Pengambilan Resiko versus Penghindaran Resiko

“Kesempatan tidak datang dua kali”.  Stigma ini masih berlaku pada zaman Dinamika dan Kompetisi Ketat saat ini, walau tidak menutup kemungkinan Anda akan mendapatkan Kesempatan Kedua pada waktu kemudian.  Dale Carnagie menjelaskan bahwa Ambilah Kesempatan karena segala hal dalam hidup ini merupakan Kesempatan.  Orang yang paling jauh adalah yang punya Niat dan Melakukannya.

Anda mungkin pernah bekerja pada organisasi dengan aturan main “Jangan Lakukan Kesalahan”.  Organisasi seperti ini tidak sehat namun sudah lumrah ada dalam bisnis.  Organisasi yang baik adalah yang mampu memberikan kolanggaran akan “Salah” dan mendorong orang mengambil “Resiko”.  Kesalahan dan Resiko adalah sebuah Change Management Concept yang berdampak Jangka Panjang untuk Tumbuh Kembang Organisasi.  Steve Jobs pendiri Apple, inc menjawab pertanyaan tentang Kesuksesan Apple dengan pernyataan “Kami mempekerjakan orang hebat dan menciptakan lingkungan yang membolehkan orang berbuat salah demi tumbuh kembang”.

Tiap Individu atau Kelompok dapat dipastikan menghindari adanya resiko dalam sebuah tindakan, namun lebih fatalnya bahwa penghindaran resiko hanya berakibat Kebosanan, Frustasi, Kemandegan dan Kegagalan itu sendiri.  Untuk itu perlu adanya Iklim yang mendorong, menghargai dan mendukung pengambian resiko serta kesempatan belajar dari kesalahan.  Berikut beberapa petunjuk menciptakan sebuah Iklim Pengambilan Resiko yang menyehatkan:

  • Tanamkan bahwa Kesalahan Cerdas adalah Bagian dari kemajuan.

Kesalahan membuktikan bahwa orang berhenti banyak berbicara dan melompat melakukan sesuatu.  Ketika Anda melakukan tindakan besar jangan terkejut ketika ada kemunduran, yang terpenting Anda belajar dari kekeliruan dan terus berbenah untuk kemajuan.

  • Jadikan Anda sebagai Contoh.

Anda perlu terbuka dalam menjelaskan adanya kesalahan yang terjadi dan jujur dengan yang Anda perbuat.  Anda perlu jelaskan pula manfaat yang diambil dari peristiwa tersebut.  Ceritakan Resiko yang diambil dan kekhawatiran yang terjadi namun tetap ditempuh untuk merasakan bagaimana Anda merasa hidup lebih baik.  Berikan satu dua contoh kesalahan yang Anda lakukan dan konsekuensinya setelah itu.

  • Jangan sia-siakan waktu untuk Resiko Kecil.

Proyek Besar akan memberikan Hasil Besar dan berpotensi pada Gagal Besar pula.  Fokuskan Waktu dan Usaha Anda pada sebuah Peluang Besar walau dengan Resiko Besar pula.  High Risk High Return adalah kondisi yang lumrah, dan ketika Columbus tidak mengambil resiko berlayar dan memutuskan kembali, tentu tidak ada orang yang menyalahkannya.  Namun pada akhirnya kita tidak akan pernah tahu dan mengenang seseorang bernama Christoper Columbus penemu Benua Amerika.

  • Rayakan Sukses dan Gagal.

Penghormatan dan Pujian tentu akan datang pada orang yang berani mengambil Resiko Besar dan Sukses.  Penelitian adalah Bisnis Resiko yang sarat dengan Kegagalan.  Dan untuk menelurkan beberapa ide harus ada banyak pilihan ide.  Daripada bermuka masam karena kegagalan sebuah ide, lebih baik Lepaskan Tawa dan coba ide lainnya.  Ini akan membantu banyak karyawan berpikir positif dan percaya diri dengan Iklim Perbaikan.

  • Jangan Ambil Resiko orang lain.

Dengan posisi Anda sebagai pimpinan perusahaan bukan berarti Anda dapat mengambil alih tanggung jawab karena Kegagalan Tim.  Anda tidak perlu merampas kesempatan mereka belajar dan tumbuh dari pengalaman.   Biarkan orang lain dengan Resiko belajar dan berkembang untuk tumbuh.

  • Dorong Resiko Cerdas bukan Kesempatan Bodoh

Tujuan Pengambilan Resiko adalah menghasilkan manusia dan organisasi yang lebih baik, bukan pemberani yang membabi buta.  Ciptakan Iklim Pengambilan Resiko Cerdas dengan mengedepankan beberapa kunci berikut:

  1. Tujuan Jelas.
  2. Kemungkinan Terburuk dan Siap Menerimanya.
  3. Takar Potensi Kerugian dan Keuntungan.
  4. Lakukan Terbaik, jangan pernah melihat kebelakang.
  5. Batasi Kerugian, jika sesuatu tidak berjalan lancar.
  6. Santai, Nikmati dan Ambil Pelajaran.

Menciptakan Iklim Pengambilan Resiko yang sehat juga sama artinya dengan memberikan wadah pengembangan bagi setiap Sumber Daya Organisasi yang ada.  Pengambilan Resiko bukan kegiatan gegabah yang tidak terukur, namun perlu disikapi bahwa Resiko Besar menyimpan Potensi Keuntungan Besar.

ikhtisar.com

Leave a Reply