Anda perlu jadikan Service Level Standard sebagai Ukuran Keberhasilan Proses dalam Perusahaan

Dunia Ekonomi dan Bisnis yang semakin kompetitif mendorong setiap Organization Level berpacu dengan waktu dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (Customer Needs).  Dalam bahasa Management kita kenal dengan istilah Service Level Standard dan dalam beberapa Aspek atau Kriteria juga disebut Service Level Agreement.  Tidak ada perbedaan yang siginifikan antara SLS dan SLA.

Apakah Definisi dari SLS dan SLA

Paramater ini menjadi acuan utama setiap PIC yang terlibat dengan apapun kegiatan Portofolionya dalam penyelesaian pekerjaan atau proyek.  Ini pula yang menjadi andalan bagi terutama Public Service Company untuk menjaga Customer Loyalty terhadap Produk dan Jasa mereka.  Sebuah Produk dan Jasa yang dijual selain Kualitas yang Baik, juga perlu adanya Pelayanan yang Tepat.

service levelSLS kepanjangan dari Service Level Standard, adalah acuan dalam satuan waktu pada Internal Management suatu Organisasi untuk menuntaskan suatu aktivitas yang menjadi Daily Activity atau Rutinitas Pekerjaan.  SLS dapat berupa satuan Menit, Jam atau Hari.  SLS merupakan Parameter Tingkat Produktivitas seseorang dalam Pekerjaannya yang diukur satuan waktu per produk dan jasa yang diberikan.  Berikut beberapa contoh penerapan SLS suatu perusahaan:

  • Batas Waktu Persetujuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) –> 3 Hari
  • Batas Waktu Pengiriman Dokumen Pos Express –> 1 Hari
  • Batas Waktu Transfer Antar Bank via Online –> 5 Menit

SLS adalah Standar Pelayanan kepada Nasabah untuk terwujudnya kepuasaan Nasabah sehingga mampu meningkatkan Brand Image perusahaan.

Sedangkan SLA kepanjangan dari Service Level Agreement adalah Acuan dasar pelayanan yang ditawarkan atau ditentukan melalui perjanjian 2 belah pihak yang berupa Kontrak Kerjasama, misalkan : Waktu DownTime antara Internet Service Provider dengan Perusahaan Dagang yang.  Dengan adanya SLA diharapkan Pelayanan Pihak Kedua (Penyedia Jasa) akan menunjang Produktivitas Pihak Pertama sehingga mampu menjaga Kepuasaan Nasabahnya.

Adakalanya pula SLA diterapkan di Internal Perusahaan namun melalui 2 Divisi yang berbeda, misal : Divisi IT dengan Divisi Marketing, dimana Marketing adalah Pihak Pertama sebagai Pemilik Proyek dan IT adalah Pihak Kedua sebagai Penyedia Proyek.  Sedemikian, maka dapat disimpulkan bahwa:

SLS –> Service Level Standard, Dominan berlaku di Internal Perusahaan (Divisi atau Departement)
SLA –> Service Level Agreement, Dominan berlaku antar Perusahaan atau Divisi

SLS dan SLA merupakan sebuah Acuan Strategis dalam Pelayanan Nasabah, sehingga Produk dan Jasa Perusahaan Anda dapat diterima dengan Baik.  SLS atau SLA merupakan bagian dari Pelayanan Nasabah yang harus disertakan pada sejumlah Produk dan Jasa untuk meningkatkan Brand Image Perusahaan dan Organsasi Anda.

Leave a Reply