Pengembangan Talent untuk Meningkatkan Pendapatan

Tidak ada Bisnis tanpa adanya Penjualan, dan Penjualan adalah cikal bakal Pendapatan.  Anda tidak mungkin mengesampingkan program pendukung pencapaian Sales dan Marketing dari masing-masing individu yang terlibat.  Setiap level organisasi akan dituntut memberikan kontribusi penjualan dalam menggerakkan roda bisnis perusahaan.  Pendapatan yang sehat dan terjaga akan menjamin tumbuh kembang organisasi secara progesif dan berkesinambungan.

Banyak perusahaan yang dapat Anda lihat memiliki tingkat pertumbuhan yang luar biasa dari tahun ke tahun. Pertumbuhan Penjualan, Pertumbuhan Market Share dan Pertumbuhan Pendapatan adalah salah satu kriteria sehatnya sebuah organisasi.  Pertumbuhan yang dapat dijadikan indikator kesehatan perusahaan utamanya adalah Pertumbuhan Pendapatan (Revenue).  Anda dapat menengok salah salatunya PT XL Axiata yang tumbuh 150% selama empat tahun terakhir secara pendapatan usaha.  Dan masih banyak lagi contoh industry yang berkembang spektakuler, seperti Adira Finance, Bank Mandiri dan lainnya.

Satu dan lain hal, ternyata yang menjadi penunjang pertumbuhan ini adalah Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (Talent) yang Tepat.  Anda pasti paham akan Fundamental sebuah Bisnis adalah Manusia Hebat yang menjadi Intangible Asset.  Makin besar jumlah Manusia yang Berdaya maka makin Kuat dan Stabil sebuah Organisasi.

Pengembangan Manusia bukan lagi sekedar menjadi Program Pendukung bagi Marketing dan Operational, namun sudah merupakan Program Utama sebuah Unit Bisnis.  Sumber Daya Manusia yang berkualitas (bukan kuantitas) akan menjamin Kelangsungan Hidup Jangka Panjang sebuah Organisasi. 

Bagaimanakah cara Perusahaan seperti XL, Adira Finance, Bank Mandiri dan lainnya dalam membangun dan mengembangkan Talent Berbakat untuk memutar Roda Ekonomi Perusahaan mereka.  Dari berbagai sumber yang ada, berikut Anda dapat pelajari kunci sukses mereka dalam Proses Talent Development yaitu:

1.  Komitmen Manajemen.  Setiap program yang bersifat Strategic Planning perlu mendapat Dukungan dan “Perintah” dari Pucuk Pimpinan Organisasi.  Seperti Program Employee Retention harus didukung dengan Kebijakan HR Directorat, Program Product Development perlu disupport oleh Marketing Directorat dan lainnya.  Komitmen Top Manajemen memastikan bahwa Program tersebut akan dapat diimplementasikan dengan simultan kepada di setiap level karyawan.  Komitmen tersebut akan meminimalisir suara dan tindakan sumbang yang menjadi penghambat di lapangan.

2. Talent Magement sebagai KPI Direktorat.  Dengan adanya Indikator Penentu Kinerja setiap individu (KPI – Key performance Indicator) termasuk di level Direksi, maka hal ini akan menjadi salah satu Tugas mereka dalam menjalankannya sampai level bawah.  Dengan menjadi KPI dari Direktur Utama khususnya, maka Komitmen mereka dalam Pengembangan Talent terasa lebih Kuantitatif walaupun sebenarnya merupakan Indikator Kualitatif.

3.   Kebijakan Job Rotation.  Dengan membuka peluang setiap orang berkembang pada Unit Organisasi yang berbeda maka akan semakin membuka kemungkinan Perusahaan mendapatkan Great People, dengan kata lain besarnya potensi  The Right People on The Right Place.  Tidak menutup kemungkinan seorang Kasir sebuah Bank ternyata memiliki Ketrampilan Pemasaran yang handal sehingga makin memperbesar peluang perusahaan menjaga sumber daya manusia yang tepat sesuai kebutuhan.

4.  Business Growth.  Sudah dipastikan dengan adanya Pertumbuhan Bisnis Perusahaan maka mau tidak mau Pengembangan Manusia (People Development) menjadi kebutuhan bukan sekedar keinginan.  Pertumbuhan Bisnis menuntut Tingkat Kualitas Manusia yang makin tinggi pula.  Bisa Anda bayangkan sebuah Bank Cabang Pembantu yang beroperasi dengan seorang Kasir pada awalnya, menunjukkan pertumbuhan Nasabah dua kali lipat pada tahun berikutnya, maka Jumlah Kasir harus meningkat pula dan tentu dengan Kualitas yang Tetap terjaga.  Artinya makin jelas bahwa pertumbuhan bisnis juga mendorong Talent Development. 

Pengembangan Manusia (Talent Development) adalah sebuah Departemen terpisah dari Unit Human Resources sebuah Organisasi, karena fokus ini akan membantu Perkembangan Penjualan dan Pemasaran serta secara Langsung akan meningkatkan Pendapatan (Revenue) dan Laba (Profit) Organisasi.  Pengembangan Talent perlu mendapat perhatian Intensif dan Inovatif dari semua Tingkatan Manajemen, dimana hal tersebut sangat berpengaruh dalam Pencapaian Revenue Perusahaan.  Prinsip Pareto menjelaskan bahwa 20% Orang yang ada dalam Unit Bisnis Anda akan menyumbang 80% Pendapatan Perusahaan.  Kembangkan mereka dalam koridor bisnis yang tepat dan lakukan dengan cerdas.

Leave a Reply