Praktek Kepemimpinan Usang inilah yang Harus Anda Hentikan

gaya usang kepemimpinanJika Anda ingin menjadi yang terbaik dalam industri Anda, Anda harus menyingkirkan gaya manajemen usang Anda.  Anda mungkin tidak merasakannya sehari-hari, tetapi manajemen bisnis dalam transisi besar. Kepemimpinan Usang seperti Perintah dan Kontrol mulai memudar untuk mendukung apa yang lebih baik yaitu metode Kepercayaan dan Monitoring, di mana orang tidak hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, tetapi mengapa mereka melakukannya. Lebih formal, kita tengah bergerak menuju dari apa yang disebut “Transactional Leadership” menuju “Transformative Leadership“. Dan tidak adanya jalan untuk kembali.

Seorang Business Owner tentu memiliki perjalanan panjang dalam membangun perusahaannya terlebih jika masih memiliki praktek-praktek cara lama dalam mengelola.  Dan Anda mungkin melihat banyak bukti bahwa dengan menciptakan perusahaan yang bertujuan jelas dan yang bernilai, maka akan ditemui banyak karyawan yang selalu menghubungkan dirinya terhadap sesuatu yang besar dan meningkatkan produktivitas.  Perusahaan akan terbentuk dengan lebih mengedepankan Loyalitas Pelanggan dan mengarah pada kesuksesan financial yang lebih baik.

Berikut adalah beberapa daftar praktek “Cara Lama” yang Anda harus buang, serta gaya “Cara Baru” untuk menjadi pemenang pada akhirnya:

  1. Cara Lama:Mikro-Manajemen, atau kebutuhan dan keinginan untuk selalu mengontrol setiap aspek dari perusahaan Anda. Hal ini hanya akan membuang banyak Waktu dan Pikiran Anda.  Cara Baru: Pemberdayaan, kemampuan Anda memberikan tali pada orang-orang bahkan untuk membuat kesalahan namun tanpa menyalahkan.  Ini lebih membuka sumber daya masing-masing individu dalam organisasi.
  2. Cara Lama:Manajemen dengan Berkeliling Kantor, dimana hal ini tidak lagi cukup untuk Melihat dan Terlihat.  Anda tidak mungkin hanya sekedar melihat dan akhirnya membuat kebijakan.  Cara Baru:Kepemimpinan dengan Mengamati dan Mendengarkan, terlibat dalam percakapan, menerapkan ide-ide yang disajikan kepada Anda, dan mendistribusikan hasilnya.  Kepemimpinan Baru Anda harus lebih Interaktif dengan membuka semua Masukan dan Inputan dari setiap sisi organisasi, Turun ke Bawah perlu diintensifkan dalam kepemimpinan Anda.
  3. Cara Lama: Berpura-pura Tahu segalanya. Anda tidak memiliki semua jawaban dan Anda tidak perlu malu untuk bertanya, jadi mengapa mencoba membuat orang berpikir bahwa Anda melakukan semuanya dan mengetahui segalanya.  CaraBaru: Mengetahui Kepemimpinan anggota Tim Anda  dan Mempercayai Mereka. Pilih orang-orang hebat yang memiliki keterampilan yang tepat dan karakter kepemimpinan yang sesuai dengan budaya perusahaan. Dan percayakan pada mereka dalam menjalankannya.  
  4. Cara Lama: Tidak ada Kesalahan, atau “No Tolerance”.  Anda beranggapan bahwa beberapa ide dan rencana masih berjalan dengan baik.  CaraBaru: Belajar dari Kesalahan.  Anda perlu menjadi yang pertama mengakui sebuah kesalahan atau kegagalan sebuah perencanaan.  No Body Perfect atau tidak ada yang sempurna dalam sebuah Produk atau Bisnis.
  5. Cara Lama: Neraca Keuangan sebagai Penggerak Bisnis. Angka yang tertera dalam sebuah Financial Balance Sheet tidak lagi menjadi pedoman atau dasar keputusan Anda menentukan Kebijakan dan Target Masa Depan.  Cara BaruOrang sebagai Penggerak Bisnis.  Orang yang ada dalam organisasi akan membangun Loyalitas Pelanggan dan Meningkatkan Keuntungan Perusahaan.
  6. Cara Lama: Kompetensi Kerja sudah cukup. Lakukan deskripsi pekerjaan, dan Anda akan bertahan.  Tim Anda hanya diisi oleh orang-orang yang sekedar menjalankan Instruksi dan Deskripsi Kerja.  Cara Baru: Merekrut seorang pemain yang Bekerja Ekstra. Bangunlah Tim Pendukung Anda secara Cermat dan Cerdas dengan beranggotakan orang-orang Ekstra, dimana mereka ada di luar sana.  Anda cukup mencari dan menemukannya.
  7. Cara Lama: Investasi Teknologi untuk Produktivitas. Pengembangan lebih dititikberatkan dalam bentuk Teknologi sebagai Alat Bantu kerja.  Cara Baru: Investasi pada Orang. Ingatlah sebaik-baiknya sebuah alat namun jika penggunanya tidak memiliki ketrampilan yang sesuai hanya akan menjadi percuma.  Ingatlah jargon “Man Behind The Gun”.
  8. Cara Lama: Permintaan Perubahan; sangat spesifik tentang apa yang Anda inginkan dan kapan dilakukan. Anda melakukan Driving ke bawah terlalu intens.  Cara Baru: Perubahan Alamiah, orang-orang Anda bisa datang dengan ide-ide terbaik dan Anda dapat memberi mereka kredit untuk itu.  Biarkanlah perubahan menjadi budaya dan kebiasaan masing-masing individu.
  9. Cara Lama: Menggoreng makanan di kantin.  Cara Baru: Wellness di tempat kerja.
  10. Cara Lama: Insentif, dengan membayar karyawan lebih banyak uang dan mereka akan berbuat lebih banyak.  Cara Baru: Hadiah dan Penghargaan; hal yang bernilai lebih daripada sekedar uang. 

Jadi bertanyalah pada diri Anda mana praktek perusahaan yang out-of-date dan masih dipergunakan. Apakah Anda tidak ada waktu untuk mencoba sesuatu yang baru.  Perlu dipahami bahwa perkembangan semakin cepat dan beragam, maka Anda perlu semakin membuka wawasan dan pengetahuan dalam membuat Inovasi dan mempertahankan Eksistensi.  Jadilah Pemimpin yang Kreatif dan Inovatif, dengan meninggalkan Cara Lama dan cobalah Cara Baru.  Praktek Kepemimpinan Cara Lama perlu dikoreksi dan ditinggalkan, dengan merubah pada Cara Baru yang lebih Flexible dan Reliable.

ikhtisar.com

Leave a Reply