengan tingkat kesadaran yang sama yang mendasarinya”. Organisasi hirarkis tradisional mewakili kesadaran abad masa lalu. Pemimpin bisnis harus berhenti mengatur ulang kursi penumpang. Para pemenang di masa depan akan mengadopsi model organisasi baru yang menggabungkan Jejaring Sosial, Strategi Bisnis, dan Teknologi dengan cara yang benar-benar mengubah pekerjaan.  Bentuk struktur organisasi perusahaan masa depan akan berkutat dengan perubahan yang sangat cepat  dan sangat kompetitif

Leave a Reply