Simple Leadership DNA, Pelajaran 3 : Kelemahan, Masalah, Kesalahan dan Kegagalan

simple leadership DNA, pelajaran 3Menjadi seorang leader bukan berarti Anda adalah yang terkuat, bukan pula tidak mempunyai masalah, tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak mengalami kegagalan.  Sebagai pemimpin dan sebagai orang kebanyakan Anda pasti pernah mengalami satu diantara beberapa hal tersebut.  Pemimpin sejati adalah yang mau menerima kelemahan, mendalami masalah, mengakui kesalahan dan memperbaiki kegagalan.  Menyambung dari pelajaran pertama dan kedua, berikut ini adalah pelajaran ketiga dari buku Simple Leadership DNA, karya Suhartono.

#Kelemahan

Dapatkah Anda menunjukkan salah satu kelemahan yang menjadi penghalang dalam karir atau kehidupan.  Jika Anda dapat menyebutkan satu atau dua hal, kemudian menuliskannya pada secarik kertas, dan Anda letakkan diatas meja sehingga akan selalu tampak setiap saat.  Dengan begitu Anda telah membuat sebuah kesepakatan pribadi untuk memperbaiki atau menutupi kelemahan.  Kelemahan Anda mungkin sulit dihilangkan, namun dapat dikombinasi dengan kekuatan Anda, dan dengan semakin menonjolkan kekuatan, Anda telah menutupi kelemahan tersebut.

Pemimpin tidak harus sempurna, namun tim yang Anda pimpin harus mampu mencapai kesempurnaan, dengan kerjasama, sinergi, saling mengisi dan saling mengerti.  Kelemahan akan menggiring Anda peduli pada orang lain yang dapat membantu, dan demikian pula sebaliknya, dengan kekuatan yang dipunyai Anda pun akan senang membantu tim untuk sukses.

#Masalah

Tiada sebuah proses yang lewat dari masalah, bahkan sekecil apapun.  Semisal Anda mempunyai beberapa tujuan kerja, dan sudah didelegasikan kepada masing-masing anggota tim, dalam perjalanannya akan selalu muncul masalah yang berakibat performa tim tidak maksimal.  Masalah yang muncul akan melatih Anda semakin bijaksana dan dewasa menghadapinya dan semakin lihai dalam pengambilan keputusan.  Yang utama dalam mengantisipasi permasalahan adalah jangan sampai menjadi sebuah kesalahan, terlebih kesalahan berulang.  Pemimpin memerlukan kecepatan berpikir, intuisi dan tindakan, serta keberanian mengambil risiko.  Keahlian inilah yang mengasah kepemimpinan semakin baik.

Cara menghadapi sebuah masalah akan menjadi pembeda antara satu tim dengan tim lainnya.  Saat menghadapi masalah, bukan reaksi yang pertama kali harus dimunculkan, namun pemikiran dan mindset Anda dan tim yang harus dikondisikan melihat masalah.  Dengan membedakan antara Fakta dan Asumsi, maka lebih cepat Anda menyelesaikan masalah.

#Kesalahan

Tidak mungkin rasanya dalam sebuah proses tidak terjadi kesalahan.  Kesalahan dapat timbul dengan sengaja ataupun tidak sengaja.  Sebuah proses yang bermasalah dikarenakan situasi dan kondisi lingkungan yang tidak disengaja dapat berakibat kesalahan dalam penanganan dan pengambilan keputusan.  Kesalahan yang terjadi harus dievaluasi dan dicarikan standar baru sehingga tidak muncul dikemudian hari.  Pengetahuan dan ketrampilan Anda dan tim seharusnya dapat mengantisipasi masalah yang ada, dan dapat pula meminimalisasikan kesalahan.

#Kegagalan

Ujung akhir dari sebuah masalah dan kesalahan adalah kegagalan.  Namun kegagalan bukan akhir dari perjalanan sebagai pemimpin.  Pemimpin sejati akan bangkit dan memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan.  Kegagalan adalah pembelajaran untuk memperbaiki pengambilan keputusan. 

Setiap pemimpin tentunya memiliki kelemahan, masalah, kesalahan dan kegagalan.  Perbedaan antara yang menang dan yang kalah adalah bagaimana cara menghadapi semau hal tersebut.  Pemimpin akan selalu melihat dari sisi positif apa yang dihadapinya.  Kelemahan, masalah, kesalahan dan kegagalan adalah kondisi yang harus dihadapi bukan untuk dihindari.

Leave a Reply