Pelajaran Kepemimpinan dari Alexander the Great

pelajaran kepemimpinan alexander the greatTidak banyak dari kita yang mengenal langsung tentang Alexander the Great, bahkan mungkin orang tua kita pun tidak.  Hal ini dikarenakan perbedaan zaman antara waktu itu dan kehidupan modern saat ini.  Alexander terlahir pada tahun 356 SM dari seorang ayah Raja Macedonia Philip II, dan saat itu Alexander berguru pada filsuf yang terkenal yakni Aristoteles.  Terlepas dari sepak terjangnya sebagai salah satu jenderal perang besar, dikutip dari buku The Virtues of War, ada beberapa hikmah yang dapat menjadi pelajaran kepemimpinan bagi Anda. 

1. Pelajarilah Ilmu Pengetahuan sebagai sarana menaklukkan dunia

Knowledge is Power, dan itu tidak dapat dipungkiri.  Sekali Anda menguasi sebuah pengetahuan maka tidak akan ada yang dapat mengambilnya.  Ibarat Anda sudah berhasil belajar berenang atau bersepeda, maka meski telah bertahun-tahun tidak lagi mengendarai sepeda, Anda akan tetap mampu bersepeda atau berenang.  Ilmu Pengetahuan akan mengantarkan Anda “menaklukkan” orang-orang yang diperlukan dalam kepemimpinan.  Kepemimpinan adalah sebuah pengaruh dan pengaruh harus dilengkapi dengan wawasan dan pengetahuan.  Bagaimana mungkin seorang pemimpin akan didengarkan jika wawasan dan pengetahuannya kurang. 

2.  Jadilah Pribadi yang Proaktif, Menyerang dalam Bertahan

Alexander selalu menyerang kapanpun dan bagaimanapun caranya.  Pelajaran ini dapat diambil insight nya yakni Anda harus selalu mengambil inisiatif, bertindak positif, memberikan solusi kreatif dan bertanggungjawab.  Pengertian ini adalah sikap Proaktif.  Berlaku proaktif akan mempermudah Anda dalam menghadapi tantangan, hambatan dan peluang. 

3.  Jagalah Nama Baik

Alexander the Great bertindak untuk menyatukan dunia, sehingga setiap bangsa ingin menjadi temannya dan takut menjadi lawannya.  Pengertian ini dalam kepemimpinan mempunyai arti bahwa Anda tidak hanya membawa nama baik diri sendiri namun juga membawa nama keluarga, lingkungan dan bangsa.  Anda perlu waktu bertahun-tahun membangun reputasi dan hanya perlu beberapa detik menghancurkannya.  

4.  Tanggung Jawab

Sebagai seorang pemimpin Anda harus mempunyai tanggung jawab dan bahkan mengambil tanggungjawab dari kesalahan orang lain.  Pemimpin mempunyai pandangan yang jauh kedepan sehingga dapat mencegah terjadinya kesalahan yang diperbuat orang lain.  Meski Anda pernah melakukan kesalahan, namun sebagai seorang pemimpin Anda tidak harus mencari kambing hitam. 

5.  Pastikan Keputusan Anda

Tidak ada yang lebih buruk daripada kebimbangan atau kebingungan.  Meski Anda salah, namun kesalahan tersebut terjadi karena ketegasan Anda dan diakui sebagai kesalahan yang harus segera diperbaiki.  Kepemimpinan adalah kemampuan dalam Problem Soving and Decision Making.  Memecahkan sebuah masalah adalah kemampuan seorang pemimpin dan Mengambil Keputusan adalah tindakan pasti seorang pemimpin.  Menjadi pemimpin Anda harus tegas dan berani mengambil keputusan, meski pada akhirnya sebuah keputusan yang salah.

Leave a Reply