Setiap Pemimpin Hebat pun “akan” Melakukan Kesalahan ini

kesalahan pemimpin besarJika Anda berpikir sebagai Pemimpin Hebat dan Handal dalam sebuah Organisasi, maka cobalah untuk berpikir dan meyakinkan diri Anda tidak melakukan satu diantara beberapa hal Sikap Pemimpin yang salah.  Karena hampir setiap Pemimpin Besar atau Pemimpin Hebat melakukan kesalahan ini.  Setiap pemimpin besar seperti Steve Jobs memiliki Tingkatan Kemampuan untuk Distorsi Kenyataan.  Dimana hal ini dapat menimbulkan Ketegangan, Inkonsistensi dan Keputusan Buruk.

Ada dua hal yang melandasi kenapa pemimpin yang tinggal dalam gelembung (bubble) menjadi begitu berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain.  Pertama, bahwa yang terjadi seolah menjadi hal biasa karena tidak mudah ditemukan namun memiliki konsekuensi jauh dari kepentingan Tim, Kelompok atau Organisasi.  Kedua, menjelaskan bahwa efek gelembung berbanding lurus dengan kemampuan pemimpin, dimana semakin baik mereka, semakin besar gelembung dan semakin sulit meledak, sedangkan kondisi aktual mengatakan bahwa hal ini mudah meledak setiap saat.

Berikut adalah tiga kesalahan yang paling sering terjadi pada Pemimpin Besar, dan menempatkan mereka di dalam lapangan Distorsi Realitas Negatif, sebagaimana dikutip dari inc.com:

1. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan hal-hal.
Pemimpin Visioner bekerja dengan standar strategis tinggi sehingga mereka konsisten meremehkan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan penyelesaian proyek.  Pemimpin Besar selalu salah dalam estimasi waktu untuk melakukan sesuatu, dimana jika mereka berkata hanya perlu satu jam, maka pada kenyataannya memerlukan satu hari, dan jika mereka berpikir perlu satu hari, bisa menjadi seminggu pada realitasnya.  Inilah salah satu bentuk Distorsi Kenyataan yang akan menjadi konsumsi media atau lawan, dimana seorang pemimpin menolak apa yang diberitahukan orang lain dan tidak mendorong tim menjadi lebih berprestasi dengan penggunaan waktu yang efektif.

Kenyataan ini yang menjadikan Tim Anda Lemah dan Lelah karena Kepemimpinan yang tidak mempertegas waktu dalam menghasilkan Produk dan Jasa yang tidak berkelanjutan.

2. Relatif terhadap Orang dan Ide.
Gelembung juga menciptakan distorsi kenyataan bahwa pemimpin visioner memiliki kecenderungan untuk mengkategorikan segalanya  secara ekstrem (orang atau ide). Sebuah gagasan hanya akan menjadi Brilian atau Sucks. Tidak ada tawaran kondisi ide di antara keduanya. Orang-orang yang ada adalah Pengikut atau Penentang. Dan lain-lain sebagainya.  Pemimpin besar hanya bisa melihat Hitam dan Putih serta buta akan warna Abu-abu, Hijau, Kuning.  Dia tidak mampu melihat pelangi dan warna-warni.  Kondisi ini mungkin menyenangkan bagi orang yang sekedar menonton dari luar, namun bagi yang menerima kategori negatif akan merasakan Demoralisasi dan bagi sebagian lainnya hanya menjadi sebuah kebingungan.

3. Pemahaman orang terhadap perkataan Anda.
Mungkin Distorsi Realitas yang paling merusak adalah ketidakmampuan melihat dengan benar apakah orang lain memahami apa mereka katakan.  Pemimpin ini selalu beranggapan bahwa apa yang dia ucapkan sudah diterima dan dimengerti para pengikutnya.  Kadangkala mereka hanya mampu mendebat diri sendiri, menguji pemikiran sendiri dan tampak sangat bersemangat dengan Ide dan Pemikirannya.  Namun mereka tidak sanggup menjelaskan hal tersebut pada orang lain, sehingga sangat tampak sebagai konsep abstrak.  Namun dilain waktu mereka sangat gamblang dalam menyampaikan Ide dan Pemikiran dan tampak seperti Instruksi yang menutup pintu Improvisasi dan Kreativitas Tim mereka.

Jadilah pemimpin besar yang sangat Efektif dengan tingkat Fleksibilitas terhadap Tim dan Pengikut tanpa melakukan Kesalahan Mendasar tersebut yang sering terjadi pada Pemimpin Besar.

Leave a Reply