Nilai Dasar Pengelolaan Organisasi (Managing by Values)

Rahasia Kesuksesan perusahaan besar dunia seperti IBM dan GE yang mampu bertahan puluhan bahkan ratusan tahun masih menjadi pertanyaan tiada henti bagi banyak pemimpin organisasi bisnis di seluruh dunia.  Berbagai penelitian dilakukan untuk menemukan jawabannya oleh berbagai Pakar Manajemen dunia semisal Tom Peters dan Robert Waterman 1982, yang menghasilkan 7S dan buku berjudul “In Search of Excelence”.  Kemudian pada tahun 199 Jim Collins dengan karya besar “Built to Last” dan tahun 2003 dengan terbitnya buku “What (Really) Works”.

Dari sekian banyak aspek yang menjadi dasar penelitian para pakar, ada satu jawaban yang dapat dijadikan faktor utama kesuksesan perusahaan besar, yakni Budaya Perusahaan.  Budaya Perusahaan (Corporate Culture) selalu muncul dalam setiap aspek penelitian para pakar.  Dan Nilai-nilai Dasar (Values) yang menjadi tulang punggung terwujudnya Budaya Perusahaan yang Kolektif dan Kokoh untuk membawa kesuksesan Organsasi dalam jangka panjang.

Warisan Penting seorang Pemimpin

Sebelum membahas tentang Nilai Budaya Perusahaan, maka lebih dahulu Anda perlu mengerti tentang Sustainable Growth perusahaan yang berkelanjutan untuk masa-masa berikutnya.  Tumbuh Kembang Organisasi dalam Jangka Panjang tidak ditentukan dengan Tingkat Profit Besar, Nilai Saham Tinggi atau Strategi Ampuh.  Kelangsungan hidup perusahaan hanya akan terjadi jika ada Warisan yang dapat diteruskan para Penerus Organisasi.  Anda sebagai Pemimpin yang akan mengalami suksesi dan turun jabatan harus meninggalkan Ultimate Legacy, tidak hanya Nilai Personal Pemimpin (Leaders Values) namun yang terpenting adalah Nilai Budaya Perusahaan (Corporate Values).

Pengembangan Budaya Perusahaan adalah tanggung jawab seluruh Pemimpin Level Organisasi (Kepala Divisi, Manajer Fungsi, Manajer Area dan Cabang hingga Supervisor).  Proses penyusunan Budaya Perusahaan ini perlu melibatkan seluruh fungsi organisasi tersebut.  Budaya Perusahaan dapat mencakup beberapa elemen dasar yaitu Nilai-nilai (Shared Values) dan Perilaku (Common Behavior).

Shared Values adalah Nilai-nilai yang dapat dirasakan oleh masing-masing Individu Organisasi, mudah dicerna sehingga tidak semata menjadi Wacana dan Angan-angan.  Shared Values akan menjadi pondasi kokoh terbentuknya Behavior individu.  Sehingga pada akhirnya akan memberikan Direction dan Motivation bagi setiap lini organisasi.  Beberapa contoh Nilai Perusahaan yang akan dijadikan Dasar Budaya Perusahaan adalah Integritas (Integrity), Disiplin (Dicipline), Kerjasama Tim (Team Work), dan masih banyak contoh lainnya.

Budaya Bagus atau Budaya Kuat

Lebih jauh tentang Nilai Budaya Perusahaan yang menjadi dasar Pengelolaan Organisasi untuk Jangka Panjang, ada pilihan bagi Anda, apakah memilih Budaya Perusahaan yang Bagus (Good Culture) atau Budaya Perusahaan yang Kuat (Strong Culture).  Keberhasilan GE dan IBM adalah keberhasilan mereka menciptakan Nilai yang menjadi Budaya Perusahaan dengan istilah GE Values dan IBM Beliefs.  Setiap Perusahaan memiliki Cara Pandang dan Keperluan mewujudkan Nilai Budaya Perusahaan yang berbeda, sehingga Bagusnya Budaya Perusahaan Anda belum tentu Bagus bagi Perusahaan lainnya demikian sebaliknya.  Budaya Perusahaan harus “fit” dengan konteks yang dihadapi dan tidak akan berlaku secara global saat diimplementasikan bagi Organisasi atau Perusahaan lainnya.  Tugas perusahaan tidak hanya merumuskan Good Culture namun juga menjadikannya sebagai Strong Culture.  Hal inilah yang menjadi kelebihan GE Values yang mampu mengakar pada setiap individu dalam organisasi.

Membangun Budaya Kuat

Tak kalah penting adalah bagaimana Anda mampu membangun sebuah Budaya Perusahaan yang Kuat (Building Strong Culture) dan menjadi way of life setiap karyawan.  Perumusan Budaya Perusahaan ini akan mengacu pada Misi dan Visi Perusahaan, sehingga muncul tuntutan dan harapan dari Internal dan Eksternal Perusahaan, Karyawan dan Pelanggan.  Disinilah para pemimpin lini organisasi perlu berperan dalam sosialisasi dan implementasi Budaya Perusahaan. Pertama adalah Penyelarasan (Aligning) Nilai Budaya dengan Konteks Bisnis Perusahaan.  Kedua adalah Penanaman Nilai Budaya dalam dataran IQ, EQ dan SQ di setiap individu organisasi.  Proses Aligning dan Communicating inilah yang akan membangun Budaya Perusahaan yang Kuat.

Aligning adalah Proses Internalisasi Nilai (Values) agar melekat dalam Perilaku (Behavior) keseharian karyawan.  Sedangkan Communicating adalah proses Sosialisasi agar setiap karyawan memahami Nilai (Values) yang tercantum dalam Budaya Perusahaan.  Dengan Strong Culture inilah GE dan IBM mampu bertahan dan memimpin pasar dalam Jangka Panjang.  Budaya Perusahaan yang kuat inilah yang menjadi Warisan Penting setiap Pemimpin Perusahaan Besar.  Pengelolaan Organisasi akan berdampak dalam Jangka Panjang dan dapat diwariskan bagi Pemimpin dan Penerus lainnya jika berdasarkan Nilai-Nilai Perusahaan yang membentuk Budaya Kuat (Strong Culture).

Leave a Reply