Perilaku “Buruk” yang Sebenarnya Baik bagi Anda

sikap pesimisAnda merasa harus selalu menjadi yang terbaik dalam sikap dan perilaku, meski kondisi dan situasi belum mendukungnya.  Semisal Anda berada dalam sebuah forum diskusi, yang kebetulan materinya tidak menarik bagi Anda, namun sebagai perwakilan departemen, mau tidak mau Anda harus turut hadir atau berkontribusi dalam meeting tersebut.  Jadilah Anda “memaksakan” diri menjadi pribadi yang bukan sebenarnya.  Ternyata berpura-pura menjadi orang lain tidak akan mengangkat performa kerja Anda sebagai profesional, bahkan dapat mematikan potensi Anda sesuangguhnya.  Terkait dengan hal tersebut, berikut ini beberapa perilaku yang mungkin “buruk” namun mempunyai potensi sebagai perilaku yang bermanfaat bagi pengembangan diri Anda.  Dikutip dari inc.com, dinyatakan bahwa Anda tidak perlu menghukum diri sendiri dengan selalu berusaha tampil cerah, ceria, atau “always positive”.

1.  Pesimis

Pesimis adalah kebalikan dari optimis.  Sikap pesimis mengartikan Anda mempunyai perasaan tidak yakin akan kegiatan atau aktivitas yang dijalankan akan berhasil.  Orang pesimis akan cenderung memikirkan kekhawatiran akan sebuah risiko jauh lebih dalam dibandingkan mereka yang optimis.  Dengan mau berpikir lebih jauh, maka mereka mempunyai potensi hidup lebih lama dan lebih sehat, dikarenakan berusaha memikirkan sesuatu yang harus dihindari.  Berhentilah Anda menghukum diri sendiri ketika Anda bukan pribadi yang paling optimis.

2.  Pemalu

Anda mungkin seorang yang mudah berkeringat, gugup atau cemas pada saat turut serta dalam acara-acara yang menghadirkan banyak orang.  Sikap ini selaras dengan perilaku seseorang yang introvert.  Anda lebih nyaman dengan kesendirian dan mengunci diri di rumah dibandingkan bersosialisasi.  Sikap pemalu akan mengarahkan diri Anda menjadi lebih teliti mengamati, lebih tenang mencerna situasi dan berpotensi lebih bijaksana dalam pengambilan keputusan.  Kemampuan berpikir jernih bagi seorang pemalu lebih dalam dibandingkan sebaliknya.

3.  Pembosan

Bosan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun, dan Anda akan menghabiskan waktu tanpa produktivitas.  Dengan merasakan kebosanan Anda akan berusaha mengolah pikiran lebih kreatif sehingga tidak mengalami hal yang sama kemudian.

Leave a Reply