Profesional, sebuah Karakter Vital dalam Membangun Karir Anda

profesional sebagai karakter vital karir andaApakah Anda seorang profesional, dan apakah Anda sudah bersikap layaknya seorang profesional. Profesional artinya Anda menempatkan urusan pekerjaan jauh dari urusan personal atau pribadi. Inilah sulitnya bekerja sebagai profesional, karena tidak lepasnya urusan personal dengan profesi Anda. Semisal, dalam sebuah proyek kerja, dimana Anda akan bekerjasama dengan 2 orang, salah satunya bertugas menjadi marketer dan lainnya menjadi analyst. Posisi Anda adalah leader untuk proyek baru yang harus deliver kepada manajemen dalam waktu 3 bulan. Maka sebagai seorang leader Anda akan mengatur sedemikian rupa agar masing-masing anggota berlaku profesional dan tidak terlibat dalam prasangka dan sikap emosional. Namun karena perbedaan tugas dan fungsi, maka seorang marketer akan cenderung mengutamakan time to market atau agresif, sementara seorang analyst akan berlaku sebagai save player. Inilah mengapa menjadi seorang profesional tidak mudah dan perlu adanya sebuah konsistensi menjalankan profesi.

Definisi Profesional

Pengertian Profesional banyak definisinya, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi, adakalanya berarti cara berpakaian dilingkungan kerja, atau bekerja dengan baik sesuai SOP, atau memiliki banyak sertifikat dan kualifikasi khusus, dan masih banyak lagi.

Definisi profesional menurut kamus The Merriam-Webster, yakni Perilaku, Tujuan atau Kualitas yang menunjukkan ciri profesi seseorang, dan profesi tersebut memerlukan pengetahuan khusus dan persiapan akademik yang cukup panjang.

Atribut sebagai Profesional

1.  Pengetahuan Khusus

Seorang profesional sudah pasti mempunyai pengetahuan dan wawasan yang menjadi spesialisasi mereka. Mereka membangun pengetahuan tersebut secara mendalam dan diiringi dengan komitmen pribadi untuk selalu bertumbuh dan berkembang. Dan jika memungkinkan mereka akan memiliki sertifikat khusus sebagai dasar dari pengetahuan mereka.

Tidak semua bisnis menuntut pengetahuan dasar dalam pelaksanaannya, dan tidak semua area mengharapkan pengetahuan yang luas untuk keberhasilan, dan tidak semua profesional mempunyai gelar top dalam bidangnya.

2.  Kompetensi

Profesional akan melakukan pekerjaan sampai selesai, dapat diandalkan dan menepati janji mereka. Profesional tidak akan mencari alasan, namun selalu menuangkan solusi dan penyelesaian. Jika mereka mengalami kondisi yang akan mencegah keberhasilan, mereka akan mengelola ekspektasi sejak awal dan melakukan yang terbaik demi janji mereka. Profesional memiliki kompetensi, yakni perpaduan antara pengetahuan dan pengalaman serta ketrampilan dan kemampuan mereka.

3.  Kejujuran dan Integritas

Profesional akan menunjukkan kualitas mereka berupa kejujuran dan integritas. Mereka menjaga kata-kata mereka, dan mereka bisa dipercaya secara implisitakan hal ini. Mereka tidak berkompromi dengan nilai-nilai diri, dan akan melakukan hal yang benar, bahkan itu berarti sebuah jalan yang terjal.

Seorang profesional adalah rendah hati. Mereka tak segan meminta bantuan saat membutuhkannya, dan bersedia untuk belajar dari orang lain.

4.  Keterbukaan

Profesional akan bertanggungjawab terhadap pikiran, ucapan dan tindakan mereka, terlebih jika melakukan kesalahan. Sikap ini sangat terkait dengan kejujuran dan integritas mereka. Keterbukaan merupakan elemen penting dalam sebuah profesionalisme.

5.  Regulasi Diri

Meski dalam posisi tertekan, seorang profesional akan tetap berlaku selayaknya, tidak termakan isu atau informasi sepihak, dan tidak pula terpancing emosi ketika menghadapi masalah. Seorang profesional akan menunjukkan sikap sejati kepada semua pihak, tanpa melihat peran dan situasi. Kecerdasan emosi mereka tidak akan memberikan dampak buruk pada hari yang tengah dilalui, sehingga tetap mudah berinteraksi dengan kolega atau relasi.

6.  Citra Diri

Seorang profesional akan tampak formal, meski tidak berlebihan, dan akan selalu tampil percaya diri meski dengan keterbatasan. Seorang profesional akan menempatkan diri mereka pada situasi yang sepantasnya, dan menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara atau forum yang dihadapi.

Leave a Reply