Perilaku 5 orang CEO yang Visioner yang dapat Anda pelajari

perilaku ceo visionerSeorang CEO selalu tampak bekerja sebagai pemimpin yang visioner, dan menempatkan mereka pada posisi atas. Anda mungkin percaya mereka adalah orang yang lebih cerdas, lebih beruntung atau lebih kreatif daripada orang lain. Namun perilaku mereka adalah sebuah perilaku yang dapat dipelajari dan diasah dari waktu ke waktu.
Pemimpin tersebut akan merespon kesulitan, memaksimalkan sumber daya dan membuat keputusan, sehingga akan membedakan mereka daripada orang lain kebanyakan. Dikutip dari www.entrepreneur.com, berikut ini adalah para CEO visioner yang dapat menjadi contoh bagi Anda.

1. Elon Musk : Relentless innovation (Inovasi Tiada Henti)
CEO dari SpaceX dan Tesla Motor ini telah melakukan revolusi industri dengan fokus pada bergerak melampaui status quo. Musk berkata, “Jika Anda merasa tidak akan gagal, maka Anda tidak akan cukup inovatif”. Saat ini, Teslo Motor telah bekerja sama bersama Ford dan General Motor, dan SpaceX merupakan salah satu perusahaan terpilih NASA yang akan membangun sistem generasi berikutnya bagi astronot Amerika menuju Stasiun Angkasa Luar.

2. Nick Woodman : Focus (Fokus)
Nick Woodman adalah pemimpin GoPro, perusahaan kamera yang khusus diperuntukkan merekam kegiatan ekstrim, merasakan adanya kendala pribadi saat itu yakni tidak mampu merekam gambar dan video aktivitas surfingnya. Dengan fokus pada pengembangan, pada akhirnya Nick mampu menciptakan prototype kamera tersebut. Saat ini Nick menjadi salah satu miliarder dengan kekayaan mencapai 1,3Miliar Dollar. Bagi Nick, pelajaran terpenting yang dia petik adalah : “Dalam Hidup ataupun Bisnis, Anda adalah musuh terburuk atau Anda adalah pendukung terbaik, tiada siapapun yang dapat mambantu atau menyakiti Anda kecuali diri sendiri”.

3. Alan Mulally : Resilience (Gaya Pegas)
Alan Mulally adalah pemimpin Ford Motor Company Amerika, dan menjadi pelaku sejarah yang membuat perusahaan mampu berputar arah secara impresif, dari sebuah perusahaan yang merugi miliaran dolar menjadi perusahaan yang terhindarkan dari bangkrut tanpa bantuan pemerintah. Alan fokus pada kerjasama tim dan keterbukaan, kemudian membangun budaya baru perusahaan yang mendorong pada hasil akhir, serta fokus pada kepemimpinan yang begerak dengan visi maju kedepan. Kapasitas dan kemampuan Alan ini diibaratkan seperti gaya pegas (resilience) yang mampu melenting balik dari kondisi berlawanan.

4. Shantanu Narayen : Adaptability (Penyesuaian)
Adalah CEO dari Adobe System yang mencoba melihat kondisi pasar dan melihat bahwa distribusi fisik tidak lagi menarik bagi pelanggan. Bisnis yang stagnan secara alami akan mati. Untuk itulah Narayen mengubah gaya distribusi perangkat lunak Adobe menjadi model berbasis langganan. Meski bukan yang pertama melakukannya, namun terbukti dengan penyesuaian mengubah model distribusi, terjadilah pertumbuhan langganan produk Adobe.

5. Philip Krim : Reimaging (Konsep Ulang)
Philip selaku CEO Casper bersama rekannya membuat ulang konsep proses pembelian matras. Casper menjadi perusahaan matras yang mengubah gaya pembelian pelanggan yang sebelumnya mengacu pada harga menjadi mengacu pada pengiriman. Matras yang dipesan langsung pelanggan akan dikompres dalam sebuah kotak dan mengembang setelah dibuka.

Leave a Reply