Cara Anda sebagai Profesional untuk Menang dalam Berargumentasi

profesional argumenHubungan komunikasi terjalin setiap saat, dimana Anda akan berdebat, bercakap-cakap atau saliang beradu argumentasi.  Perbedaan pendapat tidak perlu menyurutkan semangat Anda membangun hubungan profesional yang erat dengan rekan kerja.  Dengan semakin sering beradu argumentasi Anda akan banyak mendapat masukan bagaimana cara membina hubungan lebih baik dalam membangun tim kerja yang solid.

Adu argumentasi adalah hal yang lumrah dilakukan dalam hubungan profesionalisme kerja.  Dan bagi pengembangan karir Anda, perlu kiranya belajar untuk memenangkan sebuah adu argumentasi dengan rekan atau kolega Anda.  Berikut tip singkat untuk memenangkan argumentasi sebagai seorang profesional yang handal 

1.  Hargai Pendapat Orang Lain.

Perbedaan pendapat pasti terjadi, meski pendapat Anda benar dan mereka salah, bukan berarti Anda memaksakan diri untuk mereka mengakui kesalahannya.    Hargai perbedaan pendapat karena perbedaan sudut pandang.  Disinilah seni dalam sebuah hubungan komunikasi dalam pekerjaan dan dunia profesional.  Pendapat rekan Anda mungkin bisa diambil sisi positifinya dari cara pandang mereka.  Pahami mereka sehingga Anda akan mendapat respon yang sama kelak. 

2.  Akui Kesalahan Anda, sengaja atupun Tidak.

Jika dalam sebuah diskusi atau pembicaraan Anda terlontar sebuah kesalahan atau ketidaksengajaan, maka akui segera.  Tidak perlu bertahan demi sebuah harga diri atau nama baik, karena dengan mengakui bahwa pendapat Anda salah, justru nama baik semakin berkibar, karena sikap positif Anda mengakui kesalahan.  Sikap rendah hati adalah cerminan bahwa Anda merupakan seorang profesional yang lebih mengedepankan sikap dan perilaku daripada personal appearances. 

3.  Mulailah dengan sesuatu yang Menyenangkan.

Sebuah pembicaraan atau perdebatan tentu lebih menyenangkan jika dimulai dengan sesuatu yang baik dan menarik.  Sesuatu yang menyenangkan tentu akan berdampak pada respon yang positif dan sikap yang terbuka, tidak defensif atau bertahan.  Jika atasan meminta Anda melakukan sesuatu, dimana seharusnya tidak perlu dilakukan, Anda perlu tahu bagaimana memenangkan hati mereka, sehingga seolah Anda tidak menolak permintaan secara frontal.  Lakukan dengan cara bersahabat dan menyenangkan mereka, meski secara profesional tidak perlu demikian.  Dalam hal ini yang perlu Anda pelajari adalah etika komunikasi yang menarik. 

4.  Buat lawan Anda menyetujui.

Ketika terjadi pembicaraan, Anda memerlukan pendapat setuju dari lawan bicara.  Inilah tantangan dalam sebuah komunikasi, dan meyakinkan mereka bahwa Anda berdua merupakan teman yang cocok untuk bekerjasama tanpa harus saling mementahkan pendapat masing-masing. 

5.  Biarkan lawan Anda berbicara.

Untuk memenangkan argumentasi, maka Anda menjadi pendengar yang baik.  Jangan pernah menunggu waktu bicara, namun persiapkan diri Anda mendengar setiap detil yang diungkapkan.  Dengan demikian Anda akan mampu melihat celah untuk menjawab dan bahkan memenangkan argurmentasi.  Berikan kesempatan bicara kepada rekan Anda, dan setelah waktunya Anda akan unggul dalam pembicaraan tersebut. 

Sikap profesional ternyata juga diperlukan dalam adu argumentasi sesama rekan kerja, dan cara yang elegan akan memenangkan Anda dalam sebuah adu argumentasi.

Leave a Reply