Strategic Planning, 5 Arrows Strategic Development

5 arrows strategic developmentSering Anda mendengar istilah Strategic Planning atau Perencanaan Strategis.  Perencanaan saat ini sudah menjadi bagian dalam Manajemen Strategi, yang harus diulas terlebih dahulu sebelum Anda dan Tim bergerak.  Perencanaan adalah bagian kecil yang cukup krusial dalam implementasi program kerja selanjutnya.  Tanpa perencanaan yang matang atau strategis maka dapat dipastikan tindakan yang diambil adalah tindakan emosional atau reaktif.  Istilah yang juga mungkin pernah Anda dengar ketika manajemen menghadapi situasi dan kondisi diluar prediksi adalah Panic Management, sehingga eksekusi menjadi sebuah reaksi yang sangat spontan tanpa pertimbangan matang dan mendalam. 

Planning dan Execution adalah paket unsur yang tidak terpisahkan, meski komposisi Planning atau Perencanaan hanya 10 sampai 15 persen, namun sangat menunjang keberhasilan Eksekusi dibelakangnya.  Mengacu pada buku “The 5 arrows of Strategy Management”, berikut ini akan kita bahas mengenai  langkah pengembangan Perencanaan Strategis (Strategic Planning).  Kelima hal yang sangat berpengaruh pada Strategic Development 

1.  Understanding

Pemahaman akan situasi dan kondisi.   Tidak ada rumusan khusus untuk meningkatkan pemahaman.   Semua tergantung dari ukuran organisasi, kompetisi pasar, kebutuhan pelanggan, pengambilan keputusan dan lainnya.  Pemahaman dapat diperoleh dengan survey pelanggan, audit, self assessment review.  Pemahaman adalah proses dasar yang wajib diketahui untuk tumbuh kembang perusahaan Anda.  Pemahaman akan karyawan, pemahaman akan produk dan servis yang dijual dan pemahaman akan kebutuhan pelanggan dan pasar.  Tak lupa Anda perlu tahu pemahaman akan kompetisi dan perubahan ekonomi, teknologi dan politik. 

2.  Crafting

Rumusan yang tepat dengan kondisi yang dihadapi.  Dirancang untuk tingkat korporasi, direktorat atau divisi dan departemen.  Crafting merupakan rumusan dari strategi, program, anggaran dan lainnya.  Dilakukan dengan rapat, diskusi terbuka, debat atau bahkan brainstorming.  Merumuskan dan mengambil keputusan  adalah proses yang menyenangkan, dimana perlu adanya masukan atau inputan dari pemangku kepentingan.  Dengan adanya masukan dari user maka Strategic Planning yang dihasilkan akan berkualitas 

3.  Commencing

Keberanian dalam bertindak dan melaksanakan perencanaan yang sudah ada.  Planning tidak hanya menjadi blue print yang terpajang manis dalam lemari.  Setelah proses perumusan dan dilanjutkan dengan eksekusi tindakan, maka setiap proses akan dapat diukur dan dievaluasi keberhasilannya.  Efektivitas dapat terlihat setelah sebuah Strategic Planning memasuki tahapan pelaksanaan atau commencing.  Jangan ragu dalam bertindak selama ada panduan atau petunjuk yang telah dituangkan sebelumnya. 

4.  Enhancing

Lebih cepat lebih baik, atau biar lambat asal selamat.  Momentum tidak akan muncul dua kali dalam waktu berdekatan.  Jika ada kesempatan tancap gas, maka lakukanlah.  Momentum perlu dimanfaatkan karena perubahan pasar dan pelanggan yang sangat dinamis, maka keputusan untuk segera bergerak cepat sangat berpengaruh pada pencapaian hasil akhir.  Akselerasi dapat menjadi sebuah sokongan moral bagi anggota tim, dimana target satu tahun dapat terpenuhi dalam 10 bulan misalnya. 

5.  Reviewing

Proses evaluasi dan kontrol dalam sebuah manajemen strategi adalah proses yang selalu dilalui untuk menjejakan kaki pada tahapan berikutnya.  Tanpa evaluasi dan review sebuah perencanaan dan tindakan tidak mempunyai standar yang pasti dan tetap. Evaluasi dan Review yang ibarat masuk pitstop, tidak berarti berhenti dalam pertempuran, namun adalah bentuk recharging the energy agar mendapatkan akselerasi dan kinerja lebih baik setelahnya.

Leave a Reply