Bagaimana Budi Pekerti membawa Keberhasilan Toko Buku Gunung Agung

Terlahir dari Keluarga yang cukup berada pada tahun 1927 dan mengalami masa kecil yang sejahtera, Thjio Wie Tay sejak umur empat tahun berubah menjadi seorang bocah yang badung dan bengal, susah diatur.  Kenakalannya membuat Wie Tay berpindah sekolah sampai dua kali karena sering berkelahi.  Demikian pula di rumah sering mencuri buku kakaknya untuk di jual di pasar senin demi uang saku.  Sadar pada usia 13 tahun jerih payah ibunya tidak mampu mencukupi keluarga, akhirnya Wie Tay terdorong melakukan segala cara untuk mendapatkan uang sendiri.

Terkadang masih mencuri buku sang kakak, Wie Tay mulai mengamati peluang berjualan rokok, dengan menjajakan keliling dan sedikit demi sedikit menyisihkan untuk ditabungkan.  Pada suatu saat kemudian hasil tabungan dipergunakan untuk membeli meja guna membuka lapak di daerah Glodok hingga mampu membuka kios di Senen.  Usaha rokok mempertemukannya dengan calon mitra lain untuk lebih serius menjalankan bisnis.

GUNUNG AGUNGMengamati Potensi Buku, mereka bertiga menjajaki penjualan buku, dan seiring bantuan kerabat, Wie Tay menjual buku impor dari Belanda yang laku keras.  Toko Buku berkembang pesat dan mulai dibuka toko buku lainnya.  Wie Tay memiliki Pandangan Jauh ke depan untuk ingin usaha lebih besar lagi. Karena perbedaan pandangan salah satu mitra mundur, sehingga tinggallah mereka berdua membersarkan Toko Buku di Jalan Kwitang tersebut.  Toko itu diubah nama menjadi Gunung Agung tahun 1953.

Wie Tay adalah Pebisnis ulung, dengan penyelenggaraan pameran buku pertama pada saat peresmian Gunung Agung.  Cabang-cabang mulai dibuka diluar Jakarta seperti Yogyakarta, dan pada tahun 1970-an Gunung Agung menjadi Toko Buku Terbesar di Indonesia.  Peresmian 10 tahun Gunung Agung dilakukan oleh Presiden Soekarno waktu itu, dengan menempati Lokasi baru di Jalan Kwitang No. 6 Jakarta.

Pendidikan dan Pengetahuan menjadi Konsentrasi Utama dari Wie Tay, sehingga ia menjalin Komunikasi dan Kedekatan kepada Wartawan dan Penulis.  Buku-buku Biografi Toko Besar Indonesia seperti Soekarno (1960), Soeharto (1970), Adam Malik (1979) dan Moh Hatta (1979) menjadi salah satu koleksi Buku di Gunung Agung.  Gunung Agung melebarkan sayap bisnisnya dengan masuk dalam Bisnis Capital Market, Bisnis Distribusi dan Percetakan.  Selain itu Gunung Agung berperan besar dalam Peredaran Kamera anon dan Film Kodak di Indonesia.

Wie Tay berganti nama menjadi Mas Agung sejak memeluk Hindu Darma dan kemudian menandai babak berikutnya dari perjalanan hidupnya pada tahun 1976 Mas Agung memeluk Islam.  Untuk kemudian mendirikan Yayasan Idayu dan Pusat Informasi Islam.  Banyak Masjid dan Panti Asuhan yang didirikan sejak saat itu.  Beberapa Inspirasi dan Motivasi dari Perjalanan Hidup mas Agung adalah :

1.  Pengetahuan adalah Kekuatan penting dalam Hidup seseorang yang mampu menjaga, melindungi dan meningkatkan Pribadi Anda.

2.  Kelimpahan akan terasa pada saat Anda bermanfaat dan berguna bagi banyak orang di sekitarnya.

Mas Agung menjadi sebuah contoh bahwa dalam Pribadi Manusia selalu ada Kebaikan dan Budi Pekerti yang Tulus.  Sifat dasar manusia adalah penuh Kasih Sayang dan Kepedulian pada sesama.  Perubahan dapat terjadi pada saat Dinamika Dunia mewarnai hiudp Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>