Penyelesaian Proyek Tepat Waktu akan Mengangkat Bisnis Perusahaan Anda

Menjalankan sebuah aktivitas yang terencana baik belum tentu berlangsung mulus tanpa hambatan.  Justru dengan adanya perencanaan sebuah proyek, Anda akan lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya skenario lain, berupa Plan B atau Plan C jika Plan A tidak berhasil.  Bukan berarti Anda mengganti seluruh rangkaian Project Plan, namun memiliki alternatif lain jika cara A tidak berhasil.  Ada beberapa cara bagaimana Anda akan mampu menyelesaikan proyek tepat waktu (On Time) dengan Sederhana (Simple), Definitif (Define) dan Informatif (Understand).  Semakin komplek dan sulit tahapan proyek Anda maka akan semakin Komplek Proyek Anda tersebut.  Dengan Langkah Sederhana ini Anda akan mampu menjadi seorang Project Manager yang menyelesaikan Proyek Tepat Waktu.

 1.        Bangun Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structure)

Rincian Kerja yang terstruktur baik membuat Anda mampu melihat korelasi antar berbagai tugas dan sub tugas yang membentuk proyek.  Work Breakdown Structure (WBS) adalah daftar kerja proyek yang tervisualisasikan dan dipahami secara gambling oleh setiap bagian proyek.  Semakin lengkap WBS Anda maka potensi keterlambatan waktu proyek semakin berkurang, karena tidak ada hubungan antar tigas yang terabaikan.  Dalam membangun Struktur Kerja Rinci yang perlu Anda pahami adalah sebagai berikut:

  • Tentukan Target Proyek (Project Results)
  • Buat Daftar Langkah Pokok (Major Steps)
  • Tentukan Tugas Turunan (Smaller Tasks) dari setiap Langkah Pokok
  • Proses Berkesinambungan (Continue the Process)

 2.        Tentukan Faktor Ketergantungan (Determine The Dependencies)

Berhasilnya sebuah proyek tergantung dari beberapa faktor terkait lainnya dalam hubungan antar tugas.  Tidak semua task berlangsung bersamaan, sehingga ada kemungkinan satu dan lainnya saling menunggu.  Ketergantungan mengharuskan Anda menentukan mana tugas kerja yang harus didahulukan sehingga Next Process dapat berlangsung Continuous.  Ketergantungan dalam sebuah kerja proyek dapat digambarkan melalui proses berikut : Finish To Start, Finish To Finish, Start To Start, and Start To Finish.  Selain itu Dependensi juga dapat dikelompokkan dalam tiga kategori yakni Logical, Resources Based atau Preference.

 3.        Kelola Kondisi Kritis (Critical Path)

Dalam pelaksanaan proyek pasti ada Kondisi dan Jalur Kritis yang sangat perlu dicermati, seperti koneksi antar tugas yang sangat cepat.  Seorang Project Manager perlu fokus pada Jalur Kritis ini sehingga dapat memaksimalkan kemungkinan proyek selesai tepat waktu (On Time).  Dalam hal ini ada literature lain yang perlu dipelajari dengan istilah Critical path Project Management (CPM).

Leave a Reply