Perjalanan Karir Profesional pada Umumnya

Seorang Lulusan Terbaik sebuah Perguruan Tinggi Negri atau Perguruan Tinggi Swasta yang ternama tentu menjadi sasaran banyak Perusahaan Nasional bahkan Multinasional.  Bahkan sudah banyak institusi bisnis dan industri yang menyelenggarakan Job Fair secara rutin di setiap Kampus Ternama dan memiliki Career Development Center (CDC) tersendiri pada Kampur Tersebut.  Sehingga mereka dengan mudah memantau Sumber Daya Manusia berkualitas untuk menjadi bagian Organisasi Mereka kedepannya.  Pemenuhan Human Capital ini tidak lagi menjadi kendala bagi kebanyakan Industri Besar, karena telah bekerjasama dengan Institusi Pendidikan Tinggi secara Konsisten.

Namun terkadang kondisi awal sebuah industri bisnis dan ekonomi hanya dapat dilihat dari Pintu Masuk saja, sementara keadaan sesungguhnya di Internal Organisasi belum dapat dipahami sebelum menjalani dan mengalami sendiri.  Para Lulusan Sarjana hanya mampu membaca sedikit tentang kondisi Perusahaan yang akan dimasukinya melalui informasi dari beberapa pihak.  Mereka belum dapat menilai sejauh mana progress karir yang akan dilalui dan didapat nantinya.  Sementara Karir Profesional hingga ke puncak Manajemen merupakan Impian setiap individu yang ingin Eksistensi dan Aktualisasinya pada Dunia Profesional terpenuhi dan menjadi harapan hidup Mapan dan Sejahtera.

Pendakian Karir seseorang sering berbeda satu dan lainnya, walau mereka memulai Perjalanan pada waktu dan usia yang sama.  Anda mungkin pernah melihat teman SMA ternyata sudah menjadi seorang Direktur, atau rekan kuliah masih sibuk mencari pekerjaan idaman dan berganti-ganti profesi dalam perjalanan karirnya.  Namun Anda tidak akan pernah tahu kapankah masa kejayaan itu datang atau mungkin stuck sebagai middle employee atau hanya level staff biasa.

Dari sejumlah penelitian dan survey, jalur karir profesional seseorang dapat dikategorikan seperti berikut:

Usia 22 – 25 tahun. Entry Level : staf, pelaksana, atau management trainee.
Ini adalah pintu gerbang pertama yang harus dilalui oleh semua orang yang mau merajut sebuah karir yang panjang. Dalam rentang usia itu, seseorang yang baru saja mendapat gelar Sarjana S-1 bisa masuk menjadi karyawan untuk posisi entry level; misal sebagai staf, officer atau masuk dalam program management trainee atau management development program (sebuah program penyiapan kader pimpinan dan biasanya mempunyai pola career fast track – karirnya bisa cepat melaju).

Usia 26 – 29 tahun . First line leader : supervisor, asisten manajer.
Setelah dua atau tiga tahun menjadi staf, mestinya Anda sudah bisa bergerak untuk menjadi asisten manajer (dalam usia 26 tahunan). Disini Anda sudah mulai diuji kecakapan dalam hal Kepemimpinan dan Ketrampilan. Inilah sebuah fase dimana Anda bisa mendapat bekal yang berharga untuk mendaki menuju puncak karir yang lebih tinggi.

Usia 29 – 35 tahun. Middle Management : Manajer.
Dalam rentang usia ini, semestinya Anda sudah harus menapak jalan karir sebagai manajer (entah menjadi Marketing Manager atau Brand Manager, HR manager, Finance atau IT Manager). Kalau dalam rentang usia ini kita masih belum juga menjadi manajer, mungkin saatnya kita harus melakukan self exploration dan kemudian merajut action plan apa yang harus segera dijalankan.

Usia 36 – 42 tahun. Senior Management : General Manager, VP, Senior Manager
Setelah melewati usia 35 tahun Anda telah bergerak menduduki posisi sebagai senior manajer (General Manager atau Vice President). Inilah fase usia menuju puncak kematangan; dan tentu saja limpahan fasilitas benefit dan gaji yang besar dari perusahaan aan menyertai Anda.

Usia 42 tahun dan seterusnya. Top Management : Direktur, Managing Director, C-Level.
Dalam usia 40-an tahun, mestinya Anda sudah bisa menjadi direktur. Anda dapat melihat rekan atau mungkin teman dekat yang masing-masing masih berusia 39 tahun dipromosikan menjadi direktur pada dua perusahaan besar multinasional. Kalau Anda baru menjadi direktur pada usia 47 atau 50 tahun mungkin sudah cukup tua diusia tersebut.

Itulah peta atau jalur pergerakan karir yang mungkin harus Anda lalui. Namun ada beberapa catatan yang layak disampaikan berkaitan dengan jalur karir diatas. Catatan Pertama, jalan karir Anda akan relatif lebih menjulang kalau Anda bergabung pada perusahaan besar dengan skala region yang luas (kalau bisa skala global). Perusahaan semacam ini menjanjikan posisi karir yang lebih variatif, dan memudahkan Anda melakukan mobilitas karir yang luar biasa.

Catatan Kedua, peta karir diatas akan mudah terjadi pada perusahaan dengan kebijakan karir yang progresif, dan tidak melulu bersandar pada senioritas. Perusahaan yang meyakini bahwa setiap orang layak menjadi top talent tanpa memandang usia. Kalau ada anak muda yang kompetensinya sudah bagus, kenapa tidak kita langsung pilih dia menjadi managing director; meskipun usianya mungkin baru 38 tahun?

Catatan Ketiga, peta karir diatas dengan mudah bisa dicapai jika Anda bisa bergabung dengan perusahaan atau anak perusahaan atau unit bisnis yang tengah tumbuh. Artinya kita terlibat sejak perusahaan ini kecil lalu tumbuh menjadi raksasa. Banyak kisah dimana profesional muda yang karirnya melesat lantaran ia turut mendampingi proses tumbuh kembangnya perusahaan itu sejak kecil hingga menjadi besar. Karir Anda tumbuh sejalan dengan melesatnya bisnis perusahaan dimana Anda berkarir.  Yang terpenting dalam Career Path Anda adalah setiap Prestasi tidak ditentukan Kapan Anda memulai, namun Bagaimana Anda melakukannya, karena banyak pula seseorang yang memulai Karir Profesional setelah Usia 30 tahun namun menunjukkan Progresivitas yang Hebat dan Signifikan serta ada juga yang mentok setelah usia 30 tahun padahal memulai karir sejak lulus kuliah diusia 22 tahun.

Kepuasan Karir dari Dalam Hati

Kebanyakan dari Anda ketika ditanya, siapakah Anda, tentu kiranya banyak diantara Anda yang menjawab dengan Jabatan dan Pangkat dalam sebuah Perusahaan atau Organisasi. “Saya seorang Teknisi Listrik”, “Saya seorang Dosen pada Universitas A” dan lain sebagainya.  Sedangkan orang yeng telah kehilangan pekerjaannya cenderung merasa “Bukan Siapa-siapa”.

Leave a Reply