Perilaku dalam Manajemen yang perlu Anda cermati

people managementPengelolaan manusia dalam sebuah organisasi profesi adalah seni ketrampilan, dan memerlukan cara-cara yang tepat untuk membuat organisasi tetap berkembang baik.  Anda tentu yakin bahwa berhentinya seseorang dari profesinya bukan semata karena pekerjaan, melainkan karena atasannya.  Turnover lebih cenderung terjadi dikarenakan hubungan antara atasan dan bawahan tidak berjalan sebagaimana mestinya.  Keterlibatan karyawan dalam pekerjaannya disebabkan banyak faktor diantaranya adalah cara seorang atasan berkomunikasi dengan tim mereka.  Berikut beberapa perilaku manajemen yang perlu Anda cermati dalam membangun tim kerja.

1.  Mikromanajemen

Sebagai atasan Anda perlu membangun sebuah kepercayaan pada anak buah.  Delegasi adalah cara pengelolaan kinerja yang paling optimal, dimana Anda dapat melihat sejauh mana kemampuan anak buah, tingkat integritas dan kapasitas mereka dalam bekerja.  Hindari bentuk-bentuk instruksi terlebih yang sifatnya rutinitas dan operasional sehari-hari.  Anda perlu fokus pada konteks global dan analisa menyeluruh daripada mengurusi masalah-masalah kecil yang justru buruk bagi tim Anda.

2.  Kurangnya Pengakuan

Meski anak buah Anda akan mendapatkan gaji setiap bulannya, namun pengakuan merupakan sebuah cara Anda memaintain mereka untuk tetap perform setiap waktu.  Sifat manusia yang mudah berubah perlu diberikan suntikan vitamin seperti ucapan terima kasih, senyuman, sentuhan di pundak atau sekedar teguran di lorong kantor.  Hubungan komunikasi dapat dibangun melalui hal-hal kecil seperti tersebut.  Seringnya Anda memberikan pengakuan akan pekerjaan tim, tidak harus memberi hadiah, adalah cara paling efektif membangun dan mempertahankan kinerja mereka.  Hindari ucapan, “Itu kan sudah jadi pekerjaan kamu”.  Meski mereka tahu bahwa itu pekerjaan mereka, namun tidak perlu dipertegas dengan statement Anda.  Sebaliknya Anda ucapkan, “Terima kasih atas laporan kamu ya”.  Ini menjadi sebuah stimulan kecil yang sangat efektif.

3.  Moody

Istilah ini mungkin lebih tepat diartikan sebagai kondisi emosional yang labil.  Mudah marah, mudah murung, mudah tersinggung, dan lainnya.  Kondisi moody dengan situasi dan kondisi adalah salah satu perilaku sebagai atasan yang perlu Anda hindari.  Sikap dan perilaku Anda seperti itu akan menunjukkan bahwa Anda masih bersifat kekanakan dalam menjalani profesi.  Seorang profesional tidak melihat pekerjaan dari sisi emosional, namun lebih mengedepankan sudut pandang profesional dan logika analitis.

4.  Berteriak

Anda bekerja bagi orang-orang dewasa, yang minimal sudah lulus dari perguruan tinggi.  Dan kebanyakan aktivitas dilakukan dalam koridor formal bukan permainan atau game.  Ketika Anda bekerja dan kemudian diteriaki oleh atasan dari ujung ruangannya, apakah kira-kira perasaan Anda mendengar dan melihatnya?.  Tentu menjadi sebuah perilaku yang sangat enoying atau menggelikan.  Anda tidak perlu berteriak dalam menjalani pekerjaan atau pengelolaan manajemen.  Cukup memperjelas dan mempertegas ucapan sudah menjadi sinyal bagi anak buah agar segera berbenah.

5.  Kritikan

Tidak ada orang yang tahan dengan kritikan, terutama jika setiap waktu dan setiap pekerjaan yang disampaikan akan selalu dibalas sebuah kritikan.  Kritikan merupakan hal positif jika berisi feedback atau umpan balik, dan menjadi bumerang bagi tim Anda ketika menjadi pembenaran diri sendiri.  Kesalahan tim tidak harus menjadi justifikasi setiap waktu, karena mereka akan mundur dengan adanya kritikan yang berlebihan.

6.  Pujian Berlebih

Kebalikan dari kritikan adalah pujian, dan jika dilakukan berlebih maka dampaknya sama dengan bumerang.  Terlebih jika Anda mempunyai anak emas yang selalu menjadi pembanding kepada mereka.  Tidak ada seorang pun anak buah yang perlu dijadikan bintang dan favorit Anda, dimana performa tim jauh lebih utama daripada performa individu.  Setiap individu mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan tugas Anda meramu masing-masing mereka menjadi tim yang solid.

7.  Mencuri Pekerjaan

Meski anak buah bekerja untuk Anda, bukan berarti Anda dengan seenaknya mengambil pekerjaan mereka dan mengakuinya.  Meski pada akhirnya Anda akan presentasi dihadapan manajemen, namun jika memang proyek tersebut adalah kinerja tim Anda, sebutlah mereka sebagai kontributor utamanya.  Anda tidak akan kehilangan muka meski menyebut mereka yang bekerja, justru manajemen akan melihat bahwa Anda berhasil sebagai leader dalam menyelesaikan proyek tersebut.  Ketika pekerjaan anak buah diakui sebagai prestasi Anda, maka bersiaplah mereka akan segera mencari pekerjaan baru.

8.  Isolasi Diri

Sebagai pemimpin tim Anda harus sering berhubungan secara personal dengan anak buah.  Jangan menutup diri atau mengunci ruangan sehingga komunikasi akan terganggu dan hubungan Anda akan renggang.  Isolasi diri mengartikan Anda tidak mengelola tim, namun sibuk dengan urusan pribadi.  Tentu ada saatnya Anda perlu menyendiri, namun tidak harus sepanjang hari.  Bukalah pintu ruangan Anda agar proses monitoring dan kontrol lebih natural terjadi.

9.  Pecandu

Hindari diri Anda dari perilaku negatif yang sifatnya permanen, atau kecanduan.  Kecanduan minuman keras misalnya, akan berdampak buruk bagi profil Anda sebagai atasan, dan akan kehilangan tim terbaik segera.

10.  Etika Buruk

Selain mencuri dan kecurangan, perilaku buruk lainnya seperti pelecehan fisik dan mental adalah perilaku yang harus segera Anda hindari.  Anak buah akan melihat Anda sebagai sosok pemimpin yang kurang layak menjadi contoh dan teladan.

Leave a Reply