Seluk Beluk Politik Kantor yang Membangun Karir Profesional Anda

politik kantorApakah Anda dapat memastikan tidak adanya Politik Kantor (Office Politic) dalam pekerjaan profesional saat ini?. Dijamin tidak ada satu orang trainer atau konsultan karir yang berani menjawab tidak ada. Office Politic tidak ada bedanya dengan politik pada umumnya, namun jika saat ini politik umum tidak berlaku kawan atau lawan abadi, sedangkan dalam politik kantor, kemungkinan Anda akan berhadapan lawan atau kawan permanen. Karena itulah tidak heran jika sebua perusahaan atau organisasi akan terisi orang-orang yang berada di sekitar mereka. Istilah yang Anda mungkin kenal adalah nepotisme.

Teman atau Rekan kerja Anda dapat menjadi lawan yang tidak disangka karena perubahan struktur organisasi, promosi yang terbuka atau jenjang karir yang terbatas. Siapakah yang pernah berkata kepada temannya sendiri, “Silakan Anda maju lebih dahulu karena lebih pantas”. Tentu sedikit sekali Anda pernah mendengar rekan kerja yang berkata hal tersebut, justru banyaknya adalah, “Kenapa bukan saya yang dipromosikan Pak?”.

Bagaimanapun Anda berusaha untuk menghindari politik di kantor akan selalu ada kemungkinan Anda terpengaruh oleh hal tersebut. Politik Kantor tidak dapat dihindari, namun masih dapat Anda kelola dengan baik sehingga Anda tetap berlaku dan bersikap profesional.

Ketika rekan kerja Anda mulai melihat ancaman dengan adanya Anda dalam lingkungan kerja, bisa jadi, orang tersebut mulai mencari kesempatan menjatuhkan reputasi dan hasil kerja Anda. Sikap hati-hati dan waspada perlu selalu diperhatikan. Tidak perlu curiga dengan rekan kerja Anda, namun Anda selalu bersikap sebagai seorang profesional. Hati-hati dalam mengambil suatu kesimpulan, dan waspada mengenai usaha untuk menyabotase hasil kerja Anda di kantor. Jangan hanya berdiam diri ketika hal ini terjadi. Lakukan diskusi mengenai hal ini dengan orang tersebut, dan tetap hati-hati, jika orang tersebut memiliki pengalaman dalam hal ini tentu dia akan menutupi jejak. Bila memang perlu, siapkan bukti kongkrit sebagai dasar kecurigaan yang Anda miliki.

Mengantisipasi adanya rekan kerja yang memanfaatkan peluang untuk diri sendiri, maka ada beberapa hal yang perlu Anda sikapi dalam menghadapi Politik Kantor, diantaranya seperti dikutip dari jobstreet.com :

1. Orang yang Membicarakan hal Negatif tentang Anda.
Ketika waktu makan siang datang, mungkin dia sering mengajak Anda ikut serta dan pembicaraan mengalir tanpa jeda dan batas, karena masih membahas seputar hal umum yang ada. Namun demikian ketika arah pembicaraan mulai menyentuh ranah pekerjaan, dia akan mencari tahu hal yang dapat dijadikan sebuah celah atau peluang memberikan nilai negatif terhadap Anda kepada Atasan atau orang lain. Berhati-hatilah dengan orang yang Anda rasa tidak mempunya hubungan yang erat dan cukup personal dengan Anda, karena bisa jadi dia akan membicarakan hal negatif tentang Anda kepada orang lain.

2. Orang yang Mencuri ide Anda.
Tidak salah berbagi ide dan pendapat dalam sebuah program kerja demi kebersamaan dan kesuksesan Tim. Namun demikian jika Anda mempunya sebuah ide yang cukup brilian dan sudah mulai diakui oleh atasan, maka sebaiknya Anda perlu bersikap waspada dengan data atau dokumen yang terkait. Jika memang perlu diinformasikan maka berikanlah yang sifatnya umum, sehingga hal-hal detil dan teknis masih menjadi wilayah wewenang dan tanggung jawab Anda.

3. Orang yang Tidak menepati Janji.
Orang yang tidak menepati janji tentu mempunyai beberapa alasan yang dapat Anda terima, namun jika itu berlaku sering dan menjadi sebuah tabiat yang mengganggu performa tim khususnya, maka perlu hati-hati. Mereka mungkin telah melakukan beberapa manuver yang mungkin berdampak kurang baik dengan Anda dan Tim.

Politik Kantor adalah hal yang biasa terjadi, meski dalam sebuah organisasi yang mempunyai Good Corporate Governance sekalipun. Karena pekerjaan Anda akan selalu melibatkan banyak orang dan banyak pemikiran atau kepentingan. Sifat manusia adalah berkelompok dan saling membutuhkan, dan banyak terjadi penyimpangan akan hal ini.

Leave a Reply