Apakah Organisasi Anda Sukses Mengeksekusi Strategi? Inilah Tipsnya

strategy execution stepsOrganisasi yang mempunyai Strategi adalah sebuah hal yang bagus, karena kebanyakan organisasi tidak memiliki strategi yang tepat.  Namun sekedar mempunyai Blue Print sebuah Strategic Planning tidak menjamin perusahaan dan organisasi Anda akan sukses di pasar.  Perlu hal lain yang menentukan yaitu Bagaimana Mengeksekusi Strateginya.  Robert Kaplan dari hasil penelitiannya mengatakan bahwa 54% perusahaan yang mempunyai sistem berhasil mencapai kesuksesan eksekusi strategi dikisaran 70%, cukup berbanding terbalik dengan 46% perusahaan tanpa sistem kinerja yang hanya mencapai 27% keberhasilan eksekusi strategi.

Penelitian lainnya menunjukkan 37,5% perusahaan menyatakan 70% program kerja dari strategi mereka terimplementasi dengan baik. Sisanya 62,5% menyatakan bahwa implementasi strategi mereka masih belum optimal.  Dua alasan utama yang dikemukakan adalah :

1. Tidak adanya unit khusus yang bertugas memfasilitasi pembuatan strategi dan mengawasi implementasinya.
2. Tidak terdapat proses baku untuk memastikan bahwa strategi, target dan program kerja masing masing divisi dapat diselaraskan.

Bagaimana menguraikan sebuah proses baku yang dapat memastikan strategi dan target masing-masing divisi selaras dengan strategi perusahaan adalah sebuah sistem yang sangat menentukan keberhasilan organisasi.  Organisasi sangat membutuhkan sebuah sistem manajemen strategi yang baku yang memungkinkan para eksekutif perusahaan mengeksekusi strategi yang sudah disusun.

1.  Formulasi Strategi.

Formulasi strategi dapat dimulai dengan melihat misi perusahaan – yaitu alasan organisasi Anda didirikan. Dari misi biasanya disusunlah visi (tujuan yang ingin dicapai) organisasi dan pernyataan tujuan  untuk 3-5 tahun ke depan.  Setelah penetapan tujuan ke depan, organisasi Anda harus menentukan strategi apa yang akan diambil untuk mencapai tujuan. Agar tidak salah menentukan strategi, harus dilakukan analisa internal dan eksternal atau lebih dikenal analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat) atau analisa kekuatan, kelemahan,peluang dan ancaman.  Analisa SWOT adalah cara pembuata Strategi Manajemen yang masih cukup relevan dengan kondisi saat ini.

2.  Pemetaan Strategi.

Setelah memformulasikan strategi, organisasi harus memikirkan bagaimana mengeksekusi strategi tersebut. Sebuah cara yang lebih mudah adalah dengan membuat peta strategi.  Menurut penelitian hanya sekitar 5% karyawan yang memahami visi dan strategi organisasi. Kesulitan utama mengapa begitu sedikit karyawan yang paham adalah karena terdapat gap antara strategi yang diformulasikan dengan implementasinya. Karyawan tidak dapat melihat “peta” ke arah implementasi. Peta strategi dibuat agar setiap unit kerja dan karyawan dapat melihat bagaimana strategi diimplementasikan.

3.  Penyelarasan Organisasi.

Dua hal yang harus dilakukan dalam penyelarasan organisasi yakni:

Pertama, setiap unit kerja akan mengembangkan strategi dan sasaran kinerja masing-masing berdasarkan strategi organisasi, baik Unit Bisnis maupun Unit Pendukung Operasional.

Kedua, menurunkan sasaran kinerja unit kerja menjadi sasaran kinerja tiap karyawan unit kerja. Proses ini memastikan agar setiap karyawan bekerja sesuai strategi unit kerja dan strategi organisasi dan bukan mengerjakan yang tidak selaras.

4.  Eksekusi Operasional.

Tahapan yang menentukan keberhasilan strategi yang telah disusun. Inisiatif strategis setiap unit kerja yang muncul sebelumnya akan diuraikan menjadi: Aktivitas, Output, Waktu , Biaya, dan Penanggung Jawab, serta Anggaran dan Proses Evaluasi pencapaian tiap unit kerja dan individu karyawan terkait.

5.  Pemantauan dan Penyelarasan Kembali.

Proses eksekusi strategi harus selalu dipantau, dan bila terjadi penyimpangan maka harus diselaraskan lagi. Tahap ini menghasilkan pembelajaran dan perbaikan apa saja yang perlu dilakukan. Tak jarang ditemukan aktivitas yang perlu dihilangkan atau diprioritas ulang. Pada tahap ini pimpinan organisasi juga membicarakan dan memecahkan semua isu-isu lintas fungsional yang mengganjal pencapaian kinerja unit kerja/ organisasi.

Permasalahan strategi yang sering muncul adalah keterpukauan terhadap Strategi dan Visi yang menyebabkan timbulnya kepercayaan yang salah, yakni sekedar mengembangkan Strategi yang tepat dikira dapat membuat perusahaan mampu melampaui kompetitornya. Pada kenyataannya, strategi hanyalah setengah dari pertempuran panjang.  Dalam sebagian besar kasus yaitu sekitar 70%, masalah sebenarnya bukanlah Strategi yang buruk melainkan Eksekusi yang buruk.  Mengembangkan strategi yang mumpuni barulah setengah perjalanan menuju suksesnya organisasi.

ikhtisar.com

Leave a Reply