Nasihat bagi pengembangan karir Anda yang mungkin terlupakan

career adviceBicara tentunya lebih mudah daripada bertindak, terlebih memberikan contoh dan teladan.  Nasihat bagi pengembangan karir mungkin banyak terdapat dari berbagai sumber, baik seminar, forum diskusi, online literatur, rekan, teman, atau atasan Anda.  Berikut nasihat bagi pengembangan karir Anda yang mungkin terlupakan dan banyak orang hanya mampu mengucapkannya.

1.  Tidak cukup hanya bekerja baik

Jobdesk Anda adalah melakukan input data sebanyak 50 aplikasi setiap hari. Namun apakah dengan mampu melakukan input data sebanyak 50 aplikasi atau lebih, dapat mengangkat pamor Anda dan memperoleh promosi.  Ternyata tidak semudah itu, bekerja baik tidak akan mempromosikan Anda pada jenjang lebih tinggi.  Anda harus mampu memberikan “nilai” lebih pada pekerjaan, dan menjadikan diri Anda seseorang yang mampu mewujudkan pekerjaan, tidak hanya mengerjakan pekerjaan. Nilai dari suatu pekerjaan adalah manfaat bagi tim yang terlibat, dan Anda harus memposisikan diri sebagai orang dibalik keterlibatan tim tersebut.

2.  Siapa Diatas Anda itu sangat penting

Meskipun telah bekerja baik dan memberikan nilai lebih, namun jikalau orang diatas Anda tidak mampu menjual nilai tim pada manajemen, dapat dipastikan pula karir Anda berjalan stagnan.  Anda perlu tahu dengan siapa bekerja, dan apakah mereka orang yang tepat pada bidang tersebut ataukah mereka justru akan menjadi penghambat jalan kemajuan karir.  Bekerja tidak hanya pada instansinya namun juga pada orang yang menjadi mentor Anda.  Merekalah yang akan turut membangun kompetensi dan karir.

3.  Dimana Anda bekerja

Setelah yakin bahwa atasan merupakan seorang mentor yang tepat dalam pengembangan karir, selanjutnya Anda perlu ketahui dimana Anda bekerja.  Perusahaan tempat Anda berkarya menjadi faktor penentu berikutnya setelah atasan.  Perusahaan lama bukan menjadi jaminan percepatan karir, karena banyak regulasi dan faktor lingkungan yang berpengaruh.  Perusahaan yang tepat akan selaras dengan passion Anda bekerja, dan mereka akan menjadi pendorong bagi keberhasilan tumbuh kembang karir dan masa depan.  Carilah perusahaan yang memang membutuhkan orang-orang yang ingin selalu tumbuh dan berkembang, dimana jenis perusahaan ini akan memfasilitasi Anda untuk mencapai tujuan.

4.  Tampak Sibuk tidak selalu baik

Apakah Anda ingin menunjukkan performa yang baik?.  Dan apakah Anda akan berusaha selalu tampak sibuk setiap saat, sehingga seolah menggambarkan bahwa pekerjaan Anda banyak dan butuh segera diselesaikan.  Tampak sibuk dengan mencari-cari kesibukan bukan sebuah cara efektif membangun karir Anda, dan secara tidak langsung akan membunuh karakter serta semangat kerja Anda kelak.  Semakin Anda tampak sibuk semakin kecil pencapaian Anda.  Lakukanlah persiapan dalam pekerjaan, dan Anda akan mudah menunjukkan performa daripada selalu tampak sibuk.

5.  Pastikan jenis pekerjaan yang Anda akan lakukan

Sebelum Anda memutuskan bergabung pada sebuah perusahaan, alangkah baiknya Anda melakukan survey terlebih dahulu.  Bertanya pada rekan kerja yang sudah ikut bergabung, atau berdiskusi pada rekan kerja yang sudah tidak lagi bekerja pada perusahaan tersebut, dapat memberikan gambaran jelas, mengenai jenis pekerjaan dan lingkungan yang akan Anda hadapi.  Pastikan Anda melihat sendiri kondisi yang akan dihadapi nanti, karena karir bukanlah bayangan melainkan kenyataan yang dijalani. 

6.  Jangan sembunyikan kesalahan Anda

Tidak perlu malu atas kekeliruan dan kesalahan yang Anda lakukan.  Tidak perlu juga Anda sembunyikan, karena kesalahan hanya sebuah sinyal kecil dari inkompetensi dan sebuah tanda keberanian mengambil keputusan dan tanggungjawab.  Orang-orang akan lebih respek ketika Anda bertindak dan berani mengambil risiko yang muncul, dibandingkan sekedar memberi saran dan rekomendasi tanpa tindakan nyata.  Anda lebih mudah memimpin tim ketika menunjukkan apa yang Anda katakan, Walk the Talk. 

7.  Eksekusi lebih penting daripada Perencanaan

Perencanaan memang perlu dibuat, karena tindakan tanpa persiapan adalah sebuah kesia-siaan.  Namun sebaliknya, jika Anda hanya mampu berwacana tanpa bertindak, ibarat bermimpi disiang hari.  Lamunan dan angan-angan akan tetap begitu adanya jika hanya memenuhi kepala dan tidak diaktualisasikan.

Leave a Reply