Simple Leadership DNA, Pelajaran 4 : Rendah Hati (Humble)

simple leadership DNA, pelajaran 4Pelajaran terakhir dalam seri kepemimpinan Simple Leadership DNA ini adalah Rendah Hati (Humble).  Perilaku atau sikap yang harus dimiliki seorang Leader, dan yang akan menjadikannya sebagai Best Leader.  Rendah Hati bukan berarti rendah diri atau tidak percaya diri.  Rendah hati menunjukkan sikap sebagai seorang yang mau terbuka dengan orang lain, membuka mata dan telinga, membuka pikiran dan perasaan, dan membuka tangan untuk siapa saja yang ada disekitarnya.

Pemimpin adalah orang yang membutuhkan pengikut, tanpa adanya pengikut tidak mungkin Anda diassign sebagai pemimpin, meskipun hanya dua orang yang bersama Anda.  Makin tinggi posisi kepemimpinan Anda akan semakin kencang angin berhembus dan akan semakin sakit jika Anda jatuh karenanya.  Untuk itulah dengan sikap dan perilaku Rendah Hati (Humble) akan terjaga kharisma dan sosok kepemimpinan Anda, sehingga jika waktunya telah tiba, sang pemimpin akan turun dari singgasana dengan dukungan dan sokongan orang-orang sekitar mereka yang mengiringi dengan air mata dan tangisan.

Pelajaran kepemimpinan tentang Rendah Hati ini sudah menjadi rumusan disetiap organisasi besar dunia.  Kerendahan Hati (Humility) merupakan salah satu faktor utama dalam kepemimpinan.  Berikut ini faktor-faktor dalam kepemimpinan yang menjadikan karyawan atau pengikut merasa sebagai bagian penting dikarenakan sikap pemimpinnya yaitu :

  1. Kerendahan Hati (Humility), seperti mau belajar dari kritikan dan mengakui kesalahan
  2. Memberdayakan (Empowerment) orang-orang mereka untuk belajar dan berkembang
  3. Berani Bertindak (Act to Courage) dengan mengambil risiko pribadi demi keberhasilan lebih besar
  4. Tanggung Jawab (Responsible) kepada tim untuk berhasil dalam tugas dan kewajiban

Cara berlatih menjadi pemimpin rendah hati

#Rendah Hati artinya tiada pamrih yang diinginkan selain keberhasilan tim dan individu-individu didalamnya.  Berpijak pada keadaan bahwa pemimpin tidak dapat berdiri sendiri, Anda telah melegitimasi pertumbuhan dan pembelajaran masing-masing orang.  Dengan mengakui kesalahan diri sendiri, maka Anda pun telah meyakinkan kepada pengikut bahwa kesalahan itu dapat terjadi kapanpun.  Dengan adanya kelemahan ini, maka sifat rendah hati akan memperkuat setiap personal untuk saling mendukung dan memperkuat.

#Terlibat dalam dialog atau diskusi, bukan debat.  Mendengarkan orang lain artinya melihat sudut pandang yang berbeda.  Keterlibatan dalam sebuah diskusi akan meningkatkan validasi Anda terhadap perspektif yang unik dari masing-masing tim.

#Menerima Ketidakpastian.  Melihat keadaan yang mungkin sangat kompleks dengan berbagai macam tawaran solusi, perlu kiranya seorang pemimpin menawarkan kepada orang lain untuk maju dengan solusi mereka.  Anda tidak mempunyai semua jawaban atas masalah yang ada, mengapa malu mengakuinya.   Dengan menerima masukan dan solusi dari pengikut, telah menunjukkan sisi rendah hatinya seorang pemimpin

#Role Model sebagai Pengikut.  Pemimpin yang baik adalah pengikut yang baik pula.  Anda perlu kiranya menunjuk seseorang untuk berlaku sebagai kepala proyek dan diikuti oleh setiap orang termasuk diri sendiri.  Dengan memberdayakan salah satu mereka sebagai “pemimpin” dan menjadikan lainnya sebagai “pengikut”, ini menjadi sebuah pembelajaran efektif dan membuka perspektif Anda dalam bertindak.

Perilaku rendah hati merupakan pijakan utama menjadi seorang pemimpin sejati.  Pelajaran kepemimpinan dari buku Simple Leadership DNA ini merangkum perilaku utama pemimpin dalam pemberdayaan anggotanya sehingga bisa merasakan sukses dan keberhasilan secara bersama.

Leave a Reply