Siapa Butuh Siapa adalah kenyataan dalam Karir Profesional, maka perhatikan langkah Anda

Mengutip dari Jobstreet.com, tentang Siapa butuh Siapa, mungkin Anda akan terkesima, bahwa dalam sebuah Korelasi Hubungan Kerja antara Karyawan dan Perusahaan akan terjadi Komunikasi yang mungkin tarik menarik atau saling mempertahankan.  Adakalanya Perusahaan yang diwakili seorang Pimpinan seperti Manajer akan terkesan cuek dan kurang peduli terhadap Karyawannya.  Sering Anda mendengar seorang manajer berkata, “Kalau masih mau bekerja silakan, dan jika sudah tidak mampu maka kami akan mencari orang lain”.  Pernyataan ini seolah memposisikan Perusahaan sebagai Pemegang Kendali dari sebuah Hubungan Kerja.  Terkesan Arogan memang, namun banyak kenyataan yang Anda temui demikian adanya.

Selanjutnya Pertanyaan akan dibalik, Seberapa Besar Perusahaan membutuhkan Anda sebagai bagian dari Organisasi.  Mungkin perusahaan yang bijak akan berusaha mempertahankan dan terus mendidik serta membina Sumber Daya Manusianya, daripada sekedar berganti-ganti Karyawan yang belum tentu sesuai dengan Harapan untuk mencapai Performa yang diinginkan.  Bagaimana Anda dapat merasakan bahwa Perusahaan atau Organisasi Membutuhkan Anda?

saling butuhPertama : Penilaian Kinerja

Setiap akhir semester atau akhir tahun, Anda akan menerima Rapor Hasil Kerja selama semester lalu.  Jika Anda mencapai Angka sesuai dengan Target yang telah ditetapkan, baik dari sisi KPI atau Non KPI, maka Anda telah berada dalam Posisi Aman Pertama.  Penilaian Kinerja adalah cara Anda melihat dan merasakan Kebutuhan Perusahaan akan Ketrampilan dan Pengalaman Anda.  Penilaian Kinerja juga ada yang bersifat Review dan Evaluasi, dimana Review merupakan Proses Coaching and Counseling dengan Atasan dan Evaluasi adalah Penilaian Akhir Kinerja.  Review dapat berlangsung secara periodic setiap Bulan atau setiap Kuartal.

Kedua : Benchmark

Anda perlu mencari padanan dengan Rekan Kerja lain yang memiliki KPI sejenis dan membandingkan Hasil Kerja Anda.  Jika Anda telah memperoleh Prestasi 110% sedangkan Rekan Kerja Anda berada pada Level 125%, maka belum sepenuhnya Anda berada dalam Zona Aman.  Melihat kondisi tersebut maka cara bijak adalah menjadi yang terbaik dalam Tim Anda, sehingga posisi Top secara Logika pun Anda berada dalam Psisi Aman dan dengan kata lain dibutuhkan.

Ketiga : Kompetensi

Makin Anda memiliki Ketrampilan yang Unik dan Berbeda dari kebanyakan orang, maka cukup menjadi modal kebutuhan organisasi terhadap Anda.  Dunia Kerja Profesional saat ini mengajak Anda untuk memiliki Multitasking, dimana mampu mengerjakan banyak jenis tugas dan pekerjaan.  Nilai Produktivitas selain mengacu pada Performa KPI (Key Performance Indicator) juga melihat Ketrampilan lainnya yang menunjang pekerjaan.  Posisi akan cukup aman dalam Perusahaan jika Anda seorang Marketing yang sanggup Mengelola Alur Kas (Finance), dimana banyak Karyawan Bidang Pemasaran yang sulit membaca Laporan Keuangan.

Keempat : Kondisi Perusahaan

Tentunya posisi Aman Anda tidak terkait secara langsung dari Performa atau Kinerja saja.  Seumpama Gelombang Krisis melanda Perusahaan, maka mungkin akan terjadi Rasionalisasi tidak hanya pada posisi Karyawan yang Under Perform, namun dapat terkena kepada Anda yang berada pada posisi Top Performer.

Pada akhirnya Anda harus berusaha menjadi Kloter terakhir yang akan mengakhiri sebuah kerjasama dengan perusahaan dengan Meningkatkan Kinerja dan Menambah Kompetensi.  Jika memungkinkan melihat kondisi perusahaan sudah tidak nyaman, maka Anda telah mendapatkan Pekerjaan Baru sebelum Dipecat atau Mengundurkan Diri.

ikhtisar.com

Leave a Reply