Perilaku Membangun Tim agar Memberi Hasil Hebat

Perilaku Membangun Tim agar Memberi Hasil Hebat
Perilaku Membangun Tim agar Memberi Hasil Hebat

Perilaku membangun tim agar memberi hasil yang hebat merupakan tanggung jawab seorang pemimpin.  Perilaku seorang pemimpin tentunya tidak perlu complicated, namun cukup menjadi seorang yang Proaktif dan Mengembangkan Ketrampilan yang Tepat.  Seorang pemimpin yang besar adalah yang mempunyai Karakteristik dan Kualitas yang akan membantu menginspirasi, memotivasi dan mendorong tim dan perusahaan agar sukses.  Perilaku membangun tim agar memberikan hasil yang hebat merupakan tugas utama seorang pemimpin.  Dari berbagai pengalaman para senior executive berbagai perusahaan multinasional, maka terdapat tujuh kualitas yang telah digunakan untuk mencapai keberhasilan dan dorongan hasil yang besar.

1. Keterlibatan (Engaging)

Hal pertama yang menjadi perilaku membangun tim, Anda harus bisa melibatkan tim, membuat mereka membeli apa yang Anda coba lakukan, dan perlu diingat bahwa tanpa keterlibatan mereka, maka peluang keberhasilan Anda cenderung menuju nol. Data di Amerika Serikat menunjukkan rata-rata keterlibatan karyawan hanya 32%, jelas bahwa tidak cukup banyak pemimpin yang menganggap ini merupakan hal serius, atau melihatnya sebagai pekerjaan dan tanggungjawab mereka. Namun, penelitian menunjukkan pula bahwa tim yang terlibat akan melakukan lebih baik dibandingkan tim yang tidak terlibat, dan seorang pemimpin hebat menyadari betul hal ini, dan mereka melihatnya sebagai fungsi utama pemimpin.

Anda tidak dapat benar-benar terlibat dengan orang-orang hanya dari belakang meja kerja, atau melalui email, telepon, whatsapp atau media elektronik lainnya. Anda harus pergi turun  ke sana dan bertemu orang-orang, berbicara dengan mereka, melihat wajah mereka, memahami Bahasa tubuhnya dan berhubungan dengan mereka. Anda perlu membagikan visi dan tujuan Anda dan menunjukkan kepada mereka apa untungnya bagi mereka, bila Anda dapat melakukannya maka tim Anda akan bersedia mengikuti Anda dan berkomitmen pada tujuan organisasi.  Perilaku Membangun Tim perlu ditunjukkan dengan Keterlibatan Anda pula dalam implementasinya, istilah yang umum dipakai adalah Down to Earth.

2. Empati (Empathetic)

Bila Anda berempati, sangat memungkinkan Anda membuat koneksi dan hubungan yang jauh lebih kuat dengan tim Anda. Empati sedikit berbeda dengan Simpati, dimana saat Anda peduli akan kesulitan seseorang dan berusaha membantunya, itulah yang disebut dengan Empati. Ini akan membantu Anda menempatkan diri pada posisi mereka yang akan membantu Anda menciptakan komunikasi yang lebih baik serta meningkatkan pemahaman, dan ketika orang dapat memahami kondisi dan situasi maka mereka akan lebih mudah terlibat (engage).  Perilaku Membangun Tim yang kedua adalah kepedulian, ketulusan dan keikhlasan Anda membantu anggota tim, baik persoalan pekerjaan masing-masing ataupun perkara tugas dan tanggungjawab kelompok.

Sebagaimana yang dikatakan Stephen Covey, “Mengerti terlebih Dahulu sebelum Anda ingin dimengerti.” Empati juga membantu Anda membangun kepercayaan, yang merupakan pondasi Kepemimpinan yang Hebat.  Perilaku Membangun Tim agar Memberi Hasil Hebat adalah sikap seorang pemimpin yang Empati.

3. Antusias (Enthusiastic)

Sikap dan Perilaku Membangun Tim berikutnya adalah semangat tanpa henti atau bias disebut antusias. Jika Anda ingin orang-orang terlibat dengan semua proses bisnis, maka Anda pun harus terlibat, Anda harus menunjukkan Hasrat (Passion) dan Semangat (Enthusiasm) untuk mencapai Tujuan dan Sasaran. Jika Anda tidak antusias, mengapa orang lain harus demikian pula. Kembalikan kepada diri Anda sebagai Pemimpin Hebat, semangat antusias harus ditularkan.  Antusiasme menular, semakin antusias penampilan Anda, semakin banyak hal ini akan menular ke tim Anda.

