Pengembangan Produk Konsep Baru yang belum Dikenal

Pengembangan Produk Konsep Baru
Pengembangan Produk Konsep Baru yang belum dikenal

Bayangkan Anda menjelaskan nilai radio transistor kepada populasi umum tahun 1954. Bagaimana produsen bisa meyakinkan konsumen bahwa mereka akan memenuhi kebutuhan pelanggan sementara mereka tidak menyadarinya? Tentu menjadi penjualan yang sulit, namun begitu dipahami fungsi dan manfaatnya, maka itu akan mengubah dunia.  Nah, dalam Manajemen Strategi terkadang Anda perlu membuat produk dimana konsep pasar dan konsumennya masih belum jelas.   Pengembangan produk konsep baru selalu menjadi tantangan bisnis.

Menjadi inovator selalu menjadi tantangan besar meyakinkan calon investor, pengembang, dan end user mengenai pentingnya produk atau layanan yang sama sekali baru. Ketika bitcoin masuk pasar, mereka berjuang untuk menjawab pertanyaan yang sama: “Mengapa ini perlu?”

Saham Bitcoin awalnya dijual hanya $ 0,003, karena kegelisahan publik tentang konsep baru ini. Tujuh tahun kemudian, saham sudah mendekati $ 2.200, menurut perkiraan terakhir.

Untuk mengelola keseimbangan ini, Anda harus mengembangkan dan memperkaya konsep yang muncul dengan cepat saat menjalankan strategi mendidik konsumen.

Belajar dari Orang Lain

Pada tahun pertama sebuah bisnis, biasanya Anda masih belum bisa membayangkan posisi diri Anda pada tingkat tertinggi: Apakah kita merupakan Retailer terbaik? Lembaga yang didukung oleh teknologi terbaru? Mempunyai Platform teknologi layanan terkelola otomatis? Dan lainnya.

Pilihan Anda sebagai pengusaha di industri baru adalah salah satu hal yang paling kuat – namun dengan semakin banyak pilihan, semakin banyak tebakan, terkadang pilihan akan didorong oleh insting dan terkadang oleh data. Terkadang selama 12 bulan pertama, Anda meyakinkan konsumen dengan layanan gratis, namun mereka lebih memilih konsep tradisional yang berbayar, dan ini yang menghambat kemampuan Anda untuk menghasilkan bisnis baru.

Saat Anda membangun sesuatu yang baru, kesalahan Anda akan jadi pelajaran yang baik. Berikut ini adalah cara bagaimana Anda menjadi inovator sekaligus seorang pelopor.

1. Jangan Menjual – namun Mendidik

Daripada mendorong konversi, fokuslah untuk menyampaikan konten yang informatif. Untuk membangun kembali corong penjualan Anda seputar pendidikan, buatlah akuisisi email menjadi sasaran dan kemudian tetapkan email pemasaran ulang.

Ini tidak hanya menarik prospek dengan sumber daya yang bebas, informatif dan menarik, namun juga mempersenjatai tim penjualan dengan alat pendidikan yang menarik.

Strategi ini mengharuskan dilakukannya konversi corong yang lebih dalam, seperti rapat penjualan atau konversi produk, lebih jauh juga mengenai hubungan dari yang seharusnya Anda lakukan. Begitu Anda menarik konsumen potensial dengan konsep baru, mulailah komunikasi segera.

Anda perlu terus berinovasi tentang bagaimana melayani target komunitas, dan tidak perlu selalu melibatkan penggunaan produk.

2. Perlambat Modeling Anda

Cepat tidak selalu berarti baik, terlebih jika Anda berurusan dengan konsep yang belum diketahui, kecepatan dapat membunuh proses penjualan. Jika layanan atau produk Anda baru dipasarkan, tahan godaan Anda segera mengubah pasaar. Pertama, luangkan waktu untuk memastikan klien atau pelanggan Anda memahami apa yang mereka kerjakan dan bagaimana memanfaatkan produk atau layanan Anda sepenuhnya.

Jika klien ingin membayar setelah telepon pertama, Anda jangan membiarkannya terjadi. Namun jika sudah cukup teratur, Anda dapat mengirimkan dokumentasi email yang menegaskan kembali tentang diskusi Anda, menunjukkan pengalaman one-on-one produk, dan ditindaklanjuti dengan email yang berisi perjanjian kontrak.

Jika Anda mencoba menjual kepada orang-orang yang belum siap untuk mengumpulkan nilai produk Anda, Anda akan berakhir dengan pelanggan frustrasi yang memiliki nilai masa pakai lebih rendah.

3. Terbuka dengan Pergerakan dan Pergeseran

Ya, transparansi adalah kata kunci – karena ini bisnis yang bagus dan cara terbaik untuk membantu orang memahami dan menggunakan produk atau layanan Anda. Kejujuran membangun Kepercayaan. Penelitian mengatakan 73 persen orang bersedia membayar lebih untuk merek yang lebih transparan. Ini menunjukkan bahwa perusahaan dari semua ukuran, di semua industri, selalu mendapat manfaat dari transparansi.

Anda perlu membiarkan klien tahu kapan Anda melakukan perubahan-perubahan, yang pasti membantu kedua belah pihak memperbaiki asumsi yang salah.  Sehingga pengembangan produk konsep baru akan lebih smooth.

4. Fokus pada Misi, bukan Personal

Jangan khawatir dengan menjual produk kepada siapa pun. Jika Anda melakukannya, Anda hanya akan menyesuaikan produk Anda dengan demografi dan bukan visi Anda. Kenali misi dan tujuan Anda, dan jual itu – kebenaran universal dari apa yang Anda andalkan untuk diberikan, bukan produk Anda. Pengembangan produk konsep baru harus dimulai dengan visi, bukan permintaan pasar.

Pasar tidak dapat Anda paksakan untuk paham dengan berbagai modifikasi. Anda tidak menjual produk; Anda menjual ide. Dunia membutuhkan dan layak mendapat solusi inovatif, tapi bukan berarti dunia akan paham bahwa itulah yang terbaik saat muncul pertama kali. Peran Anda sebagai pengusaha adalah mengatasi skeptisisme dengan strategi pragmatis dan tetap fokus pada pergerakan angin yang membangun pasar baru.  Produk baru tetap dapat Anda kembangkan meski belum menjadi konsep yang umum dipasar.

Leave a Reply