Pahami bahwa sifat Pemalu bukan halangan bagi Pengembangan Diri Anda

sifat pemaluTentu banyak orang yang mempunyai sikap atau sifat malu, sehingga merasa rendah diri dan berdampak pada proses pengembangan kepribadian atau profesional.  Akan tetapi Anda tidak perlu merasa rendah diri ketika memiliki sifat pemalu, itu adalah sifat natural dan banyak orang mempunyainya.  Anda cukup mengembangkan bagaimana menjaga sikap tersebut tidak terlalu menonjol berlebihan yang justru berdampak pada perilaku dan karakter Anda.  Mengutip dari C Barr Taylor seorang ahli psikologi dari Stanford University mengatakan bahwa sifat pemalu justru dapat menghindarkan Anda dari hal buruk yang bisa terjadi sengaja atau tidak.  Sifat pemalu secara alami akan membuat Anda menjauh dari sesuatu yang enggan Anda lakukan, sesuatu yang mengganggu kenyamanan Anda.  Berikut beberapa ulasan Taylor tentang sifat pemalu yang berguna bagi pengembangan diri dan kesuksesan dalam karir profesional.

1.  Pemikir

Anda yang pemalu tentu sering merefleksikan sesuatu. Anda kerap tenggelam dengan pemikiran dan tidak pernah berhenti bekerja. Pada era teknologi saat dimana orang dituntut untuk berpikir cepat dari satu hal dan beralih ke hal lain, kebiasaan berpikir mendalam menjadi suatu hal yang langka. Padahal orang-orang yang terbiasa berpikir mendalam memiliki kemampuan lebih membuat keputusan yang jauh lebih baik.

2.  Pengamat

Sikap Anda yang pemalu justru menjadikan Anda orang yang kerap mengambil cuplikan dari sebuah pembicaraan dan mengaitkannya dengan keadaan sosial. Anda tidak secara otomatis akan tersisih dan terisolasi dari kondisi sosial. Justru Anda memiliki kemampuan observasi atau pengamatan yang baik. Anda mampu membaca ekspresi wajah seseorang apakah sedang sedih, gembira, bahagia. Hal ini terbukti dari penelitian  di Southern Illinois University di Carbondale. Peneliti menemukan bahwa ada kaitannya antara orang dewasa yang pemalu lebih mampu mengidentifikasikan ekspresi sedih atau takut, dibandingkan mereka yang bukan pemalu.

3.  Pendengar yang baik

Mendengarkan adalah dasar bagi sikap efektif yakni memperhatikan.  Jangan Anda beranggapan bahwa orang yang pemalu cenderung menghindari percakapan di tempat umum. Faktanya, tak semua orang pemalu melakukan hal itu. Justru orang pemalu sangat mahir berbaur dalam sebuah percakapan. Mereka lebih nyambung saat berbincang karena mereka adalah pendengar yang baik. Kemampuan menyerap informasi dalam sebuah perbincangan merupakan kekuatan terbaik yang bisa dimiliki seseorang.

4. Peduli akan pendapat orang lain

Salah satu faktor yang membuat kebanyakan orang pemalu menjauh dari kelompok adalah mereka peduli pendapat orang tentangnya. Sifat ini bisa menjadi sumber kekuatan jika disikapi dengan benar.  Taylor mengatakan jika sikap ini lebih diarahkan pada sikap mawas diri, justru karakter pemalu yang satu ini menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, kata Taylor, memedulikan pendapat orang tentang Anda akan menstimulasi pusat penghargaan di otak.

5. Suka Gelisah

Perilaku yang menandakan seorang pemalu gelisah, seperti meremas jari, menggerakkan kaki dan jari-jari, tak terlepas dari kebiasaan mereka saat berpikir mendalam.  Belum ada studi yang bisa membuktikan adanya kaitan dengan kebiasaan gelisah seperti ini dengan sikap mental. Namun menurut peneliti gestur dan dosen psikologi, Karen Pine, kebiasaan tersebut menunjukkan seseorang sedang memproses pikiran dan ucapan.  Studi juga menunjukkan kebiasaan yang menandakan gelisah tersebut berdampak baik pada kesehatan fisik.

6. Bukan Introvert

Orang pemalu sebenarnya tak selalu terkait dengan sikap introvert. Pemalu dan introvert adalah dua hal berbeda. Sayangnya, kebanyakan orang selalu mengaitkan keduanya dan menganggap keduanya adalah dua hal sama. Pemalu bukan gangguan sosial atau penyakit tetapi merupakan hal alami yang wajar dimiliki seseorang. Sifat pemalu muncul karena seringkali mereka diremehkan. Karenanya di balik sifat pemalu, seseorang sebenarnya memiliki potensi. Potensi inilah yang semestinya lebih menjadi perhatian.

Leave a Reply