Semangat atau Antusias ini adalah role model yang wajib Anda tunjukkan setiap saat kepada masing-masing anggota tim.  Dengan memperhatikan Hasrat dan Semangat Anda, mereka akan terpengaruh sedikit banyak juga akan selalu bergerak dan aktif.  Bayangkan jika Anda sebagai seorang Leader saja, datang terlambat ke kantor, dan bermalasan saat briefing atau meeting pagi, maka ini langsung menjadi preseden negative bagi mereka pengikut Anda.

4. Mengaktifkan (Enabling)

Bila Anda menempatkan orang dalam posisi di mana mereka bisa sukses, menurut pengalaman banyak pemimpin bisnis, kebanyakan orang akan menerimanya. Tidak ada yang datang kepada suatu pekerjaan jika akan melakukan pekerjaan yang buruk atau pulang ke rumah dengan merasa mereka hanya mencapai hasil yang sangat sedikit. Ketika orang sukses, hal itu memberi harga diri, rasa berharga, yang memotivasi dan mendorong mereka untuk melakukan lebih banyak lagi. Semakin Anda dapat mengaktifkan tim Anda, menyingkirkan hambatan yang mencegah mereka mencapai tujuan, semakin sukses mereka.  Perilaku Membangun Tim agar memberikan hasil hebat yakni sikap Anda membuat mereka “mampu” dan “mau”.  Tempatkan setiap orang pada posisi yang tepat, waktu yang tepat dan situasi kondisi yang tepat pula.  Kesuksesan mereka adalah tanggungjawab Anda dalam membangun tim yang hebat.

5. Memberdayakan (Empowering)

Sebagaimana perilaku sebelumnya diatas yakni Enabling Team, dimana Anda membantu tim menghapus penghalang jalan mereka, Anda perlu memberi mereka kebebasan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan cara yang paling sesuai, terutama bila mereka ahli dalam apa yang mereka lakukan. Anda mungkin akan “kagum” ketika banyak perusahaan yang menahan Hasil dan Pertumbuhan bisnis dengan membatasi karyawan mereka, membatasi mereka tanpa berpikir kreatif dan hanya mengikuti proses. Tuntut tim Anda bertanggung jawab atas hasil mereka, dan berdayakan mereka untuk mengetahui cara terbaik untuk mencapai tujuan. Seperti yang dikatakan Jenderal Amerika Patton “Jangan sekali-kali beritahu orang bagaimana melakukan sesuatu, katakan pada mereka apa yang harus dilakukan, dan mereka akan mengejutkan Anda dengan kecerdikan mereka.”

Bila Anda memberdayakan orang, Anda meningkatkan motivasi, komitmen, dan kepemilikan yang akhirnya mereka semua akan menunjukkan manfaat dalam hasil.

6. Mendorong (Encouraging)

Begitu tim Anda terlibat dan maju, Anda perlu berfokus untuk mendorong mereka mempertahankannya, terus melaju sampai kesuksesan tercapai. Apa yang sudah dihargai maka akan mudah terulang kembali, dan memberi penghargaan atau memuji tim Anda di depan umum adalah cara terbaik untuk mendorong mereka lebih maju. Anda juga perlu melihat kemajuan tim, karena akan sulit untuk melihat kemajuan yang dicapai saat Anda pun sulit melakukannya. Anda harus meluangkan waktu untuk menunjukkan tim Anda seberapa jauh mereka telah berhasil, untuk mendorong mereka agar terus berlanjut sampai akhir.

7. Menjalankan (Execute)

Perilaku Membangun Tim yang berikutnya adalah Eksekusi atau Implementasi. Pemimpin besar harus bisa mengeksekusi kepada dirinya sendiri. Mereka perlu menjadi panutan atau role model, mampu menyingsingkan lengan baju dan bisa bekerja berdampingan langsung dengan tim mereka. Mereka harus dapat menunjukkan bahwa mereka tahu bagaimana memimpin, bahwa mereka memiliki keahlian dan pengetahuan tentang apa yang perlu dilakukan dan dapat menyusun rencana serta pendekatan yang akan menghasilkan kesuksesan. Ini akan membantu membangun kepercayaan dan memberi orang perasaan bahwa mereka bekerja dengan Anda dan bukan untuk Anda.

Jika Anda ingin menjadi pemimpin hebat yang mencapai hal-hal besar, semakin banyak perilaku tersebut diatas, yang dapat Anda kuasai, akan semakin mudah jadinya bagi Anda, dan itu akan membuat orang ingin datang dan bekerja dengan Anda. Ini akan meningkatkan reputasi Anda dan membuat Anda dalam “permintaan”, membuka peluang lebih besar dan lebih baik untuk Anda.

Leave a Reply