3 Alasan penting Pelanggan jadi Prioritas

pelanggan jadi prioritas
pelanggan jadi prioritas

Pelanggan jadi prioritas bagi sebuah organisasi bisnis.  Terlebih bisnis yang tumbuh dengan cepat dan pesat.  Dan semakin berkembang sebuah bisnis tidak mungkin pelanggan akan terabaikan.  Sebab dengan suatu perilaku karyawan atau bisnis proses yang tidak sesuai keinginan pelanggan, maka bisnis tersebut menuju pemburukan.

Berapa kali Anda masuk ke restoran dengan banyak meja kosong, sementara seorang pelayan sibuk membersihkan piring yang ditinggalkan pengunjung meja lain? Sudah berapa kali Anda melihat etalase untuk sebuah barang dan tidak terbantu oleh wiraniaga yang asyik mencari persediaan orang lain? Dan berapa kali Anda melihat seseorang bertelepon-ria sementara pelanggan di tengah-tengahnya?

Tidak diragukan lagi, jawabannya tidak terhitung. Mengapa? Karena banyak pemilik bisnis tidak pernah mengerti atau entah lupa, pentingnya menempatkan pelanggan terlebih dahulu. Anda pasti telah paham bahwa gagasan ini – membingkai semua hal dalam kebutuhan pelanggan – adalah jantung strategi bisnis.  Anda akan mendapatkan pertumbuhan di setiap tahapan bisnis. Berikut adalah beberapa cara sederhana yang Anda dapat lakukan dalam bisnis.  Dalam sebuah bisnis Pelanggan jadi Prioritas, dimana Anda akan memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan produk atau layanan Anda.

## 1. Mintalah karyawan untuk menangani pelanggan sebelum melakukan inventarisasi

Terlepas dari seberapa berantakannya rak Anda yang terlihat, banyak meja yang berantakan, atau item yang perlu diisikan, semua masalah itu akan tetap ada bahkan setelah pelanggan pergi. Bantu pelanggan Anda terlebih dahulu, dan letakkan semua tugas di belakangnya.

Anda tidak ingin membiarkan pelanggan keluar dari pintu dengan tangan hampa.  Anda tidak ingin pelanggan pergi karena Anda terlibat dalam sesuatu selain mereka. Pelanggan akan memberikan perhatiannya selama mereka mendapatkannya dari Anda.  Dan itu tergantung sepenuhnya pada seberapa penting, berharga, dan signifikan Anda membuat mereka merasakan.

## 2. Instruksikan kepada staf bahwa, kehidupan pribadi mereka dibelakang pengalaman pelanggan

Orang-orang sepertinya sulit membedakan batasan urusan pribadi dan profesional setiap hari.  Banyak karyawan ketika terjebak dalam kepentingan sendiri, mereka melupakan hal-hal lain di sekitarnya.  Pelanggan diabaikan saat melihat-lihat barang dietalase sementara karyawan sibuk ngobrol dengan rekannya.

Mintalah karyawan untuk menyingkirkan telepon mereka, mengatasi konflik antar-staf, dan tidak ngobrol saat pelanggan berada dalam penglihatan dan pendengarannya. Seorang pelanggan tidak boleh dibuat merasa seperti beban, gangguan, atau benar-benar tidak nyaman saat mengunjungi perusahaan.  Pelanggan yang terlayani dengan baik akan mempertimbangkan untuk membeli sesuatu.

## 3. Prioritaskan pelanggan yang siap membeli barang lain

Pelanggan merupakan aset bagi sebuah bisnis dalam berkembang.  Pembelian kembali dari seorang pelanggan adalah bentuk loyalitas dan kepuasan.  Pelanggan jadi Prioritas manakala mereka memutuskan untuk membeli dan hal tersebut adalah pengalaman yang sangat emosional.

Saat itulah pelanggan merasa rentan karena dia akan menyerahkan uangnya dan dia ingin tahu bahwa dia memberikannya kepada perusahaan yang layak. Layani pelanggan dengan cepat, sehingga mereka merasa yakin bahwa keputusan membeli barang tepat.

Apakah ini berarti Anda harus menemaninya sampai pada titik pembelian? Tidak. Dengan menunjukkan bahwa Anda siap untuk segera menerima pesanannya, atau menanyakan apakah mereka memerlukan pertolongan, itu sudah cukup.  Yang penting adalah Anda waspada, perhatian, dan akomodatif.

Pelanggan sangat berharga. Pelanggan jadi prioritas bisnis Anda,  terlebih jika tumbuh pesat.  Pelanggan hanya berjalan melewati pintu Anda, kecuali jika Anda siap menyambut kedatangan mereka.  Mereka akan datang dengan bantuan Anda, dan Anda mengkhususkan diri bagi kebutuhan mereka.

Hanya dengan memenuhi minat pelanggan, memberikan dukungan dan memenangkan urusan mereka Anda bisa tumbuh berkembang.  Pelanggan jadi prioritas bagi bisnis yang ingin berkembang dan tengah tumbuh pesat.

Leave a Reply