Simple Leadership DNA, Pelajaran 1 : Menyederhanakan (Simplify)

pelajaran pertama simple leadership DNA simplifySeorang pemimpin adalah panduan dan role model dalam setiap tindak tanduknya.  Pemimpin adalah orang yang sanggup Walk to Talk, Mengerjakan apa yang Diucapkannya.  Apa yang dilakukan seorang pemimpin adalah apa yang diucapkannya.  Pemimpin tidak akan berkata “A” jika bukan “A”, dan tidak akan mencari cara agar pendengarnya bingung.  Pemimpin adalah orang yang mampu menjelaskan hal sulit kepada orang lain.  Dari hal ini tampak sesuatu yang membedakan seorang manajer dari seorang leader, yakni kemampuan dalam menyederhanakan (simplify).  Semakin sederhana sebuah kasus dijelaskan, akan semakin mudah diselesaikannya.  Dikutip dari buku berjudul “ Simple Leadership DNA, karya Suhartono dan Cyltamia Irawan”, inilah Pelajaran Pertama dalam serial Kepemimpinan, Simple Leadership DNA : Simplify. 

Rumit dalam sebuah proses “mungkin” menjadi pertanda orang yang membuat proses tersebut berpola pikir detil, dalam dan jauh kedepan.  Namun dalam hubungan komunikasi antar individu, kesederhanaan jauh lebih penting dan akan menunjukkan kemampuan seseorang melihat jauh kedepan.  Semakin Anda sederhana dalam berkomunikasi, semakin cerdas Anda menyelesaikan masalah.  Dan inilah tandanya seseorang layak sebagai pemimpin, mempunyai  kemampuan menyederhanakan sebuah masalah (simplify). 

Mengapa menjadi pemimpin harus mampu melakukan simplifikasi

1.  Anda berhubungan dengan banyak orang yang memiliki pemahaman berbeda.  Dan dengan kemampuan memberi contoh atau asosiasi, setiap anggota tim akan melihat permasalahan sebagai sebuah permainan yang menantang.

2.  Semakin tinggi posisi Anda sebagai pemimpin akan semakin besar permasalahan yang dihadapi dan semakin beragam.  Dengan keahlian menyederhanakan masalah, maka waktu akan teralokasi efektif dan efisien.  Anggota tim dapat menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa menguras banyak perhatian atasan.

3.  Arus informasi sangat cepat dan beraneka macam, dan tidak semuanya dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.  Pemimpin harus melihat mana yang penting dan mana yang sampah, mana yang logis dan mana yang emosional.  Pemimpin harus mampu menentukan perbedaan data mana yang valid dan mana yang fiktif.

4.  Tidak ada kesempurnaan dalam sebuah proses berjalan.  Tidak mungkin semua perencanaan harus dicapai dengan hasil gemilang, dan dengan demikian diperlukan adanya skala prioritas dalam bertindak. 

Pemimpin adalah sosok yang akan mencetak pengganti dan penerusnya kelak.  Untuk itulah Anda diajari bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin yang sukses, yakni mempunyai kemampuan menyederhanakan sebuah masalah atau kasus.  Dengan begitu Anda telah mengajarkan anggota tim pada sebuah cara berpikir sederhana.  Kemampuan Anda berpikir sederhana akan tertular kepada orang-orang lainnya, dan ketika mereka menghadapi masalah, maka mereka akan siap pada sebuah penyelesaian.

Pemimpin yang cerdas tidak akan berlama-lama dalam posisinya sekarang, karena pengganti yang disiapkannya telah menanti dan dia pun telah ditunggu oleh kesempatan pada strata lebih tinggi.  Semakin Anda sering belajar menyederhanakan masalah akan semakin cepat kepemimpinan Anda tumbuh.  Pemimpin adalah orang yang mampu melakukan simplifikasi, baik tindakan, perencanaan ataupun pengambilan keputusan.

Leave a Reply