Pengalaman Pelanggan sebagai acuan Tumbuh Kembang Perusahaan Anda

customer experienceIstilah pembeli adalah raja, atau pelanggan tidak pernah salah dan lain sebagainya, seolah sudah menjadi pembenaran dalam konsep pemasaran produk dan servis yang tepat.  Namun langkah yang salah dalam mengantisipasi pelanggan pun, dengan selalu menjadikan mereka sebagai acuan kebenaran dapat menjadi bumerang bagi Anda sebagai pemimpin perusahaan.  Karena namanya customer, tidak mutlak adalah end user dari produk dan servis Anda.  Masih banyak proses-proses atau tahapan-tahapan kerja yang dilalui dan menjadi sebuah pengertian lain dari istilah customer.  Karena demikianlah muncul istilah lainnya yakni “Customer is The Next Process”.

Untuk memperoleh pelanggan yang setia atau loyal, maka ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan dalam memperlakukan pelanggan sehingga tidak hanya merasa ibarat Raja, namun mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan.  Pelanggan yang  menjadi acuan saat ini tidak hanya end user customer namun juga dapat diberlakukan kepada next process customer.

1.  Pelanggan tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan

Pelanggan akan menjadi selalu benar dengan pendapat mereka, dan selalu menjadikan pengalaman mereka sebagai konsumsi pribadi dan tidak menjadi umpan balik bagi perusahaan Anda.  Menilik kondisi ini maka Anda perlu mempelajari mengenai Inbound Marketing yakni pemasaran yang mengikat. 

2.  Pelanggan lebih paham tentang bisnis Anda daripada Anda sendiri

Anda tidak akan pernah paham mengenai tindakan apa yang dilakukan pelanggan dari produk dan servis perusahaan.  Dengan demikian perlu kiranya mencari tahu apa yang dilakukan pelanggan Anda sehingga mempermudah melakukan perubahan terhadap bisnis Anda. 

3.  Pelanggan menciptakan pengalaman pribadi

Produk dan servis perusahaan hanya menjadi alat bagi pelanggan untuk menciptakan pengalaman mereka.  Perusahaan Anda perlu menciptakan infrastruktur yang dapat diakomodir pelanggan dalam membangun pengalaman akan produk dan servis. 

4.  Pelanggan mempunyai interaksi yang komplek dan tak terduga

Makin kompetitifnya persaingan pelanggan, maka perusahaan tidak bisa hanya bergantung dengan call center dalam pelayanan, dan mulai membangun customer relationship management (CRM).   CRM menjadi sebuah data bagi Anda dalam mengembangkan pengalaman bagi pelanggan. 

5.  Pelanggan terhimpun dalam sebuah komunitas pengetahuan

Makin banyak informasi yang Anda miliki dari pengalaman para pelanggan maka makin kuat Anda membangun komunitas pelanggan yang loyal.  Informasi yang didapat dari pelanggan Anda menjadi sebuah dasar pengembangan layanan berikutnya.  Komunitas akan mengubah sistem dari pengetahuan itu sendiri, dan menciptakan sebuah pengetahuan baru yang akan dipergunakan banyak orang.

Leave a Reply