Peran Penting Supervisor dalam Organisasi

Makin Tinggi Posisi dan Jabatan Anda dalam sebuah Struktur Organisasi, maka Makin “Tidak Jelas” Pekerjaan yang akan Anda lakukan.  Artian Tidak Jelas disini mempertegas bahwa Fungsi Anda adalah Fungsi Strategis bukan lagi Fungsi Teknis.  Sebagai Gambaran sederhana adalah Seorang Staff Lapangan memiliki Fungsi dan Tugas yang JELAS dan TEKNIS yaitu mencari Penjualan dan mencapai Target, sedangkan seorang Supervisor selain Mencapai Target Tim Penjualan juga harus melakukan Pembinaan “Bagaimana Cara agar Staff Lapangan mereka mampu memenuhi Target Penjualan Individu”.  Dan semakin Tinggi Posisi Anda, semisal, sebagai Seorang Manajer Penjualan (Sales Manager) maka Fungsi dan Tugas Anda akan makin Kompleks (alih-alih Komprehensif).  Selain Anda perlu memberikan Masukan dan Inputan kepada Level dibawah (Staff dan Supervisor), Anda perlu membuat sebuah Rencana Penjualan Grup secara Keseluruhan untuk Periode Bulanan dan Tahunan.  Makin Tinggi Posisi Anda makin “TIDAK JELAS” Pekerjaan Anda.

Disinilah Peranan seorang Supervisor akan menjadi Jembatan bagi Pencapaian Individu Tim yang menunjang Performa atau Kinerja Organisasi secara Holistik.  Supervisor adalah Level Manajemen Awal dalam Struktur Organisasi, karena selain Tugas dan Fungsi Teknis, juga berperan dalam Fungsi dan Tugas Managerial Level Pertama.  Peran Penting Supervisor dalam Organisasi cukup Krusial dan Penting membangun Kinerja Organisasi lebih Baik.  Anda sebagai Supervisor adalah Ujung Tombak Keberhasilan Organisasi secara Overall, karena peran dan fungsi Manajer atau Senior Manajer diatas Anda hanyalah Fungsi Strategis Jangka Panjang dan sangat sedikit melibatkan Fungsi Kontrol dan Monitoring Teknis di Lapangan.

Peran Penting Level Karyawan dalam Organisasi adalah sebagai beikut:

1.  STAFF.

Karyawan level terbawah dalam Struktur Piramida Organisasi, yang hanya bertugas dan bertanggung jawab “Mengimplementasikan Kebijakan dalam Sebuah Tindakan Nyata”.  Staff hanya menjalankan SOP Kerja yang diturunkan dari Kepala Departemen atau Divisinya.  Melakoni SOP dengan Baik dan Benar sudah cukup menjadikan seorang Staff sebagai Karyawan Handal dan Pilihan.

2.  SUPERVISOR.

Karyawan Level kedua setelah Staff yang bertugas melakukan Pengawasan atau Kontrol dari Kegiatan Implementasi Kebijakan oleh Staff mereka.  “Mengawasi dan Mengimplementasikan Kebijakan Perusahaan dalam bentuk SOP dan Memo Kerja” merupakan keseharian seorang Supervisor.  Anda berkewajiban membuat Staff Bekerja Baik dan Benar dengan Proses Kontrol dan Monitoring yang Tepat dan Akurat.

3.  MANAGER.

Karyawan pada level lebih tinggi yang membawahi Supervisor dan Staff (terkadang ada pula Manajer Tanpa Anak Buah) dengan berfokus pada Penyusunan Strategi untuk Implementasi SOP secara Tepat dan Akurat.  Fungsi Manajerial Anda adalah mengatur Langkah Efektif dan Efisien dari Fungsi Kerja dibawah Anda.  Manajer juga akan menurunkan Memo sebagai pelengkap SOP Kerja.

4.  GENERAL MANAGER.

Seorang GM atau Kepala Divisi adalah Karyawa pada level berikutnya yang melakukan Penyusunan Strategi dan Kebijakan Operasional Perusahaan dalam Jangka Waktu Tertentu.  Makin komplek teknis pekerjaan di bawah Anda, maka makin Dalam dan Luas Strategi yang perlu Anda kembangkan dalam Organisasi.  GM akan mengembangkan Memo Internal yang berlaku Internal Divisi atau Lintas Divisi sebagai Guidance untuk Implementasi Visi Misi Perusahaan.

5.  BOD (Direksi).

Dewan Direksi bertugas Menyusun Rencana Strategis Bisnis Perusahaan dalam Jangka Panjang.  Pencapaian Visi dan Misi merupakan Tanggung Jawab Moral bagi para Board of Director (BOD).  BOD akan melahirkan Business Plan dan Surat Keputusan Direksi bagi para GM dibawah mereka.

Struktur Organisasi adalah Bentuk Piramida, dimana Dua Level Terbawah menjadi Fungsi Utama Keberhasilan sebuah Organisasi. Peran Penting Supervisor dalam Organisasi merupakan Kunci Strategis Perusahaan untuk Tumbuh dan Berkembang.  Fungsi Supervisor adalah Fasilitator Konsep Manajemen dan Konsep Teknis Operasional.

ikhtisar.com

Leave a Reply