Bisakah Stres Jadi Motivasi Karir tetap Cemerlang

stres jadi motivasi karir tetap cemerlang
stres jadi motivasi karir tetap cemerlang

Banyak orang bertanya-tanya, bisakah stres jadi motivasi karir tetap cemerlang ? BISA!! Selama Anda mampu mengelola stres kerja dengan baik, karir akan tetap cemerlang.

Dalam menjalani pekerjaan, tentu ada saatnya Anda merasakan tekanan atau stress.  Tekanan bisa terjadi karena TUMPUKAN pekerjaan, DEADLINE yang makin dekat, tuntutan PELANGGAN atau lainnya.  Ternyata stres dapat juga diakibatkan karena Anda jenuh dengan pekerjaan yang dilakukan.

JENUH dapat diatasi dengan mencari motivasi diri melakoni hari demi hari.  Namun jenis stres akibat hubungan KOMUNIKASI yang kurang baik, KOMPENSASI dan BENEFIT yang tidak sesuai atau jenis pekerjaan yang tidak cocok dengan kompetensi Anda, merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah diselesaikan.  Anda perlu mencari tahu pilihan terbaik yang harus dilakukan demi keberhasilan Anda sebagai pribadi atau kesuksesan Anda dalam bekerja sebagai profesional.

Banyak cara yang dapat Anda lakukan demi mengelola stres lebih baik.  Stres dalam pekerjaan dapat Anda modifikasi menjadi sebuah motivasi dalam bekerja lebih bersemangat.  Berikut beberapa cara mengelola stres jadi motivasi agar Anda bekerja lebih baik, sehingga karir tetap cemerlang.

1.  Tentukan PRIORITAS Utama dan Terpenting.

Mengutip dari pelajaran Stephen R Covey tentang Perilaku Efektif, maka Anda harus menentukan Tujuan Akhir dalam bekerja, sehingga jalan dan langkah yang ditempuh adalah sebuah kepastian dan proses yang dapat dilalui.  Meski banyak banyak proyek yang harus deliverables dalam satu semester, namun Anda tetap menentukan pilihan pertama dari sekian banyak proyek.

Prioritas adalah langkah pertama mengamankan karir cemerlang Anda, karena hasilnya menjadi PENILAIAN KINERJA tiap periode.  Jika Anda memang merasa bahwa sebuah proyek tidak mungkin terjadi dalam waktu yang telah ditetapkan, maka alangkah bijak jika Anda mengungkapkannya diawal.  Jangan saat Anda berkata “ya”, namun hasil akhirnya tidak optimal.

2.  RENCANA KERJA yang Rapi.

Anda harus membuat agenda kerja yang rapi dan teratur setiap saat.  Sehingga target yang perlu diselesaikan dapat terpantau jelas dan sesuai timeline yang ada.  Target yang jelas tampak dalam agenda kerja, akan memudahkan Anda dalam membuat perencanaan yang MATANG dan proses kerja yang LANCAR.  Meski menjadi seorang yang bertanggungjawab dengan aktivitas lapangan, bukan berarti Anda tidak paham masalah administrasi.

3.  KOMUNIKASI Intensif dengan tim terkait.
Meski  rencana kerja telah tersusun dengan matang, namun adakalanya tidak bisa berjalan mulus, sebab hubungan dengan tim terkait yang tidak lancar. Anda perlu menyampaikan masalah ini pada orang-orang yang berkaitan dengan pekerjaan Anda. Mungkin saja ada rekan kerja yang bisa membantu Anda menyelesaikan tugas tersebut.

Komunikasi adalah pangkal dari sebuah hasil, baik POSITIF atau NEGATIF.  Anda tentu ingin hasil yang diraih MAKSIMAL bahkan melebihi EKSPEKTASI.  Maka bangunlah komunikasi terbuka dengan tim, lakukan konsolidasi dan koordinasi reguler tiap waktu.  Dengan demikian Anda akan mampu melepaskan stres di tempat kerja dan tidak membawanya pulang.

4.  Bangun JARINGAN Kerja yang solid.
Menjalin kerjasama dan pertemanan dengan rekan kerja dari divisi lain bisa sangat berguna untuk memperlancar pekerjaan. Proyek Anda mungkin tidak bisa berjalan sempurna dengan kekuatan sendiri, sehingga BANTUAN dan DUKUNGAN kompetensi tim lain sangat diperlukan.

Sesekali luangkan waktu untuk makan siang bersama atau hangout sepulang kerja untuk menjalin kekompakan.  Hubungan personal yang hangat sangat berdampak pada keberhasilan sebuah proyek.  Menyambung perilaku komunikasi diatas, maka jaringan yang solid juga terbangun karena komunikasi.  Intensitas tidak mutlak, namun kualitas pengembangan jaringan harus intensif.

5.  DELEGASI Tugas dan Wewenang.
Jangan meragukan potensi rekan kerja Anda, dan berikan kesempatan kepada mereka menunjukkan tanggungjawabnya. Dengan demikian Anda bisa mendelegasikan tugas dan wewenang agar pekerjaan bisa selesai lebih cepat.

Salah satu tujuan dari delegasi tugas kepada bawahan memang sangat berguna untuk mengurangi stres. Meski begitu Anda tetap harus mendampingi agar tidak terjadi kesalahan.  Pendampingan dalam delegasi tugas juga menurunkan risiko kegagalan kerja.  Dan Anda sangat paham, jika pekerjaan gagal, terlebih setelah Anda percayakan pada bawahan, yang ada hanya tinggal “STRES”.

Stres dan Tekanan adalah bagian dari pekerjaan Anda sehari-hari.  Meski penuh dengan beban dan tanggungjawab yang besar, bukan berarti Anda tidak dapat mengelola dan bahkan mengurangi tekanan kerja.  Tekanan kerja dapat Anda jadikan motivasi memberikan hasil yang lebih optimal.  Stres jadi motivasi Anda bekerja lebih baik dan dapat membantu tetap fokus pada pengembangan karir dan pekerjaan.

Leave a Reply