Inilah Sosok Tak Dikenal dibalik Sukses Zara sebagai Perusahaan Dunia

Siapa yang tidak mengenal merek Zara, yang sangat identik sebagai label merek pakaian bermutu dengan harga terjangkau.  Lambat laun Zara makin diterima Dunia Fashion Elite, satu diantaranya yakni Redaktur Vogue Majalah Fashion, telah menghiasi 70% lemarinya dengan merek Zara.  Zara adalah salah satu perusahaan pakaian terbesar ketiga dunia, yang berdiri di Spanyol sejak 1985.  Konsep penjualan tanpa iklan dan hanya mengandalkan Word of Mouth menempatkan Zara mampu bertahan sampai saat ini.  Zara menunjukkan identitas Sang Pemilik yang tidak suka tampil wara-wiri dalam iklan, yaitu Amancio Ortega.  Saat ini Amancio adalah orang terkaya kedua di eropa, dan cukup tertutup dengan dunia jurnalis, sangat jarang tampil untuk sesi konferensi pers, wawancara dan undangan publikasi.  Foto beredar Sang Pemilik, hanya beberapa, yakni Foto di Kartu Identitas dan Foto Laporan Tahunan Perusahaan.  Terkadang sikap dan perilaku Amancio cukup menggelikan bagi banyak pihak, seperti saat kedatangan Pangeran Felix dari Kerajaan Spanyol, justru Wakil Perusahaan yang menyambutnya.  Demikian pula saat IPO (initial Public Offering) saham Inditex, Perusahaan yang menaungi Zara, Amancio justru tidak tampil bersama para Investor Perbankan, akan tetapi menghabiskan waktunya untuk makan siang di cafetaria kantor.

ZARA

Amancio lahir tahun 1936 sebagai putra seorang Pekerja Kereta Api, dan tidak pernah mengenyam pendidikan dasar.  Mulai bekerja pada usia 13 tahun karena ekonomi keluarga yang cukup sulit, sebagai Pengantar Pakaian.  Berikutnya bekerja sebagai Asisten Penjahit dan Pedagang Kain.  Dari situlah Amancio mulai belajar bahwa Rantai Distribusi bisa sangat dikurangi demi menekan harga jual.  Mengantar langsung pakaian kepada konsumen tanpa distributor, mengurangi kerumitan dan biaya yang tidak perlu.

Ketika bekerja sebagai manajer toko pakaian, Amancio berinisiatif untuk membuat Gaun Rumah dengan motif bunga dari bahan yang lebih murah untuk dijual kepada banyak perempuandi La Coruna.  Setelah itu dia juga membuat Piyama dan Gaun Malam untuk menyuplai toko-toko dan semuanya diantar sendiri.  Pada akhirnya Amancio berhasil mendirikan pabrik baju sendiri tahun 1963.  Dan tahun 1975 Toko Pakaian Zara pertama dibuka di Spanyol.  Hal-hal yang menjadikan Zara bertahan dalam Dunia Fashion adalah:

1.  Inspirasi Kehidupan Dunia Wanita dan Laki-laki.  Tanpa melulu melihat sebuah konsep Fashion yang Mewah, Zara justru memanfaatkan Gaya Hidup yang ada dalam menciptakan Produknya.

2.  Kontrol Kualitas yang Intensif.  Amancio turun langsung dalam menjamin kualitas Lini Produksi dan Penjualan.  Ini menunjukkan bahwa Kualitas menjadi Pilihan Utama dalam setiap Produk yang akan diluncurkan.

3.  Pemberdayaan Tenaga Internal Perusahaan.  Dalam hitungan hari Zara mampu melakukan pembuatan dan pendistribusian pakaian setelah peragaan busana, dengan harga terjangkau dan dengan Sumber Daya Perancang Sendiri.

4.  Eksklusifitas  Produk.  Meski mampu membuat Produk secara Massal, Zara selalu membatasi Jumlah Produksi dan berfokus pada Variasi yang Lebih Besar dan Design Baru.

Zara adalah Produk yang mudah didapatkan dengan konsep Sederhana, Fleksibel dan Cepat.  Konsep Kesederhanaan Amancio ini menjadi Pelajaran khusus dibanyak Institusi Pendidikan.

ikhtisar.com

Leave a Reply