Pentingnya Anda Berhenti Berpura-pura Sibuk Bekerja

hentikan pura-pura sibukMengelola pekerjaan adalah salah satu ketrampilan penting dalam pengembangan karir Anda kedepannya.  Waktu yang terbatas, target yang tinggi atau sumber daya lainnya yang sangat minim, mengharuskan Anda berpikir keras untuk menyelesaikan pekerjaan.  Semakin sibuk Anda akan semakin tinggi tuntutan untuk efektif dan efisien dalam bekerja.  Namun demikian adakalanya dimana pada saat Anda bekerja terjadi momen yang membuat Anda terdiam dan berpikir.  Kondisi ini perlu dimanfaatkan daripada Anda mencari kesibukan-kesibukan yang sebenarnya tidak perlu atau justru menambah tingkat stress pekerjaan.  Sangat penting ketika Anda mempunyai waktu untuk rehat sejenak dan berpikir lebih dalam, dibandingkan momen tersebut dijadikan alasan untuk tampak selalu sibuk dengan pekerjaan.  Seorang profesional akan dinilai dari produktivitasnya bukan dari kesibukannya.  Berikut langkah sederhana dikutip dari inc.com dimana Anda sebagai seorang karyawan dapat menghentikan kebiasaan tampak sibuk atau pura-pura sibuk.

1.  Hentikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan talenta Anda 

Anda mungkin ingin tampak trampil dengan berbagai jenis pekerjaan, Anda ingin terlihat suka peduli dan membantu sesama rekan kerja, atau Anda ingin tidak mengecewakan atasan.  Dengan demikian Anda akan selalu berusaha memenuhi apa yang diminta atau dipercayakan.  Namun hal ini akan berdampak kurang baik bagi produktivitas Anda bekerja.  Meski Anda senang dengan pekerjaannya, namun jika hal ini tidak selaras terhadap talenta terbaik Anda, sebaiknya hentikanlah pekerjaan tersebut.  Anda akan tampak sibuk jika pekerjaan tersebut bukan ketrampilan terbaik Anda.  Bahkan yang dikhawatirkan adalah jika Anda semakin sulit memenuhi target waktu yang diharapkan. 

2.  Cerdas dalam mengatur meeting 

Meeting adalah jenis aktivitas yang tidak mungkin terhindarkan.  Akan selalu ada sesi meeting, meski hanya berlangsung beberapa menit atau mungkin seharian penuh.  Meeting dapat membuat Anda selalu tampak sibuk, seolah ingin memberikan hasil yang cerdas pada peserta meeting, sementara esensi yang didapatkan sangat minim.  Untuk meminimalkan dampak negatif terhadap produktivitas meeting, Anda perlu cerdas dalam mengatur sebuah meeting.  Tentukan agenda yang dibahas, peserta yang diundang dan hasil yang diharapkan.  Anda dapat menghasilkan meeting produktif dengan hanya 30 menit. 

3.  Jadwalkan waktu untuk berpikir 

Agar tidak terlihat sibuk tidak jelas, sebaiknya Anda menset waktu khusus untuk sekedar berpikir analitik atau logik.  Meski terlihat berdiam diri tanpa kegiatan, namun Anda justru sedang mempersiapkan diri lebih produktif setelah sesi berdiam selesai.  Berpikir akan menghindarkan Anda dari aktivitas-aktivitas mubadzir seharian.  Berpikirlah sejenak sesaat Anda akan memulai aktivitas harian.  Daripada berusaha corat-coret agar terliht sibuk, lebih bijak jika Anda memilih diam dan berpikir, meski hanya 15 menit.  Waktu 15 menit Anda akan berdampak positif bagi pekerjaan selama 8 jam. 

4.  Tanyakan diri Anda mengapa sibuk 

Ketika Anda berdiam sejenak, cobalah untuk bertanya pada diri sendiri, mengapa Anda tampak sibuk.  Apakah pekerjaan tersebut relevan dengan apa yang seharusnya Anda lakukan.  Bertanya pada diri sendiri tentang kesibukan tidak jelas Anda akan meningkatkan efisiensi waktu bekerja. 

5.  Hentikan multi talenta 

Mungkin banyak orang merasa memiliki multi talenta dalam sebuah perusahaan, dan banyak pula para pemilik perusahaan ingin karyawan yang mempunyai multitalenta.  Multitalenta adalah sesuatu yang wajar terjadi, dikarenakan sifat dasar orang yang serba ingiin tahu dan serba ingin bisa.  Namun dalam konteks produktivitas kerja, sebaiknya Anda fokus pada talenta terbaik Anda daripada berusaha menjadi seorang yang serba bisa dan serba tahu.  Multitalenta tidaklah salah, namun perlu ditempatkan pada kondisi yang tepat pula.  Jika Anda bekerja sebagai seorang Akuntan, maka fokuslah pada ketrampilan akuntansi dan Financial Planning daripada berusaha menambahkan kemampuan Marketing sebagai bagian dari Financial Planning Anda.

Leave a Reply