Mitos tentang Public Speaking yang perlu Anda ketahui

Mitos tentang Public Speaking yang perlu Anda ketahui
Mitos tentang Public Speaking yang perlu Anda ketahui

Profesi sebagai Public Speaking atau Pembicara Publik saat ini bisa menjadi pilihan pekerjaan. Banyak sudah berdiri lembaga-lembaga pelatihan Public Speaking yang siap membantu Anda meningkatkan ketrampilan berbicara dimuka umum. Profesi ini tidak hanya meliputi kemampuan berkomunikasi belaka, namun juga menuntut penguasaan wawasan dan pengetahuan yang luas. Seorang Public Speaking harus menguasai Materi yang disampaikannya, bukan karena “membaca” naskah atau text book, melainkan karena sebuah pengalaman yang dialaminya secara pribadi. Tak jarang Public Speaking merupakan seseorang berlatar belakang Profesional atau Pengusaha yang sudah cukup berpengalaman. Beberapa hal yang menjadi Mitos tentang seorang Public Speaking perlu diketahui agar tidak menjadi penghalang langkah bagi Anda yang berkeinginan menjadikannya sebagai profesi.

Banyak hal yang menyebabkan seorang Public Speaking gagal bersinar, diantaranya :

  • Cara Bicara, Berbicara terlalu cepat, Terlalu Lambat, Gaya Bicara meniru orang lain, Berbicara dengan mengulang-ulang kata, Gagap.
  • Bahasa Tubuh, Tidak ada Kontak Mata, Posisi Tangan tertutup atau didalam saku, Posisi Tubuh yang Statis, Tanpa Ekspresi Wajah.
  • Materi yang Disampaikan, Kering dan Membosankan, Monoton, Tanpa Tujuan yang Jelas, Tanpa Persiapan sehingga tidak Sistematis, Kurang familiar dengan Alat Bantu Peraga, Pembuka dan Penutup Materi yang Lemah.

Mitos tentang Seorang Public Speaking yang perlu diketahui

Hal-hal yang hanya menjadi Mitos dalam Profesi seorang Public Speaking tidak perlu memberikan rasa waswas bagi Anda. Apa saja mitos tersebut, berikut ulasannya:

1.  Pembicara Publik yang Baik adalah Bakat Alami

Public Speaking adalah Ketrampilan yang dapat dipelajari, dilatih dan dikuasai. Berbicara dimuka umum mungkin menjadi sebuah ketakutan bagi banyak orang, namun rasa takut tersebut dapat diatasi dengan semakin seringnya Anda berlatih. Setiap orang dapat menjadi Public Speaking yang sukses, meski diawal dia akan menderita menghadapi demam panggung, namun kemudian dia akan mampu mengatasinya melalui latihan dan usaha.

2.  Jika Anda Hebat, Anda tidak akan Gugup

Bahkan orang paling berpengalaman dan terampil pun masih gugup. Kutipan dari Mark Twain menggambarkan bahwa: “Ada dua macam pembicara di dunia: (1) Orang Gugup dan (2) Pembohong” Bahkan seorang Warren Buffett pernah muntah sebelum presentasi. Anda dapat belajar mengendalikan rasa gugup dan menyalurkan stres Anda dengan memulainya pada kelompok-kelompok kecil dan bertahap meningkat pada tantangan yang lebih besar.

3.  Seorang Introvert tidak bisa menjadi Pembicara Publik yang Baik

Penulis buku laris Susan Cain telah membuktikan sebuah studi kasus yang menerangkan seorang Introvert dapat menjadi pembicara publik yang sangat baik. Mereka menunjukkan dirinya ini sebagai seorang Pembicara Publik Introvert yang Percaya Diri dan Efektif.

4.  Anda harus Menghafal Pidato

Patricia Fripp salah satu pemenang penghargaan dalam bidang Public Speaking menunjukkan pendekatan lain: “Anda tidak harus menghafal seluruh presentasi Anda, melainkan cukup pada Pembukaan, Poin-poin penting, dan Kesimpulan. Kemudian Anda cukup berlatih sehingga tidak akan lupa.” Meskipun demikian ada pula yang menghafal ucapannya, seperti Malcolm Gladwell. Teknik presentasi bagi tiap Pembicara Publik akan berbeda satu dan lainnya.

5.  Pidato yang baik terdapat dalam Kata-kata

Pergerakan Tubuh dan Penampilan adalah Faktot Utama. Berjalan, Berkeliling dan Menggunakan gerakan tangan dapat memberikan kesan santai dan rilek pada pidato Anda. Anda tidak mungkin memaksakan kata-kata dalam sebuah pidato, perlu adanya kombinasi Bahasa Tubuh yang Atraktif dan Komunikatif dengan pendengar.

Menjadi seorang Public Speaking membutuhkan latihan, penguasaan materi, pengetahuan yang luas dan gaya komunikasi dua arah. Mitos-mitos mengenai Public Speaking tersebut diatas perlu Anda telaah lebih lanjut, sehingga Anda akan lebih termotivasi jika berkeinginan menjadi seorang Pembicara Publik.

Leave a Reply