Single Tasking atau Multi Tasking, Pilihan tepat menjadi Produktif

singletasking versus multitaskingIstilah Multitasking sudah tidak asing, namun terkadang banyak kita yang masih salah pengertian antara definisi multitasking atau multitalent.  Multitasking merupakan aktivitas yang dilakukan bersamaan, dan dapat berdampak pada hasil yang kurang maksimal.  Sementara Anda mengerjakan laporan keuangan, Anda masih berbicara dengan rekan kerja mengenai hasil penjualan.  Multitasking bukanlah hal yang baik.  Multitasking dapat menurunkan produktivitas dikarenakan Anda tidak fokus pada sebuah permasalahan.  MultiTasking bukanlah MultiTalent, jika Anda melakukan multitasking meski Anda seorang multitalent, hasil akhir tetap tidak akan maksimal.

Menurut Devora Zack, CEO Only Connect Consulting, dalam tulisannya berjudul Singletasking: Get More Done-One Thing at a Time, Zack menyatakan bahwa tidak ada hal yang dinamakan multitasking. Mungkin Anda berpikir bahwa Anda bisa melakukan teleconference sambil menulis laporan dan mengirimkan pesan singkat pada rekan kerja, namun ternyata Anda tidak melakukan apapun karena tidak dapat memfokuskan diri pada salah satu aktivitas tersebut. Hal tersebut telah membuat tenaga Anda menjadi sia-sia.

Anda merasa dengan multitasking telah menunjukkan kompetensi yang tinggi, dan Anda akan tampak ibarat seorang yang smart, mampu efisien dalam bekerja.  Atau dalam sebuah pepatah yang cukup dikenal adalah sekali merengkuh dayung satu dua pulau terlampaui.  Multitasking sebaiknya dihindari dan digantikan dengan Singletasking, atau kerja berurutan.  Dalam pelajaran elektronika di sekolah menengah Anda tentu pernah mendengar istilah SERIAL atau PARALEL.  Nah, multitasking adalah Paralel, sedangkan singletasking adalah Serial.  Tidak salah Anda berpindah dari satu pekerjaan kepada pekerjaan lainnya, namun dengan satu kondisi wajib, yakni Satu Pekerjaan Selesai, dan berlanjut pada Pekerjaan Lainnya.

Zack, dalam tulisannya, memberikan beberapa tips untuk menghentikan multitasking. Gantilah perilaku Anda ingin tampak pintar dengan multitasking menjadi singletasking yang lebih efektif dan efisien.

1.  Pilihlah Satu Tugas dan berkomitmen untuk menyelesaikannya

Menurut Zack, singletasking artinya melakukan satu hal pada satu waktu dan tidak mengerjakan hal lain. “Artinya Anda harus fokus berkomitmen untuk menyelesaikan tugas tersebut,” ungkap Zack. Namun bukan berarti Anda harus menyelesaikan tugas tersebut sampai tuntas. Anda bisa saja memberikan jangka waktu dalam menyelesaikan tugas tersebut baru berpindah pada tugas yang lain. Zack  memberikan contoh Pomodoro Technique. “Anda menyelesaikan satu pekerjaan selama 25 menit (satu pomodoro) lalu rehat selama lima menit,” ungkap Zack. “Entah itu mempergunakan pomodoro atau tidak intinya fokus menyelesaikan satu tugas pada satu waktu adalah hal yang bagus,” tambahnya.

2.  Mencari tempat untuk menuangkan inspirasi

Ketika Anda sedang menulis email untuk klien Anda dan tiba-tiba muncul ide cemerlang bagi klien Anda yang lain. Respon seorang multitasker sejati adalah langsung membuka email baru dan menuliskan idenya tersebut. Tanpa Anda sadari Andapun melupakan email yang harus Anda tulis untuk klien Anda yang sebelumnya. Salah satu cara bijak untuk menghadapi hal tersebut adalah dengan menuliskannya secara singkat pada notes Anda. Dengan cara ini Anda tidak kehilangan ide cemerlang Anda dan tetap bisa melanjutkan email yang Anda tulis.

3.  Carilah Waktu Bebas Anda

Menurut Zack, Andalah yang mengontrol lingkungan bukan lingkungan yang mengontrol Anda. Rekan kerja dan notifikasi dari jejaring sosial Anda adalah salah dua hal yang dapat Anda kontrol. Jika ruang kerja Anda memiliki pintu, tutuplah pintu tersebut sehingga Anda tidak dapat diganggu. Jika Anda bekerja di kubikel, tulislah pada sticky notes bahwa Anda sedang tidak ingin diganggu. Atau berikanlah tanda lain yang memberikan pesan bahwa Anda tidak ingin diganggu. Buatlah gadget Anda pada silent mode, sehingga Anda tidak terganggu dengan notifikasi yang masuk.

4.  Alokasikan Waktu Anda untuk setiap Tugas

Membalas email, pesan singkat ataupun pesan di jejaring sosial dengan cepat merupakan salah satu hal yang membuat Anda kehilangan fokus. Berikanlah jatah waktu untuk mengecek jejaring sosial Anda setiap harinya. Misalnya waktu mengecek email adalah pada pagi hari sebelum mulai bekerja, saat makan siang dan sebelum waktu kerja Anda berakhir.

5.  Istirahat sejenak

Fokus dalam menyelesaikan satu pekerjaan bukan berarti Anda tidak bisa isitirahat. Ketika Anda sudah merasa lelah, Anda bisa rehat sejenak sebelum melanjutkan tugas Anda. Namun harus ingat untuk kembali fokus dalam menyelesaikan tugas Anda.

6.  Katakan ‘tidak’

Terkadang kita merasa sulit untuk menolak satu tugas yang diberikan pada diri kita. Padahal Anda sendiri memiliki banyak tugas yang harus diselesaikan. Namun ternyata hal tersebutlah yang menghancurkan produktivitas Anda. Menurut Zack, mengatakan ‘tidak’ tidak membuat Anda terkesan egois. “’Tidak, saya tidak bisa melakukannya sekarang’ dan ‘Tidak, saya tidak akan melakukannya,’” adalah dua hal yang berbeda,” ungkap Zack. “Maksudnya adalah Anda ingin fokus untuk menyelesaikan tugas Anda pada saat ini terlebih dahulu baru mengerjakan tugas lainnya,” tambah Zack.

7.  Minta orang lain untuk Mengingatkan

Mengubah kebiasaan buruk memang bukan hal yang mudah. Anda bisa meminta tolong keluarga, teman ataupun rekan kerja Anda untuk mengingatkan Anda agar tidak melakukan multitasking. “Jika orang-orang di sekitar Anda memahami bahwa Anda berusaha untuk fokus mengerjakan tugas Anda dan tidak ingin diganggu, merekapun akan berpikir dua kali sebelum mengganggu Anda,” ungkap Zack.

Comments
  1. Ig | Reply
    • Ikhtisar | Reply

Leave a Reply