Pengembangan Karir Anda tidak bergantung pada hal-hal berikut ini

mitos pengembangan karirKetika Anda mengejar karir lebih baik dan bergantung pada kepercayaan diri tinggi atau prinsip berlebihan, maka nilai sukses akan kecil kemungkinannya terjadi.  Energi Anda habis demi memikirkan kata-kata diri sendiri daripada melihat kondisi dan lingkungan sekitar.  Kata-kata bijak memang mengungkapkan bahwa, Anda adalah apa yang Anda pikirkan, namun Anda tidak bijak ketika memikirkan arti dari pameo tersebut dengan sungguh-sungguh dan melupakan petunjuka sukses yang sebenarnya.

1.  Harga Diri

Setiap orang tentu memiliki harga diri, namun ketika Anda menilai diri sendiri secara berlebihan atau menilai diri sendiri sebagaimana orang lain menilai Anda, maka akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri Anda.  Percaya diri berlebihan atau tidak percaya diri adalah kendala bagi Anda mengembangkan sukses dalam karir.  Saat orang menilai Anda dan ditelan mentah-mentah tanpa melakukan telaah lebih lanjut, Anda mungkin akan besar hati atau mungkin kecil hati.  Maka tidak perlu kiranya Anda menilai harga diri dari pernyataan langsung rekan kerja, kolega atau atasan.  Mintalah pendapat dari teman dekat atau pasangan Anda mengenai diri Anda, karena itulah pendapat jujur dan sebenarnya.

2.  Masa Lalu

Masa lalu dapat menjadi pengalaman dan pijakan bagi Anda meraih impian lebih baik, namun masa lalu tidak akan mencerminkan masa depan Anda.  Anda tidak perlu larut dengan masa lalu, baik atau buruknya tidak akan berdampak pada karir Anda kedepannya.  Kegagalan akan menggeret Anda takut untuk melakukan tindakan, dimana setiap keberhasilan akan mengalami banyak kendala bahkan kegagalan.  Ketakutan untuk mencoba lagi pada akhirnya Anda tidak akan berhasil meraih apapun juga.

3.  Nasib

Nasib ibarat perjudian, meski Anda harus percaya dengan sang kuasa, namun nasib Anda adalah Anda yang menentukan.  Percaya dengan nasib, takdir atau keberuntungan tentu menjadi hambatan bagi pengembangan karir Anda.  Anda tidak boleh menunggu takdir menghampiri sukses, karena setiap sukses adalah perjalanan yang harus Anda lalui.  Menunggu nasib membuat Anda malas bertindak dan berpikir, sehingga selalu berharap adanya rejeki turun dari langit.  Segala sesuatu memang telah ditentukan, namun Anda harus menciptakan sesuatu yang akan ditentukan tersebut.

4.  Emosi

Perasaan atau emosi terkadang menjadi alasan Anda menunda pekerjaan.  Penundaan adakalanya menggagalkan rencana kerja yang sudah tersusun rapi dan siap untuk dieksekusi.  Semisal Anda tidak jadi untuk presentasi proyek karena merasa belum sempurna persiapannya. Hal-hal negatif sebenarnya adalah persepsi yang belum tentu terjadi dan belum tentu berdampak negatif pula pada akhirnya.  Anda terlu melihat dari sudut pandang orang lain atau terlalu memikirkan pendapat orang lain, dan akhirnya justru berakibat penundaan pekerjaan.  Kerjakan segera rencana Anda dan lihat apa yang perlu diperbaiki setelah itu.

5.  Tujuan Ideal

Kesempurnaan adalah baik, namun tidak dapat dijadikan sebuah dasar bagi Anda merangkai rencana kerja, karena waktu cepat berlalu dan perubahan akan sering terjadi.  Kesempurnaan tidak mungkin diraih dan berakibat Anda akan mengalami kekecewaan sendiri.  Orang dengan sikap perfeksionis punya potensi menyalahkan lingkungannya, teman atau rekan kerja dibandingkan berusaha untuk membuat dan melakukan sesuatu yang hebat.

Leave a Reply